Posts Tagged ‘ generasi ’

Sumpah Pemuda, Perjuangan dan Refleksi Kaum Muslimin

Mungkin bulan oktober ini dapat dibilang bulannya pemuda di Indonesia.Awal Oktober ketika dunia Islam tertuju ke Indonesia, ketika ulama-ulama dunia, dai’,pemuda Islam berkumpul di Indonesia pada Konferensi International , Word Assembly of Moslem Youth (WAMY) yang menyimpulkan tentang peran pemuda muslim dimasa yang akan datang. Pada tanggal 20 Oktober, dimana pada peringatan satu tahun pemerintahan SBY dan Boediono, dimana pemuda terlibat demonstrasi, dan beberapa diantaranya berakhir dengan ricuh. Dan pada tanggal 28 Oktober ini,hari dimana dianggap sebagai hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda yang dibacakan 82 Tahun yang lalu dalam rapat pemuda II.Namun setelah dicermati, apakah hubungannya dengan “Sumpah Pemuda”?.karena pada dasarnya tidak ada tulisan mengenai sumpah pemuda pada teks tersebut.Dokumen resmi dan otentikpun tidak ditemukan bahwa hari tersebut memang dijadikan sebagai hari penting atau peristiwa penting, dan hanya tertulis `Poetoesan Congres.Mengingat begitu penting peran pemuda, maka bisa jadi hari ini, sebuah pembelokan makna, sehingga seolah-olah pemuda Indonesia telah bersumpah pada tahun 1928 dan dijadikan sebagai ideologi,dan itu terlihat jelas pada isi sumpah pemuda yang beredar sekarang ini

Antara Sumpah Pemuda dan Nasionalisme

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Itulah isi dari teks yang dianggap sebagai sumpah pemuda . Sumpah pemuda ini, dianggap manjur untuk melumpuhkan gerakan-gerakan separatis yang akan mengganggau keamanan Negara dengan semangat nasionalisme .Semangat ini dapat diterapkan dengan tidak berlebihan, karena bagaimanapun kita hidup di bumi Indonesia ini. Para pejuang terdahulu, berjuang melawan penjajah tentu ingin mempertahankan wilayahnya, namun sebagai muslim, pejuang kita seperti Diponegoro,M. Natsir, Agus Salim, Bagus Hadikusumio, Kasman Singodimedjo menganggap bahwa kebenaran lebih mereka cintai dalam membela bangsa dengan menegakkan nilai-nilai Islam.

Mereka adalah orang-orang yang berjuang bagi Negara, ikhlas dalam membelanya, dan sangat paham tentang nasionalisme, namun perbedaannya adalah asas nasionalisme Islam adalah aqidah islamiyah, sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja

Setelah runtuhnya khilafah Utsmani .Gerakan nasionalisme yang sempit mulai terjadi yaitu ketika dalam prosesnya,setiap bangsa berjalan sendiri-sendiri.Menonjolkan warisan nenek moyang , ketika Mesir kembali kepada Firaun, Irak pada Babilonisme, maroko pada Barbar-nya dan negeri-negeri Islam lainnya Begitu ampuh gerakan ini, ketika paying Utsmaniyah runtuh, gencarnya proklamasi beberapa Negara Islam. Dan sebenarnya, ini adalah warisan kolonial Barat,pada daerah-daerah jajahannya. Sehingga Negara-negara Islam tidak merasa dipersatukan oleh aqidah Islam

Sumpah yang Agung : Bercermin dari Pemuda Pengukir Sejarah

Ketika sumpah pemuda yang menggagas sumpah nasionalisme, yang hanya terbatas pada tempat tertentu , maka dalam Islam, rasul telah menjelaskan bahwa ada sumpah yang sangat agung dibanding sumpah pemuda, yaitu bersumpah penghambaan hanya kepada Allah saja. Sebuah kalimat yang teguh, kalimat Tauhid, kalimat yang menjadikan orang-orang yang mencetak sejarah, pemuda-pemuda yang mengubah sejarah, pemuda-pemuda yang rabbani, mencetak pemuda harapan dunia.

Aqidah mempersatukan hati-hati orang mukmin,jika kita lihat proses tarbiyah Rasulullah bagaimana ketika beliau mempersiapkan para pemuda dengan aqidah yang benar, karena memang generasi mereka yang akan memegang tampuk kepemimpinan kedepan.Lihat saja bagaimana pada usia 8 Tahun Ali bin Abi Thalib sudah mengikuti proses tasfhiyah(pemurnian aqidah), dan tarbiyah (pendidikan). Suatu saat menjadi khalifah besa. Arqaam bin Abil Arqam pada umur 12 tahun, Abdurrahman bin Auf , Usamah Bin Zaid yang baru berumur sekitar 19 tahun diamanahkan memimpin perang melwan Romawi, Mu’adz bin “Afra” dan Mu’adz bin Amru bin Al Jamuh yang membunuh pemimpin kafirin Abu Jahal pada perang Badar, atau Ibnu Umar yang meminta dimasukkah pada pasukan perang padahal umurnya baru 13 tahun

Itulah potret generasi pemuda yang disatukan oleh aqidah, berlanjut pada zaman setelahnya, Umar bin Abdul Aziz yang menjadi khalifah saat umur 37 tahun, dan diyakini sebagai khalifah rasyidah. Imam Syafii yang pada umur 11 tahun sudah mengajar dan dimintai fatwa, Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani yang saat muda menghafal kitab-kitab dan dipercaya menjadi qadhi saat usia muda.dan menorehkan penanya dalam kitab sangat berharga yaitu Fathul Baari. Generasi terus berlanjut, Muhammad Al Fatih yang saat itu berumur 21 tahun dikisahkan membebaskan konstantinopel ,meruntuhkan imperium romawi timur,seperti yang dijanjikan rasulullah

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin Hambal Al-Musnad 4/335]

Dan orang-orang tersebut telah dicatat sejarah, dengan sumpah yang paling agung, melebihi sumpah apapun. Pemuda-pemuda yang namanya mendunia, pemuda-pemuda yang berkarya dan karyannya dapat dirasakan sampai sekarang.Sebuah ikatan yang dibangun datas dasar aqidah, melebihi kepada ikatan kerabat, keluarga, bangsa, dan juga Negara.

Refleksi, Peran Pemuda Islam dimasa kini

Sumpah Pemuda, mengajak kita berpikir, bahwa pentingnya peran pemuda, mengingat bahwa ternyata ada sumpah yang jauh lebih agung, tidak hanya terbatas pada suku, bangsa,dan wilayah tetapi sumpah kepada sebuah kebenaran.Melihat generasi-generasi lalu, agaknya kita dapat mengambil pelajaran, bahwa peran pemuda sangatlah penting. Sampai –sampai nanti Allah akan mempertanyakan usia muda kita dihabiskan untuk apa? Dan ini tentunya akan kita jawab suatu saat nanti

Ketika Soekarno berkata ” berikan kepadaku 10 orang pemuda, aku akan goncangkan dunia”, tentunya beberapa abad yang lalu, generasi muda menggoncangkan dunia. Namun , saat ini, terjadi kemunduran pada pemuda-pemuda Islam. Ketika merefleksikan diri ini, dengan pemuda-pemuda hasil tarbiyah nabi, tentunya kita merasa sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan generasi salafus shalih.Oleh karena itu rasul bersabda bahwa pemuda yang taat beribadah kepada Allah, salah satu golongan yang dinaungi dihari kiamat. Inilah sumpah yang melebihi sumpah pemuda pada hari esok. Sumpah kepada kalimat tauhid. Berada diatasnya, dan itu yang dapat mengembalikan kita kepada generasi emas Islam.

Generasi pemuda pengukir tinta sejarah seperti Umar bin Abdul Aziz akan lahir kembali, pemimpin-pemimpin negeri yang adil suatu saat nanti, atau seperti Ibnu Hajar , ahli-ahli hadits dan ilmu, juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebagai ahli politik ,Al faith –al faith baru, pembebas negeri dari penjajahan AS kelak yang dipersatukan dengan sumpah Tauhid dan juga berjuang dalam perjuangan yang sangat panjang mengingat urgensi seperti diungkapkan seorang pemuda yang wafat pada usia terbilang singkat dalam Wasiat untuk Pemuda, Imam Hasan Al Banna Rahimahullah dalam Risalah Pergerakan:

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar
kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam
setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan
mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)

Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab
kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat
amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal,
bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna”

http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/muhammad-rizki-utama-mahasiswa-itb-sumpah-pemuda-antara-perjuangan-dan-refleksi-kaum-muda.htm

Advertisements

Generasi yang Unik

Setelah saya membaca buku Ma’alim fith Thariq,saya mulai tertarik dengan tulisan-tulisan Sayyid Qutb rahimahullah.Gamal Abdul Nasser yang sangat gemar membaca buku –buku yang dilarang terbit di Mesir,menemukan buku yang ternyata menarik.Yaitu Petunjuk Jalan (Maalim fith Thariq),akhirnya buku tersebut lulus sensor,dan sempat terbit beberapa kali cetak.Dan juga ada satu buku lagi yang menarik,dibuat saat beliau di dalam penjara.Kejeniusan beliau dan kelapangan ilmunya terlihat dalam karya yang berjudul Fi Zhilal Quran

Karena beliau mengerjakan buku ini didalam penjara,mungin itu maksud dari Fi Zhilal (di bawah bayang-bayang) Al Quran.Dua buku ini disebutkan tokoh-tokoh islam selanjutnya bahwa memang ini dua karya asli karangan beliau(maksudnya benar2 diri beliau).Oleh karena ini dua karya ini tersebar ke seluruh dunia, dibanding karya- karya lain yang sempat di bredel.bagi yang bergelut di bidang dakwah,mungkin sudah tidak asing lagi dua karya beliau rahimahullah

Fenomena Menarik

Dalam sejarah islam, ada kejadian-kejadian menarik,fenomena-fenomena yang menggugah.Bagi orang yang bergelut di medan dakwah,yaitu fenomena dakwah dizaman nabi.Fenomena ini adalah fenomena langka sekali,yaitu pembentukan sebuah generasi.yaitu generasi yang terkenal dengan nama salaful ummah,salaf as shalih, para sahabat ridwanullai alaihim,yang diabadikan sebagai umat terbaik dalam Quran, generasi yang unik, yang dapat dikatakan sejarah tidak pernah mencatatat generasi sekaliber sahabat lagi sampai saat ini,walaupun beberapa mujaddid( pembaharu) muncul setiap abad ,beberapa tokoh besar muncul,tetapi generasi ini tetap unik,belum pernah ada generasi seperti sahabat sampai saat ini!!

Dan yang menarik,tentunya kita penasaran ,bagi orang –orang yang merasa berdakwah ,atau mempunyai semangat dakwah mengebu-gebu,sebenarnya pasti saya yakin mereka akan mempertanyakan apakah penyebab fenomena ini terjadi,dan dimana rahasia keberhasilan generasi ini?

Sumber yang tetap Utuh

Metode yang dijalankan para sahabat yaitu betode berpikir secara Islami,jelas sekali dari karakteristiknya.Al Quran yang mereka baca dijadikan landasan perjuangan dalam berdakwah.Padahal Al Quran pada saat itu sama dengan Al Quran yang kita baca sekarang ini.Al Quran telah dijamin akan sama sampai sekarang, dan nanti hingga Allah mencabut Quran dari orang-orang yang berilmu mendekati kiamat. Demikian juga sunnah yang akan terjaga,yang dijadikan sahabat sebagai pedoman operasional,yang sampai sekarang masih apik terpelihara.Lalu apakah karena ada Nabi mereka menjadi generasi yang unik? Sepertinya jawabannya “bukan”

Andaikan keberadaan Rasulullah itu yang menjadikan mereka bersemangat,mereka berjuang,berkorban,maka Allahtidak akan menjadikan rasul diutus untuk umat manusia dan rasul terakhir.Seandainya keberadaan rasulullah sebagai motivasi mereka,niscaya Allah tidak akan menajdikan dakwah terus begulir sampai akhir zaman.Akan tetapi Islam tidak hanya pada zaman rasulullah saja.

Oleh karena itu Allah menjamin sendiri Ad Dzikr (Quran dan sunnah), akan tetap utuh sampai dicabutnya suatu saat nanti.Allah yang Maha Bijaksana mengetahui bahwa dakwah akan terus berlanjut,estafet dari generasi sahabat,tabiin,tabiut tabiin,sampai sekarang bahkan sampai masa depan nanti.Seperi ungkapan “Dakwah akan terus ada( berjalan) baik engkau ada ataupun tidak ada”
Dalam menyampaikan risalah selama puluhan tahun, agama Islam yang sudah sempurna, tidak akan ada revisi hukum,terjamin hukum-hukumnya dan kandungannya,agama ini akan tetap berjalan terus sampai akhir zaman “Dan dimenangkan agama ini diatas semua agama ,walau orang kafir membencinya”Oleh karena itu ,kehilangan sosok pribadi Rasulullah bukan menjadi factor utama dalam masalah ini, lalu kira-kira karakter apa yang ada pada generasi sahabat?Sayyid Qutb rahimahullah kira –kira menggambarkan seperti ini

Quran sebagai sumber

Generasi sahabat memandang Quran sebagai sumber kehidupan, sunnah merupakan penjelas sumber pertama yaitu Quran.Oleh karena itu aisyah pernah mengatakan “ Budi pekerti beliau adalah Al Quran”.Ada Peradaban besar yang langsung berhadapan dengan generasi sahabat yaitu romawi,tingkat dalam budaya,hukum,sistem pemerintahan yang maju,bahkan sampai sekarang masih dianut oleh beberapa Negara.Lalu yunani dalam segi pemikiran,filsafat,logika ,ada juga Persia, India, sebgai kebudayaan besar.Mekah berada diantara dua peradaban besar yaitu Romawi dan Persia, yang siapa sangka dengan generasi ini, dapat mengungguli romawi dan juga Persia,dari minus sampai plus,dari kegelapan menuju cahaya.

Terfokusnya generasi sahabat terhadap ilmu, aqidah,dan juga kebenaran (Al Quran) sebagai motivasi mereka,tentu saja mempunyai tujuan khusus rasul.Yaitu Rasulullah ingin mecetak generasi spesifik,dimana hati,akal,wawasan,ideology dan arah gerak terpelihara keorisinalitasnya dari berbagai pengaruh luar yang tidak relevan dengan manhaj yang lurus yang terkandung dalam Al Quran
Generasi ini yang tercatat sejarah sebagai generasi yang unik,sebab generasi-generasi selanjutnya sudah dicemari faham-faham dari luar .Sistem logika melingkar filsafat yunani,riwayat israilliat yahudi, hermeutika bible, kritik teologi nasrani,liberalisme,atheisme,kebudayaan asing yang semakin ke sini semakin memasuki ranah kemurnian generasi sekarang.

Oleh karena itu rasulullah pernah memberikan kabar bahwa, semakin akhir zaman,generasi akan semakin turun kualitasnya,dan akan timbul banyak fitnah.Ini bukan semata-mata karena takdir,tetapi karena umat Islam sendiri sudah terasuki metode-metode yang menjadikan polusi sumber utama yaitu Quran.Metode kritiki bible yang diterapkan kedalam Quran,kebingungan teologis barat yang melahirkan atheism modern,sekulerisme yang ingin “diimpor” ke umat Islam.

Metode Penerimaan Al Quran

Dalam tulisan metode berpikir Islami, secara umum sudah tergambarkan tentang metode penerimaan AL Quran.Namun yang menarik disini,terdapat differensiasi dalam hal penerimaan Quran .Generasi awal dalam membaca Quran tidak sama sekali membahas atau memiliki niat untuk mecari –cari “ayat ilmiah”,sains modern,rahasia –rahasia kehidupan,mencocokan penemuan arkelogi dengan Quran,mencari ayat tentang sesuatu lalu menelitinya secara ilmiah atau membahas masalah –masalah fiqih sekalipun.Tak seorangpun yang “terlibat” dengan Al Quran memiliki kepentingan-kepentingan seperti diatas.Tetapi,sahabat menerima Al Quran seperti menerima perintah dari Allah yang diterapkan dalam kehidupan mereka.Seakan-akan wahyu turun untuk mereka.

Oleh karena itu ,sahabat mengamalkan apa yang ia tahu dari Quran,tidak lebih dan juga tidak kurang
Metode seperti ini,yaitu aplikatif dan operasional justru menyingkap keindahan dalam ilmu pengetahuan yang tidak akan terungkap jika mereka memakai metode ilmiah,studi dahulu terhadap ayat,atau riset terhadap suatu kasus dan ayat tertentu.Sehingga dengan metode awal,dapat memperingan kerja,kepraktisan kegiatan,dan juga menerjemahkan teori-teori ilmu statis dalam tindakan yang dinamis
Al Quran benar-benar pedoman yang metodenya cocok untuk di aplikasikan, bukan buku seni yang dicari-cari keindahannya,atau bukan buku sejarah yang runut mulai dari kelahiran sampai mati,atau buku teori kuantum yang dicari –cari tentang “ayat-ayat ilmiah”,dll.Itulah mungkin sebabnya Allah menurunkannya secara berangsur-angsur,bukan berupa kitab turun dari langit sekali jatuh,sesuai kondisi dan keadaan agar menjadi pedoman

“Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkan bagian demi bagian

Allah tidak menurunkan sekaligus,tetapi berdasarkan kebutuhan dan perkembangan yang terus berlanjut,dalam konsep teologis,dan juga problem-problem yang dialami umat dalam kehidupannnya.Bisa dibayangkan kalau Quran turun berupa buku dari langit,ketika ada masalah yang berbeda dengan Quran atau baru,maka aka nada “revisi” Quran.Dalam Islam tidak dikenal adanya revisi kitab suci

Jadi,ayat-ayat yang turun terkadang mengambarkan keadaan khusus,keadaan sulit dan peranan sahabat yang harus dijalankan dalam menghadapu keadaan tersebut,terkadang memperbaiki kekeliuran sikap,terkadang hikah-hikmah masa lalu yang dapat diambil,sehingga terasa keterkaitan jiwa,seolah –olah wahyu turun langsung kepada mereka,dari metode inilah keluar sebagai generasi utama yang unik….

Membuka Lembaran Hidup Baru

Ketika hari Selasa di Salman,ada seorang yang menjadi mualaf.Banyak orang menyaksikan dia bersyahadat dan menyalaminya sebagai seorang saudara.Hal ini yang terjadi pada seluruh sahabat,Apapbila seseorang telah mengikrarkan masuk Islam,berarti ia siap memulai lembaran baru ,sama sekali berbeda dengan lembaran sebelumnya

Kadang kita suka lupa,sebenarnya kita sudah beruntung dapat memeluk islam.pengalaman saya sangat sulit melepaskan pemikiran lama ke pemikiran baru,kepercayaan lama ke kepercayaan baru.Dengan sikap yang baru ini,setiap kita kembali kepada jahiliyah yang tadinya “bersih” ,”tanpa noda” menjadi memiliki noda (berdosa) ,maka kembali lagi, cara membersihkan noda yaitu dengan mengikuti pedoman yaitu sumber utama yang merupakan karakteristik utama yaitu Al Quran.

Perbedaan perasaan mutlak dari jahiliyah (keadaan sebelum mengenal ilmu yang benar) dengan islami, akan jelas terlihat.bagaimana seseorang tetap teguh dalam Islam walaupun disiksa,bagiamana seorang muslimah yang tidak berjilbab.memutuskan untuk berjilbab,bagaimana seorang orientalis yang menyerang Islam dan mendapat hidayah memeluk Islam.Perubahan total terlihat dalam lingkungan, kebiasaan,wawasan,ideology,budaya,and juga pergaulan menyimpang dengan Islam mulai ditinggalkan.

Kerinduan saat ini

Karakter generasi yang unik ini,yang tidak dimiliki generasi –generasi sesudah sahabat ridwanullahi ajmain.Ada yang “miss” dari setiap generasi ke generasi selanjutnya,sehingga nilai-nilai (islam) tidak bertahan secara utuh. Konsep ideology, metode berpikir, pemikiran –pemikiran yang sudah dicemari oleh “isme” yang berkembang sekarang, merupakan akibat dari celah yang ditimbulkan adanya sesuatu yang tidak bertahan dari setiap generasi.

Agaknya,untuk menutup banyak “miss” dan mengeluarkan pemikiran-pemikrian seperti liberalism,sekuerisme,diktatorisme,atau yang disebut Sayyid Qutb jahiliyyah memang tidak mudah.Kebutuhan mendesak saat ini adalah kembali kepada sumber yang utuh, sumber yang tetap orisinil,sumber yang terjamin kandungannya sampai akhir nanti,sumber yang memberikan eksistensi manusia,eksistensi alam,eksistensi pemikiran ,dan eksistensi Tuhan sebagai pemilik dan pencipata semuanya.Dari sumber itulah berangkatnya kehidupan kita,nilai,pemikiran,dan komponen kehidupan, menjadikan generasi yang unik yang telah dirindukan berabad-abad ,penurunan nilai dari generasi ke generasi selanjutnya berdasarkan ilmu yang terjaga, akan tetap berlangsung ,dan itu yang kita rindukan,semoga kita dapat menurunkan ilmu dan nilai ke generasi selanjutnya