Antara Valentine dan Palestine

Sebelumnya saya pernah membuat tulisan tentang penderitaan warga palestina yang membuahkan sebuah hal yang besar,yang selalu kita lupakan atau kita lakukan sehari-hari namun kita tidak menyadarinya.Yaitu sebuah sikap sabar dan syukur.Dengan sabar mereka menjalani hari-hari disana,menjalani hidup dengan semangat.Dengan syukur merasakan keluasan hati,memperolah ketentraman jiwa,mengakui bahwa nikmat itu diberikan kepada mereka dan mereka mensyukurinya dengan bahu membahu membantu warga Haiti yang terkena gempa.Anak-anak kecil berbondong-bondong menyumbangkan mainannya untuk diberikan kepada korban di haii.Bagaimana tempat memisahkan mereka dan mereka tetap saling membantu dalam kasih sayang.Mereka yakin Tuhan mereka akan mengganti dengan yang lebih baik dikehidupan nanti

Tuhan masih sayang kami ,maka dari itu kami di uji, kami di ingatkan,kami tidak dibiarkan……
Tuhan masih cinta kami,dia Maha Cemburu sehingga tidak ingin diri kami berpaling dari Nya

Kasih sayang juga diberikan kepada seorang ibu kepada anaknya sebagai rasa syukur dianugerahi seorang anak.Kasih sayang merupakan wujud syukur dari kehidupan di dunia ini.Wujud syukur tidaklah dengan merayakannya satu hari khusus seperti sebuah hari yang di Barat dijadikan tradisi khusus dan sekarang sudah masuk ke negeri kita tercinta ini yaitu Valentine Day……

Here were no valentines
For the kids in Palestine
No-v cards
No valentines day

There were no candy hearts
For the old decrepit
No candy
No cinnamon buns

Allyou litle boys and girl
We’ll give you all our candy
Pearls
Pearls pearls pearls pearls pearls
We’ll give you candy pearls
Where has all the candy gone??
Candy candy candy
Where has all the love gone??
Continue reading “Antara Valentine dan Palestine”

Advertisements