Menyikapi Konflik Israel Palestina ,dan Peran Umat Islam

Hari-hari ini media masa sedang ramai membicarakan tentang penyerangan Israel kepada kapal relawan yang membawa bantuan untuk palestina.Lagi-lagi kita lihat bagaimana zionis Israel begitu tegasnya mengambil sikap, menyerang gaza secara besar-besaran pada tahun 2008,memasukkan tank-tank dan jet tempur ke Lebanon membunuhi warga yang berada disitu.Sebenarnya ini tidaklah aneh,sebab sudah ditegaskan dengan ideologi “zionisme” mereka yang sudah lama kita bahas,bahkan KAA adalah konferensi Internasional pertama yang membahas ideology mereka yaitu zionisme.Dari dulu sudah dilakukan upaya menguutk,membahas,dan juga aksi-aksi,tetapi lagi-lagi zionis Israel tidak mempedulikan itu

Keberadaan mereka yang dinyatakan bahwa sudah 3700 tahun bertahan,membuat mereka merasa lebih kuat,sebagai bangsa yang terbaik yang pantas menerima sebuah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan mereka( Kejadian 12:3).Pada tahun 2006 Israel menyerang pengungisan di Lebanon (desa Kana),tahun 2008 Israel menggempur gaza dengan kekuatan penuh yang menimbulkan korban tewas 1000 jiwa,dan pada bulan Mei 2010,setelah menyerang warga sipil , akhirnya wartawan dan anggota MER-C sebagai relawanpun kena ulahnya.Yang Bahkan kejadian saat ini melanggar konferensi Jenewa yang dibuat oleh AS sendiri.Kecaman demi kecaman terus berlanjut dan seperti biasa, aksi-aksi ,dan suara-suara kecil itu tidak didengar dan tidak mampu menghentikan kebiadaban zionis Israel

Kondisi Umat Islam

Melihat konflik Timur-Tengah, Umat Islam memunyai peranan penting, bahkan Israel sendiri dikelilingi oleh Negara-negara Islam.Namun umat Islam sejauh ini hanya mampu melakuakn protes,menangis, atau OKI yang terus mengeluarkan Resolusi di PBB yang berkali-kali juga diveto oleh AS.

Israel tentu saja sudah tahu tipikal kaum muslimin dalam dunia Internasional sekarang yang hanya teriak-teriak saja, sudah terlihat jika Israel membantai kaum muslimin,tipikal yang terjadi kaum muslimin hanya melakukan aksi demosntrasi,setelah itu lama-lama lupa dan sibuk mengurusi masalah dinegaranya masing-masing,ya ini lah pernyataan yang pernah kelaur dari ucapan Ariel Sharon “urusi saja negaramu sendiri”

Pertanyaannya sebenarnya lebih mendasar yaitu mengapa umat Islam dapat tidak dihiraukan oleh Israel dan dengan kekuasaanya dipecundangi atau dipermainkan?Apa memang umat muslim ini tidak mulia atau memang ada sesuatu yang terjadi pada umat Islam ini? Padahal Allah telah menjamin hal ini

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
(QS Ali Imran: 139).

Melihat hal yang tejadi sekarang ini ,tidak seharusnya kita semakin lemah dan sedih berlarut –larut karena memang umat Islam merupakan umat yang mulia, umat yang bear, dimana mereka sudah bertahan selama 3700 tahun,dan Islam sudah bertahan semumur manusia ada dibumi ini.Ideologi yang bertahan selama umur manusia ini telah dibuktikan bertahan mengalahkan peradaban-peradaban yang lain.Namun gelar umat tebaik ini tentu saja bukan gelar cuma-cuma yang diberikan Allah kepada umat Islam sebab Allah berfirman

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kamu) menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah.”
(QS Ali Imran:110).

Ini merupakan jawaban mengapa kaum muslimin ditindas saat ini,dimana saat Rasulullah memimpin,benturan peradaban dengan romawi yang besar,dan Persia tidak membuat Rasul gentar.Ini yang menjadikan mereka umat terbaik,dan bukan mustahil umat Islam saat ini umat yang disegani ,jangankan Israel,romawi saja saat itu berpikir dua kali jika berhadapan dengan kaum muslimin,jwaban itu yaitu berlanjutnya dakwah dan risalah rasul sampai hari kiamat

Kondisi umat Islam yang tidak berdaya menghadapi kebiadaban kaum Zionis Israel seperti mencerminkan apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw:

“Hampir tiba suatu zaman dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?” Rasulullah SAW menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR Abu Daud)

Hadits ini memang menggambarkan kondisi umat Islam saat ini,bahkan dalam harus saya akui,terkadang mungkin kita sendiri mengalaminya.Kondisi umat Islam yang berjumlah 1,5 milyar yang seribukali lebih banyak dari zionis Israel tidak membuat mereka gentar.Sungguh benar sabda rasul,dimana Negara-negara arab yang kaya disekitar palestina hanya dapat mengutuk atau (bahkan) lupa.Umat Islam saat ini sesuai sabda rasul ,sedang menjalani cobaan yang berat, di Bosnia, Palestina, Kashmir,Afganistan,Iraq,dll.

Umat yang banyak bagai buih ini,menyelesaikan kasus palestina saja sudah susah,merasa minder dari Barat, merasa kurang kuat, dan jika dibandingkan dengan 15 juta Yahudi yang cuek –cuek saja terhadap resolusi yang dikeluarkan PBB,bahkan kecaman dunia Internasional sudah dianggap angin lalu.Jika logika kekuatan yang digunakan Israel,maka logika kertas sangat sulit ditetapkan dan hanya akan merugikan Umat Islam sendiri.

Peran Umat Islam

Sebagai Muslim kita tidak boleh berdiam diri terhadap perkembangan di Palestina,Iraq,Afganistan,Moro dan berbagai tempat lainnya.Tentu saja ini yang perlu ditegaskan bahwa permasalah umat Islam tidak hanya di Palestina tetapi diseluruh bumi ini,muslim merupakan satu kesatuan.Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bangun pagi dan tidak peduli dengan masalah umat Islam, maka dia tidak termasuk bagian dari umat Islam.”

Tanggung jawab yang diberikan Allah sebgai umat terbaik yaitu melanjutkan risalah rasul dan persatuan kaum mukminin,tanggung jawab yang berat yaitu dakwah dan ukhuwah……

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran. Merekalah orang-orang yang beruntung.”
(Ali Imran 104)

Allah telah menjelaskan tentang perintah dakwah, dan dakwah ini bermacam-macam,Ada yang spesialisasi pada dakwah kampus, ada yang concern terhadap pemurtadan,ada yang concern dibidang hadits, ada yang politik,kemasyarakatan,dan tidak semua orang dapat menguasai seluruh aspek .Ada yang menasihati penguasa dengan aksi,kecaman-kecaman,dll, tapi tetap,yang tidak ikut aksi tidak bisa disalahkan karena tidak ikut aksi.Atau ada yang menganggap aksi terhadap penguasa itu tidak baik,dll.Dakwah tidak hanya dimonopoli oleh satu golongan,atau satu segi saja, banyak teman-teman berdakwah melalui tulisan,berdebat dengan misionaris dan mungkin tidak terdengar atau dicap kurang berdakwah atau dibilang “diam” saja padahal setiap muslim memiliki peran dalam amanah dakwah ini tetapi dengan tanggung jawab kedua yaitu ukhuwah maka berdakwah dimanapun tetap muslim adalah satu !!

Islam dan Dunia saat ini

Konsekuensi logis,dari Islam yang sudah bertahan seumur peradaban manusia ini yaitu berdampak kepada kehidupan umat manusia.Jika kita sering dengar bahwa Al Quran menyebut “rahmatan lil alamin” juga Dinul Islam ditujukan kepada seluruh manusia,dan ini kolerasi premis kewajiban dakwah pada umat Islam.Pada khutbah terakhir rasul setelah turun ayat terakhir di arafah(saat wada) ,rasul selalu meneybutkan “Yaa Ayyuhan naas.”Ini membuktikan bahwa risalah kenabian ditutup dan harus dilanjutkan oleh penerus-penerusnya dengan dakwah kepada seluruh umat manusia

Misi menyebarkan kebaikan kepada umat manusia ini,dan umumnya kepada seluruh alam ,merupakan kewajiban yaitu menyelamatkan kondisi dunia dari ketepurukan.Rasul telah membuktikan dari zaman jahiliyah menuju peradaban yang diakui oleh romawi.Dari daerah yang tidak laku(mekah) menjadi daerah yang sangat strategis.Maka dari itu umat Islam diberi predikat sebagai “Khairu ummah” dan lain-lain

Julukan bagi umat Islam sebagai khairu ummah atau ummata wasath tentu diperlukan usaha untuk mencapainya .Selain berdakwah ,tentu saja agar menjadi umat yang kuat harus memiliki strategi,jika kita ingat ucapan ali bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir ,maka sebelum itu Allah telah berfirman

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu), kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengatahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.”
(QS al-Anfal:60)

Dengan kondisi umat terbaik ini,maka menjadikan uamt Islam tidak gentar kepada musuh-mushnya,dengan menjalankan fungsi dakwah menajdikan umat Islam menjadi lebih tangguh.Menjadi penentu kebijakan di dunia internasional,dengan misi kebaikan,menjadi subjek yang uth dan bukan menjadi objek.

Ukhuwah Islamiyah

Amanah lain yang dibebankan selain dakwah yaitu ukhuwah yang merupakan perintah Allah
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS 9:71).

Inilah yang menjadikan salaful ummah merupakan umat terbaik.Dakwah dan ukhuwah.Umat Islam sebgai satu tubuh yang apabila satu sakit ,sakit pula bagian yang lainnya,atau satu bangunana yang saling mengokohkan.Atau kapal yang dimana jika seorang melobangi kapal tersebut,maka akan tenggelam bersama-sama yang lainnya.

Rasulullah bersabda “ Belum sempurna iman salah seorang kamu ,sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.Dan ukhuwah merupakan manifesto dari keimanan.Lebih dari itu keimanan seseorang diuji dengan ukhuwah islamiyah.Inilah yang menjadikan pasukan musuh gentar ketika salah seorang sahabat menjatuhkan tempat minumnya,dan sahabat lain berusaha mengambilnya bersama-sama.Nilai ini tidak dibatasi oleh bangsa,Negara, atau hubungan darah,tetapi atas dasar persaudaraan tertinggi yaitu Aqidah

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan dan Hari Akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu orang tua sendiri, anak, saudara kandung atau keluarga. Mereka itulah yang Allah telah tuliskan keimanan di hatinya dan menguatkannya dengan pertolongan dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap (limpahan rahmat) Allah. Mereka itulah “hizbullah”. Ketahuilah, bahwa sesunggguhnya “hizbullah” itulah yang pasti menang.
(QS Al Mujadalah:22)

Perjuangan Masih Panjang….

Kondisi yang terjadi sekarang bahwa persaudaraan mungkin hanya dibatasi oleh paham nasionalisme yang sempit,atau berlebih-lebihan membanggakan kelompoknya,bahkan tidak jarang satu kelompok hanya mengurusi masalah kelompok yang lain secara berlebihan.Situasi ini tentu semakin membuat Israel, dan juga penindasan terhadap kaum muslim didunia semakin menjadi-jadi.

Ukhuwah Islamiyah yang mampu membuat musuh gentar dengan persiapan .Mungkin Mahattir Muhammad pernah mengatakan “Sudah saatnya umat Islam berhenti sejenak,berhenti…..berpikir bersama,merumuskan solusi”.Melihat Kondisi ini,sebenarnya momentum tepat untuk mencairkan golongan dan bersatu dengan menyatukan hati,pikitan,tenaga,ilmu dan strategi.

Haruslah kita menegenal musuh sebelum bertindak seperti strategi seperti apa musuh kita,perjuangans seperti apa, dan yang paling penting yaitu dari segi pemikiran,dimana jaringan yahudi sudah menguasai produk-produk dan bahkan pemikiran kaum muslimin

Perjuangan melawan hegemoni kedzaliman Yahudi dan juga sekutu-sekutunya adalah perjuangan yang akan menguras banyak energi.Seperti itulah perjuangan rasul-rasul terdahulu menyaurakan Islam.Perlu kesabaran dan keseriusan.Sudah saatnya Umat Islam menunjukkan bahwa Ia adalah umat terbaik dengan tanggung jawab risalah dan ukhuwah.

Sudah saatnya kita menjadi penentu arah bukan sebagai yang diarahkan,sudah serahusnya kita sebagai umat yang mandiri baik secara ekonomi maupun pemikiran.Sulit dibayangkan bagaimana mau melawan hegemoni Yahudi ,bahkan minum pun masih menggunakan produknya.Dan sekarang ini tidak dapat kita hindari.Sudah saatnya pemikiranpun menjadi senjata utama, bagaimana ingin melawan pemikiran mereka,pemikrian kita saja masih dipengaruhi falsafah liberalism, sekulerisme,pluralisme dan nasionalisme berlebihan.Perjuangan akan terus berlanjut dan perjuangan ini masih sangat panjang……

Advertisements

Isra mi’raj mukjizat atau bukan?(seri ke III)

Kenapa ada Isra Mi’raj (seri 1)

Kisah-kisah Isra Mi’raj (Seri 2)
Isra Mi’raj,Mukjizat atau bukan?? (Seri 3)

Banyak dai-dai yang menyebutkan bahwa Isra Mi’raj adalah mukjizat nabi Muhammad.Coba kita telaah.Dalam buku Mukzizat Qurai Shihab,jika ingin jelas bisa dibaca,ini saya kutip beberapa penjealsan Kata mukjizat berasal dari kata-kata ‘ajaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu”.Pelakunya dinamai mu’jiz.Apabila pelakunya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan ,ia dinamai mu’jizat(mukjizat).Dan didefinisikan oleh para pakar adalah sesuatu hal/peristiwa yang luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku nabi sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu,untuk melakukan atau mendatangkan tantangan serupa namun mereka tidak mampu melakukannya
Bagaimana ciri-ciri mu’jizat?

1. disaksikan orang banyak
2. setelah peristiwa tersebut hati orang kafir terguncang
3. setelah peristiwa tersebut orang beriman semakin mantap keimanannya

sebagaimana yang sudah terjadi pada nabi-nabi terdahulu(sebelum nabi Muhammad saw)nabi Ibrahim dibakar oleh namrud,pembakaran tersebut disaksikan orang banyak,melihat nabi Ibrahim dibakar tetapi ternyata api tidak mampu membakarnya,maka orang kafir tergoncang hatinya,orang beriman semakin mantap keimanannya
nabi Musa membelah lautan,banyak orang yang menyaksikan ,orang kafir tergoncang hatinya,orang beriman semakin yakin keimanannya.

Nabi Isa menghidupkan orang mati(dalam al kitab kemampuan menghidupkan orang mati tidak hanya Isa/Yesus yang bias,tapi ada nabi lain juga mampu menghidupkan orang mati,bahkan tulangnya/karena sudah mati menyentuh mayat lain,mayat lain tersebut juga bias hidup kembali) orang kafir terguncang hatinya,orang beriman semakin yakin akan keimanannya.Sekarang bagaimana peristiwa Isra mi’raj?

Coba kita simak hadits berikut

Begitu Rasulullah kembali ,pada pagi harinya beliau bertemu dengan Abi Jahal bin Hisyam.Abi Jahal bertanya kepada Nabi, “kelihatannya engkau memikirkan sesuatu ya Muhammad ?”Nabi menjawab: “benar sekali ya Abal Hakam,aku baru kembali kembali dari masjidil Aqsa.”Tersungging senyum pada bibir Abi Jahal bin Hisyam,dalam hatinya tentu adanya suatu moment untuk menjatuhkan Nabi Muhammad,karena menurut dia kemarin dia masih melihat Nabi ada dipasar ‘Ukaz.

Bagaimana kalau aku mengumpulkan orang untuk berkumpul disini,mendengar perjalananmu ke masjidil Aqsa?” nabi menjawa: “silahkan engkau kumpulkan!” dengan girang Abi Jahal mencari orang yang mau mendengarkan cerita Muhammad,agar mereka tahu Muhammad kurang waras(begitu menurut pikiran Abi Jahal) .
Orang pertama yang ditemuinya ialah Abu bakar ,tahukah engkau bahwa sahabatmu Muhammad menerangkan kepadaku bahwa ia berangkat semalam ke masjidil Aqsa,Abu bakar kemudian bertanya:”benarkah dia berkata begitu?” Abi Jahal menjawab:”demi latta dan Uzza begitulah katanya.”

“kalau itu dikatakan bahkan yang lebih dari itu aku percaya.” Jawab Abu Bakar,maka sejak itu dijuluki Abu Bakar Siddiq, setelah orang berkumpul kemudian Nabi Muhammad menceritakan perjalanannya(Isra mi’raj) , orang kafir hatinya tidak terguncang,bahkan semakin menjadi-jadi kekafirannya, orang beriman ada sebagian yang terguncang keyakinannya.

Jadi peristiwa Isra mi’ra dengan standar diatas tidak termasuk mu’jizat,malah ada sebagian orang beriman meragukan Muhammad, jadi kalau bukan mukzizat namanya apa?

Mari kita lihat “Dan ketika Kami berfirman kepadamu(Muhammad) sesungguhnya Tuhan engkau itu kekuasaan-Nya manusia (yang berkuasa penuh atas manusia) Tiada kami menjadikan pemandanganmu (apa yang terjadi dalam Isra mi’raj) melainkan adalah fitnah (cobaan) bagi manusia. Dan pohon terkutuk yang tersebut dalam Al Qur’an (kondisi engkau Muhammad dikala engkau menerangkan Isra mi’raj mu,kurang lebih seperti dikala engkau menerangkan adanya pohon Zaqqum di neraka) Kami menakuti mereka,maka mereka tidak bertambah takut melainkan bertambah melampaui batas nya berlebihan.”(Al Isra ayt 60)

Bisa disimpulkan ,Isra mi’raj bukan merupakan mukjizat,tetapi Allah menyebutnya langsung sebagai fitnah( ujian),agar Allah memperlihatkan kebesaranNya,dan mengetahui orang yang beriman kepadanya dan tidak beriman.mengetahui apakah setelah diperlihatkan berbalik keimanannya atau tetap beriman.Ini adalah hikmah yang agung.Bahwa hidup didunia ini penuh dengan ujian.Allah ingin mengetahui bagaimana hambanya bersabar terhadap ujian yang diberikan, dan tetap beriman atau berbalik keimanannya menjadi tidak beriman.Ujian bermanfaat bagi manusia,karena bagi Allah baik kita beriman atau tidak beriman tidak mengurangi Kekuasaan Allah.Lalu bagaimana sebenarnya peristiwa Isra Mi’raj tersebut,mengapa bisa sebagai ujian?kita simak di episode berikutnya

Apakah Kekalnya Allah sama dengan Kekalnya Surga dan Neraka?

Apakah Kekalnya Allah sama dengan kekalnya Surga dan Neraka?

Mungkin dari kita banyak yang bertanya tentang siapa itu Tuhan.Mengapa Tuhan menciptakan ktia semua? Untuk apa Tuhan yan Maha Mulia dan Maha Baik menciptakan kita semua dalam kondisi yang berbeda-beda.Pertanyaan-pertanyaan tentang Tuhan seperti ini memang akan mendapat jawaban yang berbeda-beda dari orang-orang yang menjawabanya,karena Tuhan yang mereka maksud itu seperti apa yang dimaksud.

Salah satu pertanyaan yang mendapat perhatian ulama yaitu tentang Kekekalan Tuhan dan Makhluknya.Apakah memang Tuhan Menciptakan Akhirat untuk kekal?Tentu akal kita akan terus mempertanyakan,dan itu adalah fitrah manusia.Lalu untuk apa kita bertanya? Jawabannya adalah agar kita menemukan jawabannya.Jawaban-jawaban telah disebar dimuka bumi,kita tingal menemukannya

Untuk menajwab pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti surge dan neraka, ada 2 kemungkinan untuk menjawabnya yaitu menggunakan logika dan menggunakan wahyu.Untuk yang menggunakan logika, ini sangat kontradiktif dengan pertanyaan-pertanyaanya.Kenapa? Karena pada saat yang sama kita menanyakan tentang Tuhan,surga dan neraka.Apa yang kita tanyakan kita ketahui dari apa yang disebut Kitab Suci.Jelas,logika kita hanya akan dapat menjawab pertanyaan tentang surga,neraka sangatlah terbatas,karena dasar yang kita tanyakanpun kita ketahui melalui kitab suci. Continue reading “Apakah Kekalnya Allah sama dengan Kekalnya Surga dan Neraka?”

Islam dan Terorisme

“Islam is the only civilization which has put survival of the West in doubt ,and it has done at least twice”

Samuel P Huntington,penbasihat politik terkemuka pemerintah AS

Begitu komunisme dianggap runtuh,dengan tempo yang cepat diskusi –diskusi tentang “ancaman islam”a tau ‘bahaya islam’ bermunculan.Dalam bukunya yang sudah tidak asing lagi di Dunia Internasional,seorang Ilmuwan politik dari Harvard,Samuel P,Huntungton dalam “the clash of civilization and Remaking of Word Order mengarahkan Barat untuk memberi perhatian khusus kepada Islam.Hanya Islamlah satu-satunya peradaban yang berpotensi besar menggoncang peradaban Barat,sebagaimana dibuktikan dalam sejarah.

Pasca peristiwa 11 September 2001,gejala ini makin menjadi-jadi .Masalahnya bukan terletak pada aspek kajian ilmiah yang jujur dan adil.tetapi kajian,analisis yang memunculkan “ Islam militant sebgai musuh utama Barat”, dimanfaatkan untuk memberikan legitimasi berbagai kebijakan politik dan militer AS dan Negara-negaraBarat lainya,yang ujungnya adalah mengejar kepentingan-kepentingan politik,bisnis,ekonomi,dengan menggunakan jargon-jargon demokrasi,liberalisasi,dan Hak Asasi Manusia. Continue reading “Islam dan Terorisme”

Filsafat Tuhan dan Tuhan Filsafat, antara Barat dan Islam

Beberapa waktu lalu,saya pernah berdiskusi ,dan meperbincangkan tentang agama yang awalnya tentang konsep agama,peradaban akhirnya menjurus pada pertanyaan-pertanyaan tentang tuhan.Terkadang pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan sangat sulit untuk menjawabnya.Sulit sekali karena tentunya saya sebagai muslim berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada ,dan memperkenalkan dirinya dengan diutus rasul-rasul yang membawa risalahNya.Disisi lain,ada yang mempertanyakan tentang keeksisan Tuhan itu sendiri.Dan jika berdiskusi tentang Tuhan,seolah-olah filsafat bermain disini tanpa adanya batasan-batasan dari agama.Pertanyaan-pertanyaan yang “berat” seperti Apakah Tuhan mampu menciptakan Tuhan lain yang menyamai diriNya,atau Sanggupkah Tuhan menciptakan makhluk yang sama dengan dirinya

Sebenarnya saya sudah mengtahui arah pertanyaan selanjutnya dan konsekuaensi .jawabannya. Baik jawaban positif maupun negatif hasilnya sama saja.Kita simpulkan Tuhan tidak berkuasa.Jika dia tidak bisa menciptakan,maka dia Tidak Kuasa,jika dia mampu menciptakan,maka tetap dia Tidak Kuasa,karena Tuhan tidak perlu Tuhan lain alias sendiri saja sudah cukup.Pertanyaan –pertanyaan seperti ini dapat dipastikan pertanyaan seorang sekuler atau ateis, pikir saya. Dan saya juga yakin, sebenarnya ia tidak membutuhkan jawabannya..

Jawaban untuk semacam pertanyaan ini tentu saja dapat dijawab dengan keimanan masing-masing agama,ataupun pembuktian Theis ,agamama manapun bahwa Tuhan itu ada,maka dari itu sebelum menjawab pertanyaan diatas,maka saya tanyakan balik,coba ceritakan Tuhan yang kamu maksud itu seperti apa??Definisi Tuhan menurut kamu itu seperti apa??Tentu jika dia atheis aneh sekali mengurusi hal-hal ketuhanan seorang Theis,jika dia Theis,maka ini menjadi ironi sebab dalam Theis,terdapat yang namanya keimanan,selain juga berfilsafat.Maka akan terjadi benturan antar theis dengan memperbandingkan Tuhannya masing-masing.Coba kita lihat perkataan Newton

Ketuhanan dalam agama Yahudi dan Kristen, sangat problematic. Karena itu, ia ditolak sains
Pertanyaan apakah Tuhan bisa membuat lebih baik dari yang ada ini, pernah diajukan Peter Abelard. Dia sendiri juga bingung menjawab. Pertanyaan orang-orang seperti ini mungkin nyontek dari situ. Tapi yang jelas bukan dari pikirannya sendiri. Apa makna Tuhan baginya kabur. Bertanya tanpa ilmu akhirnya menjadi seperti sebuah hiburan,karena yang bertanya tidak tahu apa yang sebenarnya ia tanyakan.Dan menjadikannya sebagai guyonan semata
Di Barat, diskursus tentang Tuhan memang marak dan terkadang mirip guyonan. Presedennya karena teologi bukan bagian dari ketetapan permanen tapi dapat berubah . Layaknya wacana furu’ dalam fiqih. Ijtihad tentang Tuhan terbuka lebar untuk semua. Siapa saja boleh bertanya apa saja. Akibatnya, para teolog kewalahan.Filsafat memang berkembang disana dimulai dari zaman Yunani sampai romawi. Pertanyaan-pertanyaan rasional dan protes-protes teologis gagal dijawab. Teolog lalu digeser oleh doktrin Sola Scriptura. Kitab suci bisa difahami tanpa otoritas teolog, sosiolog, psikolog, sejarawan, filosof, saintis dan bahkan orang awam pun berhak bicara tentang Tuhan.

Hadits Nabi jika suatu perkara diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu [kehancuran] nya) terbukti. Katolik pun terpolarisasi menjadi Protestan. Protestan menjadi Liberal dan al-sa’ah itu barangkali lahirnya apa yang disebut dengan modern atheism. Dalam tulisan sebelumnya bagaimana peradaban Barat yang tersisa saat ini hidup dari masa lalu yang suram.Barat maju karena membahas hal yang seperti ini.Ada yang namanya sekulerisme dan Liberalisme.Dan maju akibat meninggalkan agamanya
Apa kata Michael Buckley dalam At The Origin of Modern Atheism meneguhkan sabda Nabi. Ateisme murni di awal era modern timbul karena otoritas teolog diambil alih oleh filosof dan saintis. Terbukti bahwa ada yang namanya modernism yang identik dengan barat dan membuang nilai-nilai Tradisonal yang Barat menganggapnyasebagai sesuatu yang tidak masuk akal.Ini karena kekelaman masa lalu Barat dan Traumatis Barat dengan agamanya dimana disaat itu terjadi era yang namanya “Dark Age” saat gereja sangat berkuasa dan setelah itu muncul yang namanya era “Rennaisance” dimana mereka sudah meninggalkan agama mereka,mempertanyakan tentang ketuhana,dll

Descrates hanya percaya Tuhan filsafat, bukan Tuhan teolog, Lalu siapa yang bermasalah? Bisa kedua-duanya. Ini membingungkan. Pernyataan eksplisit Jika barat trauma dengan agama yang dianutnya sebagai sebuah Teologi,maka pernyataan Descrates bahwa bukan Tuhan teolog yang ia percaya,bisa jadi karena memang ada permasalah tentang Teologi di Barat saat itu.
Konsep Tuhan akhirnya harus dicari dengan hermeneutik dan kritik terhadap teks Bible. Tapi malangnya kritik terhadap Bible (Biblical Criticism), bukan tanpa konsekuensi. Biblical Criticism, kata Buckley, justru melahirkan ateisme modern. “Modern Atheism”yang sekarang sedang berkembang di Barat.Sebuah pemikiran bahwa Tuhan itu Tuhan Filsafat,bukan Tuhan Teolog…
Alasan-alasan para filosof ini sebenarnya lugas dan logis. Ketika orang ragu akan teks Bible ia juga ragu akan isinya, akan kebenaran hakekat Tuhan dan kemudian tentang kebenaran eksistensi Tuhan sendiri. Hasil akhirnya adalah ateisme.
Tapi ateisme modern bukan mengkufuri Tuhan, tapi Tuhan para teolog tuhan agama-agama. Yang problematik, kata Voltaire bukan Tuhan tapi doktrin-doktrin tentang Tuhan. Tuhan Yahudi dan Kristen, kata Newton problematik karena itu ia ditolak sains. Tuhan, akhirnya harus dibunuh. Nietzche pada tahun 1882 mendeklarasikan bahwa Tuhan sudah mati.

Tapi ia tidak sendiri. Bahkan bagi Feuerbach, Karl Marx, Charles Darwin, menyatakan jika Tuhan belum mati, tugas manusia rasional untuk membunuhNya. Tapi Voltaire (1694-1778) tidak setuju Tuhan dibunuh. Tuhan harus ada, seandainya Tuhan tidak ada, kita wajib menciptakannya. Hanya saja Tuhan tidak boleh bertentangan dengan standar akal. Hal ini seperti yang saya sebutkan diawal ,menjadi sebuah hiburan dan guyonan tentang Tuhan itu sendiri.

Belakangan Sartre seorang filosof eksistensialis mencoba menetralisir, Tuhan bukan tidak hidup lagi atau tidak ada, Tuhan ada tapi tidak bersama manusia. “Tuhan telah berbicara pada kita tapi kini Ia diam”. Sartre lalu menuai kritik dari Martin Buber seorang teolog Yahudi. Anggapan Sartre itu hanyalah kilah seorang eksistensialis. Tuhan tidak diam, kata Buber, tapi di zaman ini manusia memang jarang mendengar. Manusia terlalu banyak bicara dan sangat sedikit merasa. Filsafat hanya bermain dengan imej dan metafora sehingga gagal mengenal Tuhan, katanya.
Itulah akibat memahami Tuhan tanpa pengetahuan agama, tulisnya geram.

Filosof berkomunikasi dengan Tuhan hanya dengan fikiran, tapi tanpa rasa keimanan. Martin lalu menggambarkan “nasib” Tuhan di Barat melalui bukunya berjudul Eclipse of God. Saat Blaise Pascal (1623-1662) ilmuwan muda brilian dari Perancis meninggal, dibalik jaketnya ditemukan tulisan “Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, bukan Tuhan para filosof dan ilmuwan.” Kesimpulan yang sangat cerdas. Inilah masalah bagi para filosof itu.
Begitulah, Barat akhirnya menjadi peradaban yang “maju” tanpa teks (kitab suci), tanpa otoritas teolog, dan last but not least tanpa Tuhan. Barat adalah peradaban yang meninggalkan Tuhan dari wacana keilmuan, wacana filsafat, wacana peradaban bahkan dari kehidupan publik.
Tuhan, kata Diderot, tidak bisa jadi pengalaman subyektif. Jikapun bisa bagi Kant juga tidak menjadikan Tuhan “ada”. Berfikir dan beriman pada tuhan hasilnya sama. Kant gagal menemukan Tuhan. Kant mengaku sering ke gereja, tapi tidak masuk. Ia seumur-umur hanya dua kali masuk gereja: waktu di baptis dan saat menikah. Maka dari itu Tuhan tidak bisa hadir dalam alam pikiran filsafatnya.
Muridnya, Herman Cohen pun berpikir sama. “Tuhan hanya sekedar ide”, katanya. Tuhan hanya nampak dalam bentuk mitos yang tak pernah wujud. Tapi anehnya ia mengaku mencintai Tuhan. Lebih aneh lagi ia bilang “Kalau saya mencintai Tuhan”, katanya, “maka saya tidak memikirkanNya lagi.” Hatinya kekanan fikirannya kekiri. Pikirannya tidak membimbing hatinya, dan cintanya tidak melibatkan pikirannya.
Tuhan dalam perhelatan peradaban Barat memang problematik. Sejak awal era modern menggambarkan mind-set manusia Barat begini: Theology is known by faith but philosophy should depend only upon reason. Maknanya teologi di Barat tidak masuk akal dan berfilsafat tidak bisa melibatkan keimanan pada Tuhan. Filsafat dan sains di Barat memang area non-teologis alias bebas Tuhan. Tuhan tidak lagi berkaitan dengan ilmu, dunia empiris. Tuhan menjadi seperti mitologi dalam khayalan. Akhirnya Barat kini, dalam bahasa Nietzche, sedang “menempuh ketiadaan yang tanpa batas”.
Tapi anehnya, kita tiba-tiba mendengar mahasiswa Muslim “mengusir” Tuhan dari kampusnya dan membuat plesetan tentang Allah gaya-gaya filosof Barat. Ini guyonan yang tidak lucu, dan wacana intelektual yang aneh. Jika ada muslim yang ikut-ikutan berguyon tentang Tuhan,yang dari awal sudah jelas,dan tidak membingungkan tentunya agak rancu karena ia sendiri mewacanakan yang Baratpu dibuat kebingungan setengah mati

Konsep Tuhan dalam tradisi intelektual Islam tidak begitu. Konsep itu telah sempurna sejak selesainya tanzil. Bagi seorang pluralis ini jelas supremacy claim. Tapi faktanya Kalam dan falsafah tidak pernah lepas dari Tuhan. Mutakallim dan filosof juga tidak mencari Tuhan baru, tapi sekedar menjelaskan. Penjelasan Al-Quran dan hadith cukup untuk membangun peradaban.
Ketika Islam berhadapan dengan peradaban dunia saat itu, konsep Tuhan, dan teks Al-Quran tidak bermasalah. Hermeneutika allegoris Plato maupun literal Aristotle pun tidak diperlukan. Hujatan terhadap teks dan pelucutan otoritas teolog juga tidak terjadi. Malah kekuatan konsep-konsepnya secara sistemik membentuk suatu pandangan hidup (worldview).

Islam tidak ditinggalkan oleh peradaban yang dibangunnya sendiri. Itulah sebabnya ia berkembang menjadi peradaban yang tangguh. Roger Garaudy mengatakan Islam adalah pandangan terhadap Tuhan, terhadap alam dan terhadap manusia yang membentuk sains, seni, individu dan masyarakat.
Islam membentuk dunia yang bersifat ketuhanan dan kemanusiaan sekaligus. Jika peradaban Islam dibangun dengan gaya-gaya Barat menghujat Tuhan itu berarti mencampur yang al-haq dengan yang al-batil,yang seharusnya Muslim bangga menjadi seorang muslim,bukannya malah ikut-ikutan kebingungan seperti Barat.Tentan pengantar peradaban Islam bisa di baca disini

Wallahu alam
Sumber Bacaan:
Filsafat Islam,Mizan
Hidayatullah: Dr.Hamid Fahmi Zakarsy