Posts Tagged ‘ ramadhan ’

Jejak Ramadhan

Jejak –jejak Ramadhan

Setelah usai satu bulan
Apakah akan usai pula sebelas bulan berikutnya

Setelah usai satu bulan
Apakah engkau akan pergi meninggalkan kami tanpa jejak

Setelah usai satu bulan kami menahan lapar
Apakah sebelas bulan nanti, kami akan benar-benar bersyukur atas makanan yang engkau berikan

Setelah usai satu bulan kami bersabar atas perintahmu
Apakah sebelas bulan , kami akan bersabar melanggar laranganmu

Setelah usai satu bulan kami shalat malam dengan harap dan gembira
Apakah sebelas bulan kelak, sujud, ruku, dan berdiri kami sulit sekali

Setelah usai satu bulan mesjid tempat melepas kerinduan kami
Apakah sebelas bulan kelak, hanya sepi dan satu shaf yang kami lihat

Setelah usai satu bulan ,kami melihat fajar memerah
Apakah sebelas kelak,kami terlelap tidur dengan nyaman diatas seruanMu

Setelah usai satu bulan kami menata hati
Apakah sebelas bulan kelak, kami meremehkan orang lain karena tingginya ilmu kami
Apakah sebelas bulan kelak kami menolak kebenaran karena malu
Apakah sebelas bulan kelak kami menyebut-nyebut pemberian kami

Setelah usai satu bulan kami dengan ramah mengeluarkan harta untuk sedekah
Apakah sebelas bulan kelak, perut kami kekenyangan sambil tertawa-tiwi di kafe

Setelah usai satu bulan kami membayar zakat
Apakah sebelas bulan berikutnya kami akan menghitung-hitung yang akan kami sumbangkan

Setelah usati satu bulan kami syahdu membaca Quran
Apakah sebelas bulan kelak, kami akan menyimpannya bak kitab Suci di lemari nan indah

Setelah usai sebulan kami berkumpul 8 orang dalam kajian keislaman
Apakah sebelas bulan kelak kami akan sibuk mengerjakan tugas seharian

Setelah usai sebulan kami menahan kantuk dimalam hari dan pagi hari
Apakah sebelas bulan beriktunya kami menikmati malam hingga matahari terbit terlewat

Setelah usai sebulan kami belajar dengan giat
Apakah sebelas bulan kelak kami akan menanyakan jawaban saat ujian

Setelah usai sebulan kami bekerja dan belajar giat
Apakah sebelas bulan kelak kami akan bermalas-malasan dan bermain game

Setelah usai sebulan kami menamatkan Quran beberapa kali
Apakah sebelas bulan kelak ,Quran kami berdebu

Setelah usai sebulan kami menambah 1 juz
Apakah sebelas bulan kelak kami berkata bahwa dulu kami pernah hafal surat ini

Setelah usai sebulan kami rasakan bersama
Apakah usai sebulan kelak, ketika bertemu saling tak acuh

Setelah usai sebulan ,kami berdiam di mesjid dan juga bekerja
Apakah sebelas bulan kelak , kami sibuk dengan urusan kami di kampus , atau sibuk dengan urusan di mesjid?

Setelah sebulan kami bersilaturahmi dengan kerabat
Apakah sebelas bulan kelak kami enggan pergi, karena “jauh”

Setelah usai sebulan kami menulis
Apakah sebelas bulan kelak, kami tidak sempat membaca

Setelah usa sebulan kami dididik dalam madrasah ramadhan
Apakah sebelas bulan kelak ijazah madrasah kami akan tetap kami amalkan

Setelah usai sebulan kami berjalan dalam ramadhan
Apakah sebelas berikutnya jejaknya masih akan tetap membekas??

Kontemplasi,penghujung ramadhan

Di penghujung ramadhan

Ada sebuah hal yang berbeda dari ramadhan – ramadhan sebelumnya

ramadhan yang biasa kita lihat mereka tersenyum ,nampaknya sedikit berubah,ada apa gerangan?

Ini ramadhan pertamaku , ya ..pertama ,

ketikaEngkau menjemput orang yang kucintai,

ketika riuh tangis keluar dari dalam hatiku, ketika dia meninggalkanku begitu cepat

Lalu Engkau memasukkan kedalam hati kami kesabaran

Dan Engkau memasukkan kedalam hati kami kekuatan ,ketenangan

Pantaskah diri ini bersyukur? Atau larut dalam duka

apakah Engkau akan mempertemukan kami dalam jannahMu?

Wahai Tuhan yang memegang jiwa-jiwa ini

telah kering tintaMu, semua telah tercatat rapi, ajal,umur,jodoh,kehidupan

namun izinkan aku berdoa Dalam penghujung bulanmu

Izinkan diri ini dikehendaki petunjukMu

Tetapkanlah hati ini dalam taat kepadaMu

tetapkanlah amal-amal ini dalam amal soleh-

tetapkanlah akhlak ini dalam kesalihan

Bukankah janji Engkau? Doa diri yang mengalir untuknya?

Hanya ini yang dapat kuperbuat

Sungguh Engkau menyampaikan kepada kekasihMu,

seuah doa anak soleh… salah satu penolongnya

Maka hambamu memohon tetapkanlah kehendakMu,

di penghujung ramadhan, dimana Engkau mengabulkan doa hamba-hambamu

Sepi …sepi tanpanya

Namun itulah hidup,silih berganti

Dalam sisa penantian perjumpaan denganMu

diri ini masih memiliki seseorang, hanya engkau satu-satunya yang kumiliki,

izinkah hambamu mengabdi padanya

“Rabbigfirli wali walidayya warhamhuma kama rabbayani soghiro

Pertemukanlah keluarga ini dengan Ramadhan tahun depan

Masukkan ke dalam hati-hati kami rasa syukur,ketabahan,kesabaran

Masukkan ke dalam hati kami kegembiraan di hari esok

Hari nan fitri Dimana tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya

Semoga engkau menetapkan hamba-hambamu ke dalam golongan orang-orang shalih

Perjalanan Ramadhan

Menatap Langit kulihat awan berkumpul seolah ingin berteriak

kulihat tiba-tiba mataku mengeluarkan air mata

oh bukan….

ternyata air-air itu semakin banyak membasahi pipiku

sebuah fenomena alami

sebuah kota kelahiran diri ini

saat itu lagi-lagi dejavu dalam sebuah kontemplasi, ataukah saat ini?

Sendiri ,lagi-lagi menyendiri ditemani rintik hujan yang membasahi payungku , ataukan bumi ini?

Tenang rasanya, dalam kesendirian,ataukah berdua dengaNya?

Ramadhan .,cepat sekali engkau berlalu,ataukah aku yang meninggalkanmu?

Salman tempat ku kembali

ataukah perjalanan kantuk dalam mesjid nan raya kota hujan ini

ataukah dekapan ukhuwah di mesjid kampus pemikir al-ghifari

ataukah dalam harapan dan penantian panjang tak berujung al hurriyyah ipb?

Sebuah perjalanan spiritual ,ataukah perjalan pemikiran?

Semua menemaniku dalam kesendirian , ataukah ketenangan?

Diiringi nada-nada tetesan air yang membasahi bumi

membawa jawaban dari langit

Sungguh Dalam tetes hujan adalah waktu Tuhan menjawab doamu

Wahai diri,ucapkan secuil harapanmu engkau tidak tau dirimu akan dipertemukan tahun depan, denganNya ,ataukah dengan ramadhan

Wahai diri, ucapkan yang tak terucap dalam kesendirian

Seperti zakariya berkata ‘ Rabbi Laa tandzarni fardan wa anta khairul waaritsiin’

Tidak ada lagi kesendirian

semoga engkau dipertemukan dengannya, tidak dalam kesendirian

dalam manisnya ukhuwah atau bersatunya hati ini

Wahai diri, cepat ,dia akan segera meninggalkanmu Cepat ucapkan yang belum terucap Untaian kata maaf nan tayyibah Juga sunnah kekasihMu di hari esok, saat ramadhan mulai meninggalkan diri

Mohon maaf atas segala khilaf

Semoga Allah menerima amalku, dan amal kalian

Kota hujan,perjalanan 25-30 ramadhan ,di temani bayang-bayang dan rintik hujan

Marhaban Ya Ramadhan

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan

Hanya dalam beberapa hari yang dapat dihitung, Umat Islam lagi –lagi akan kedatangan “tamu istimewa”.Bisa dibayangkan kalau rumah kita kedatangan Tamu Istimewa yaitu Presiden, dan kita sudah tahu dia akan datang beberapa hari lagi kita akan mempersiapkan yang terbaik untuk menyambutnya.Tamu yang satu ini juga akan disambut oleh seluruh Umat Islam dengan bahagia dan penuh harapan.Kenapa? karena ia adalah bulan yang penuh rahmat ,penuh ampunan, bonus-bonus pahala bertebaran, pintu neraka ditutup, di Bukanya pintu Surga,dibelenggunya setan dan masih banyak “kejutan-kejutan “ yang di siapkan Allah.

Mulai dari ibadah sunnah yang selalu dilaksanakan rasul,apalagi ibadah wajib…Apalagi kalau mebahas malam Lailatul Qadar.Beribadah pada malam ini lebih baik dari 1000 bulan, bisa di bayangkan jika kita “beruntung” mendapatkan malam Lailatul Qadar,dan saya yakin “keberuntunga” tersebut dibutuhkan usaha untuk mencapainya. Denga semua keistimewaan , sangat logis jika kita mempersiapkan diri untuk bertemu tamu Istimewa. Oleh karena itu, Rasulullah mengingatkan kita “ Jika kamu mengetahui apa yang terkandung di Bulan Ramadhan,pasti kamu akan mendambakan setiap Tahun seluruhnya adalah Ramadhan “

Tapi bukannya kita mau menghitung-hitung bonus-bonus yang di berikan,setidaknya pahala-pahala yang dijanjikan dapat membuat kita lebih semangat menghadapi Ramadhan dan juga mempersiapkannya.Janji-janji Allah pasti benar, dan yang bersungguh-sungguh akan mendapat janji dengan sempurna.

Agaknya bonus-bonus pahala di Bulan Ramadhan membuat agar kita tidak asal-asalan dalam menjalani ibadah pada Ramadhan.Agar kita memanfaatkan Bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya,sehingga di akhir ramadhan kita tidak menyesal.Pengalaman pribadi mengatakan,setidaknya mungkin kita menyesali,dan banyak pertanyaan-pertanyaan “ Mengapa yah tarawih saya bolong-bolong, mengapa menuntut ilmu saya kurang serius, mengapa satu kali khatam Quran saja tidak sampai, dan selanjutnya

Pada bulan ramadhan ini,kita melihat banyak fenomena menarik,yaitu ramainya mesjid yang tadinya sepi, Menambahnya orang yang tilawah setiap harinya,kajian keislaman yang semakin banyak,juga sampai qiyamul lail ( tarawih) berjuz-juz dengan bacaan yang membuat kita ingin menangis.Pengalaman saya sendiri,selama ramadhan ,entah mengapa ruhiyah untuk melakukan ibadah meningkat pesat.Mungkin karena memang Bulan ini lain dari biasanya, juga benar perkataan rasul tentang ‘di belenggunya setan’.Sehingga fenomena-fenomena yang terjadi dapat membuat kita menjadi lebih baik,membuat kita termenung,menyusun grand desain kehidupan kita,bahkan menangisi dosa-dosa kita saat shalat malam.

Memang, hati yang luruh pada ramadhan bukanlah sesuatu yang memalukan.Menangis saat ramadhan dan menjelang Id tak begitu sulit. Suasana yang mendukung , membuat hati semakin lembut, dan kita merasa semakin dekat dengan Allah.Sungguh berbeda sekali dengan hari-hari biasa. Bisa dibayangkan jika “ramadhan setiap tahun”,maka hati-hati lembut dan nuansa spiritual sangat terasa.

Begitulah para sahabat dan salafus – shalih menjalani ramadhan.Bagaimana kita dengar kisah tangis para Salaf yang setiap hari dalam hati yang seperti ramadhan.Imam Al Auzai yang setiap malam riuh karena suara tangisan dirumahnya, sampai-sampai saat Ibunya berkunjung ke rumahnya ada air menggenang disangka ompol bayi,padahal itu tangisannya,begitulah setiap malam dilalui.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang lebih menyukai menuntut ilmu pada sebagian malam lebih dari ibadah yang dilakukan.Imam Ahmad yang berpuluh-puluh tahun menjaga malamnya. Memang,imam-imam tersebut tidak dapat dibandingkan dengan kita,sangat jauh perbedaanya,namun bisa jadikan motivasi bagi kita bagaimana salafus shalih mempersiapkan diri pada hari-hari biasa, apalagi dengan Ramadhan?

Bagaimana dahulu para salafus shalih (orang-orang terdahulu yang shalih)memahami Ramadhan? Agaknya kita penasaran untuk mencontoh mereka ,bagaimana sih dengan Ramadhannya mereka.Di lihat dari contoh nyata, bulan ramadhan bagi salafus shalih bukan merupakan bulan “ malas” atau bulan “istirahat”.Dapat dibayangkan perintah pertama shaum turun pada waktu Perang Badar.Ini adalah sesuatu yan luar biasa,apalagi jika meninjau dari sisi pikologis,juga keimanan.Tidak hanya itu, peristiwa-peristiwa besar mereka lalui pada Bulan Ramadhan.Kita lihat Fathu Makkah,Ain Jalut, perang al Qadisiyyah,dan perang-perang lainnya.Bahkan bagi kita, umat Islam Indonesia,ramadhan memiliki makna tersendiri.Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 terjadi pada bulan ramadhan bukan?

Ini adalah bukti bahwa shaum tidak pernah menjadi penghalang kita berkegiatan.Banyaknya aktivitas nanti mungkin (akademik,organisasi,dll),tidak menjadi penghalang agar kita meningkatkan ibadah kita pada Bulan Ramadhan,bahkan kegiatan organisasi dan akademik,kita niatkan Ibadah ,sehingga tidak ada satupun yang tidak menjadi ibadah saat ramadhan nanti.Sekarang kita persiapkan diri menyambut tamu Istimewa,bagaimana kita kita menerimanya dengan ikhlas dan juga menjalankannya.Ahlan wa sahlan Ya Ramadhan.

nb: saya tidak tahu pemakaian marhaban dan ahlan wa sahlan dalam kaidah bahasa arab ,bedanya dimana,mungkin ada yang bisa menjelaskan 🙂