Hikmah

Sila keempat dari Pancasila berbunyi: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Hikmat ini tentu bukan personal, bukan Presiden atau ketua DPR atau MPR. Hikmat adalah suatu kondisi kejiwaan dan dalam sila ini dikatikan dengan sikap dalam bermusyawarah dan menentukan kebijakan. Artinya sistim permusyawaratan dan perwakilan dalam bernegara di Indonesai ini mestinya dipimpin oleh moralitas yang tinggi.

Dalam bahasa umum hikmah difahami sebagai kebijaksanaan atau bijaksana. Dalam al-Qur’an terdapat perintah untuk berdakwah dengan bijaksana (bi al-hikmah). Maka orang yang memutuskan perkara demi menegakkan keadilan disebut hakim. Hikmah juga berkaitan dengan berfikir yang logis dan mendalam. Karena itu Ibn Rusyd menterjemahkan “hikmah” dengan filsafat dan hakim dengan filosof. Lalu apa sebenarnya makna “hikmah”itu?

Istilah itu asli dari al-Qur’an dan disebut sebanyak 20 kali. Namun para ulama mengembangkannya menjadi berbagai makna. Ada hikmah ilahiyah, hikmah khuluqiyah, hikmah tabi’iyyah, hikmah amaliyyah dsb. Namun dalam konteks kehidupan individu dalam berbangsa pendapat para filosof dan sufi menarik dicermati.

Menurut al-Ghazzali hikmah adalah salah satu dari unsur akhlaq mulia selain keberanian, kejujuran dan keadilan. Maka berakhlaq mulia dalam Islam itu bukan sekedar berperilaku baik, tapi juga berilmu tentang kebaikan, bersikap berani menyatakan kebenaran, berlaku adil terhadap segala sesuatu alias tidak zalim.

Agar memiliki hikmah, keberanian, kejujuran dan keadilan diperlukan ilmu. Sebab berani dan adil tanpa ilmu bisa salah jalan alias sesat. Orang berilmu yang tidak jujur, ilmunya tidak manfaat. Demikian pula kekuatan dan manfaat ilmu dapat dilihat ketika seseorang itu dapat membedakan antara kejujuran dan kebohongan, antara haq dan batil, antara baik dan buruk. Jadi hikmah menurut al-Ghazzali adalah keadaan kejiwaan seseorang yang dapat mengetahui yang baik dari yang buruk benar dalam segala perbuatan. (Ihya III, hal.54). Ibn Arabi dalam Futuhat juga berpendapat sama.

Lisan al-Din al-Khatib, ulama abad ke 14, dalam kitab Raudat al-Ta’rif memahami hikmah seperti keadilan, yaitu meletakkan sesuatu pada tempatnya. Syaratnya, harus memahami letak-letak segala sesuatu. Tapi meletakkan sesuatu pada tempat bukanlah kerja mudah. Menurut Naqsyabandi, dalam kitab Jami al-Usul, hikmah itu adalah ilmu tentang segala sesuatu, sifat-sifatnya, kekhususannya, hukum-hukumnya, hubungan sebab-akibat dan mengamalkan sesuai yang dibutuhkan.

Ikhwanussafa menjelaskan orang yang memiliki hikmah atau “al-hakim” adalah yang perbuatannya dapat dipertanggung jawabkan; kerjanya tekun, perkataannya benar, moralnya baik, pendapatnya betul, amalnya bersih dan ilmunya benar, yaitu ilmu tentang segala sesuatu.

al-Ghazzali menambahkan al-hakim adalah orang yang jiwanya memiliki kekuatan mengontrol dirinya sendiri (tamakkun) dalam soal keimanan, akhlak dan dalam berbicara. Jika kekuatan ini terbentuk maka akan diperoleh buah dari hikmah, sebab hikmah itu adalah inti dari akhlak mulia.

Maka “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan” menggambarkan nilai sebuah sistim yang dikusai oleh semangat hikmat. Artinya sistim kenegaraan kita Indonesia harus berada ditangan orang-orang yang “hakim”. Yaitu orang yang berilmu hikmah, yang pasti tahu kebenaran yang berkata benar; yang tahu dan berani memutuskan yang salah itu salah dan yang benar itu benar; yang tahu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya; tidak akan pernah meletakkan kepentingan dirinya diatas kepentingan rakyat atau umat; tidak meletakkan perbuatan dosa atau maksiat dalam dirinya yang fitri dan seterusnya.

Walhasil, jika sistim permusyawaratan dinegeri ini dikontrol oleh akal pikiran dan jiwa yang demikian itu maka tidak akan ada kebijakan yang salah dinegeri ini. Tidak akan ada korupsi di pemerintahan dan tidak akan ada kebohongan publik. Negeri ini pasti akan menjadi makmur dan sejahatera karena semua berjalan diatas jiwa-jiwa yang penuh hikmah alias hakim. Sebab al-Qur’an sendiri menjamin “Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak….” (a-Qur’an 2:269)

[Oleh Direktur INSIST- Dr. Hamid Fahmy Zakarsyi , Jurnal ISLAMIA, Republika]

Advertisements

Hikmah – Hikmah Isra Mi’raj

Seri l Kenapa Ada Isra Mi’raj
Seri 2 , Kisah-Kisah Isra Mi’raj
Seri 3 Isra Mi’raj Mukjizat atau bukan?

Seri 4 Bagaimana Kejadian Isra Mi’raj
Seri 5 Hikmah-Hikmah Isra Mi’raj

Setelah mengetahui bagaimana mudahnya Allah membuat sesuatu dan mengendalikan sesuai kehendakNya,maka sangat mudah dicerna akal kita bahwa sangat mungki Rasul bertemu dengan para nabi –nabi dan juga bertemu dengan Allah.Dan disini nabi mendapatkan perintah shalat,dan juga melihat surge dan neraka,bertemu dengan para nabi.

Namun lagi-lagi ada yang menarik,Dalam hadits yang panjang dari Bukhari bagaimana kejadian Isra Mi’raj ini nabi hanya bertemu dengan beberapa nabi dan rasul,dan saat bertemu hanya saling mengucapkan salam, salam antar hamba yang saleh.Bisa jadi rasul menanyakan pengalaman rasul-rasul terdahulu, namun jika ha nya untuk salam mengapa harus dipertemukan.Coba kita lihat nabi-nabi yang bertemu dengan Rasul yaitu:
Adam ,Ibrahim,Idris,Musa,Harun,Yusuf,Yahya,Isa dan Musa

Jika kita kaitkan dengan Tujuan Allah menfokuskan Rasul dengan satu tujuan yaitu hanya Allah saja tempat berserah,tempat memohon pertolongan,maka kita akan lihat profil-profil nabi yang dipertemukan dengan Rasulullah Muhammmad
Nabi adam adalah,nabi pertama,manusia pertama,orang yang berkeluarga pertama
Nabi Ibrahim ialah orang yang mencari Tuhan,kebenaran, Bapak para nabi,puncak Ketauhidan
Nabi Idris adalah orang yang cerdas dan tepat pemikirannya,
Nabi Musa ialah orang yang paling berat karena berkeluarga dengan Firaun yang didakwahinya sendiri,seorang raja yang harus didakwahi,juga ada nabi Harin yaitu orang yang fasih dalam berbicara dan juga berdialog,
Yahya yang mendakwahi kaumnya diamana saat itu daerahnya dijajaha Kaisar Romawi,berbeda dengan Musa,Yahya melawan raja dari bangsa lain.Juga Yusuf yang ahli dalam bidang keuangan dan ekonomi Negara,dan Nabi Isa yang mempunyai pengikut yang setia dan juga ada yang berkhianat.

Nabi Muhammadpun yang tadinya frustasi,menjadi lapang pemikirannya, bahwa dunia itu luas.Perjuangan para nabi sebelumnya tidak mudah,dengan berbagai latar belakang.Bagaimana perjuangan para nabi terdahulu yang bersabar dan diuji lebih berat dari yang nabi Muhammad alami.Rasulpun melihat alam semesta, Surga dan Neraka,Alam ghaib dan sepertinya Allah menggambarkan bahwa sebenarnya persolan yang melanda Muhammad yaitu hilangnya backingan yaitu Istri dan Paman Nabi adalah kecil semata,dibanding Apa Kebesaran Allah yang Allah perlihatkan kepada hambanya.

Romawi dan Persia bukanlah musuh besar dihadapan kebesaran Allah,yang nantinya Rasul mempunyai Visi akan takluk Persia saat membelah batu.Hanya Allahlah yang menjadi tempat sandaran,sehingga pelajaran kesabaran ini diperlihatkan dengan bertemunya rasul dengan para nabi.Selain itu lengkaplah dengan turunya perintah shalat kepada Nabi Muhammad Continue reading “Hikmah – Hikmah Isra Mi’raj”

Di Akhir nanti..

Hmm….
merangkak sedikit,menuju hancur lebur
tak ada bantuan dan tak ada pertolongan
hanya merangkak,itu yg bisa kulakukan saat ini !

delapan jam sehari
tujuh hari seminggu
empat minggu sebulan
setapak demi setapak menuju mati yg hakiki

yang bergerak hilir mudik
perih menari indah
naik keatas tuk bunuh !!!
sedikit demi sedikit jadi rapuh

hanya tujuan awal semangati diri
senyum diakhir jadi sasaran lari
tak berasa lelah saat itu
hanya senyum diakhir nanti

kurindukan saat itu !
disaat semuanya menjadi masa lalu
disaat semuanya menjadi obroLan sang maLam
dan disaat semuanya sirna,hanya satu yg berdiri disana . . . .

Apa yang ada padaku

Ketika aku lupa bersyukur
Aku ingin selalu ingin hidup kaya
Padahal hidup adalah kekayaan

Aku selalu ingin meraih kemenangan
Padahal kemenangan hanyalah sisi lain dari kekalahan

Aku selalu ingin menjadi yang terbaik
Padahal itu sangatlah relatif dan menyakitkan

Aku selalu ingin menjadi yang terkuat
Padahal lawan beratku adalah diriku sendiri

Aku selalu ingin menjadi nomor satu
Padahal satu paling dekat dengan nol

Aku selalu ingin dihormati
Padahal itu adalah penjara hati

Aku selalu ingin dicintai
Padahal cinta hanya dimiliki bagi yang mencintai
Sedang dicintai mungkin saja tak punya cinta

Aku selalu ingin tau segalanya
Padahal aku belum tau siapa diriku

Aku selalu ingin masuk surga
Padahal ibuku masih hidup Untuk selalu kuciumi telapak kakinya

Aku selalu ingin menjadi raja
Padahal aku belum mampu memimpin diriku sendiri

Aku selalu takut kalah
Padahal rasa takut adalah bagian dari kekalahan yang sesungguhnya

Aku selalu benci kemiskinan
Padahal aku lahir telanjang dan menangis

Aku selalu takut gelap
Padahal dalam gelap aku sering melihat hatiku

Aku selalu takut kesepian
Padahal sepi adalah kemerduan aransmen musik jiwa dari nyanyian tafakkur

Aku selalu takut rugi
Padahal hidupku nyata sebuah keberuntungan

Aku selalu takut memberi
Padahal semua yang Ku punya semuanya adalah pemberian

Aku selalu iri dan cemburu
Padahal aku tak pernah adil pada diriku dan pada siapapun

Aku selalu ingin bebas merdeka
Padahal tidak ada sesuatupun yang memasungku
Dan justru yang selalu menjajahku adalah segala keinginan-keinginanku sendiri

Aku selalu takut sendirian
padahal aku tidak pernah terpisah dari bayanganku sendiri

Aku selalu takut terhina
Padahal dari kehinaan orang sering dapat merasakan artinya hidup

Tapi….
Ada yang senantiasa kutakuti
Namun sekaligus menjadi selalu yang kuinginkan
Bahkan sangat kurindui yaitu “KEMATIAN”

Takut…
karena aku harus bertemu Engkau dengan segala kemuliaan-Mu
Sementara aku datang dengan segala kehinaan, aib dan dosa-dosaku

Rindu….
Karena aku tersandar dari segalanya bahwa Engkau jua Kekasihku

Ya Rabb….
Jadikanlah segala takut dan keinginanku hanya kepadaMu dan untuk-Mu
Ampunilah aku… ampunilah…
Berilah aku hidayah untuk senantiasa menjadi hamba-Mu yang pandai bersyukur
Amiiin….
Sampaikan salamku pada kekasih-Mu
Rasulullah Shallallahhu’alaihi Wasallam (VOI)

Aku…..

aku bukan malaikatMu
aku tak sigap menjalankan perintahMu
aku tak punya sayap untuk menyampaikan wahyuMu
aku tak siap untuk selalu menyapa saat Kau memanggil ku
tapi aku mencoba untuk menjadi malaikatMu

aku memiliki hawa nafsu
aku memilih dunia untuk berlabuh
aku kadang lupa akan janji ku
aku kadang berjalan dengan angkuh ku
tapi kemudian aku mencoba mengingatMu

dalam sendiri
dalam sepi
hanya Kau penerang ku

aku tak ingin menjadi pasienMu
tapi aku akan mencoba seperti malaikatMu…
dunia “maya”pada menjadikan orang punya daya
menjadikanku berbicara seenaknya karena tak tau siapa yang bicara

ah… bicara kehidupan pengetahuan dan keputus asaan
apa yang terlintas dan terbayang itu diungkapkan
tak peduli siapa yang tak berkenan … semuanya serasa diperbolehkan

diri ini tempat kejahatan
tetapi cahaya hati yang redup selalu jadi penerang
bersorban sultan tapi diri ini ternyata binatang

ah … Tuhan… kau izinkan aku tercipta
untuk bersua dengan kehidupan… fana dan fana…
serasa hidup bertilam surga
padahal apalah artinya … karena diriku sungguh tanpa daya..

kepala penuh dengan yang ingin diutarakan
dada ini sesak dengan pengejewantahan pengejewantahan
sejuta tiga kata berseliweran penuh makna

tapi kembali aku kau ingatkan
diam adalah obat penenang … berselimutkan kain kafan
untuk memantapkan haluan .. menuju keharibaanMU

Aku Sering Kali melupakanmu

Waktu engkau masih kanak-kanak………….
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’, Aku kau sentuh
dalam keadaan suci, Aku kau pegang
Aku,kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…………..
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…?
Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji…….
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali;
sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu.

Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian , kesepian.

Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa
halaman.
Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..

Sekarang…seawal pagi sambil minum kopi…engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka
surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stesyen radio kesukaanmu
Mengasyikkan.

Di mejamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai beraktivitas
Di Komputermu pun kau putar muzik kesukaanmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku………
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku

Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran telivisyen
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu………
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama

Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…
Dan akhirnya…..
kubur yang setia menunggu mu………..
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu

Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah “Al-Qur’an”,kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu…….
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali…

Baca dan pelajari lagi Aku….
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat
Seperti dulu…. Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan aku sendiri….
Dalam bisu dan sepi….