Filsafat Tuhan dan Tuhan Filsafat, antara Barat dan Islam

Beberapa waktu lalu,saya pernah berdiskusi ,dan meperbincangkan tentang agama yang awalnya tentang konsep agama,peradaban akhirnya menjurus pada pertanyaan-pertanyaan tentang tuhan.Terkadang pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan sangat sulit untuk menjawabnya.Sulit sekali karena tentunya saya sebagai muslim berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada ,dan memperkenalkan dirinya dengan diutus rasul-rasul yang membawa risalahNya.Disisi lain,ada yang mempertanyakan tentang keeksisan Tuhan itu sendiri.Dan jika berdiskusi tentang Tuhan,seolah-olah filsafat bermain disini tanpa adanya batasan-batasan dari agama.Pertanyaan-pertanyaan yang “berat” seperti Apakah Tuhan mampu menciptakan Tuhan lain yang menyamai diriNya,atau Sanggupkah Tuhan menciptakan makhluk yang sama dengan dirinya

Sebenarnya saya sudah mengtahui arah pertanyaan selanjutnya dan konsekuaensi .jawabannya. Baik jawaban positif maupun negatif hasilnya sama saja.Kita simpulkan Tuhan tidak berkuasa.Jika dia tidak bisa menciptakan,maka dia Tidak Kuasa,jika dia mampu menciptakan,maka tetap dia Tidak Kuasa,karena Tuhan tidak perlu Tuhan lain alias sendiri saja sudah cukup.Pertanyaan –pertanyaan seperti ini dapat dipastikan pertanyaan seorang sekuler atau ateis, pikir saya. Dan saya juga yakin, sebenarnya ia tidak membutuhkan jawabannya..

Jawaban untuk semacam pertanyaan ini tentu saja dapat dijawab dengan keimanan masing-masing agama,ataupun pembuktian Theis ,agamama manapun bahwa Tuhan itu ada,maka dari itu sebelum menjawab pertanyaan diatas,maka saya tanyakan balik,coba ceritakan Tuhan yang kamu maksud itu seperti apa??Definisi Tuhan menurut kamu itu seperti apa??Tentu jika dia atheis aneh sekali mengurusi hal-hal ketuhanan seorang Theis,jika dia Theis,maka ini menjadi ironi sebab dalam Theis,terdapat yang namanya keimanan,selain juga berfilsafat.Maka akan terjadi benturan antar theis dengan memperbandingkan Tuhannya masing-masing.Coba kita lihat perkataan Newton

Ketuhanan dalam agama Yahudi dan Kristen, sangat problematic. Karena itu, ia ditolak sains
Pertanyaan apakah Tuhan bisa membuat lebih baik dari yang ada ini, pernah diajukan Peter Abelard. Dia sendiri juga bingung menjawab. Pertanyaan orang-orang seperti ini mungkin nyontek dari situ. Tapi yang jelas bukan dari pikirannya sendiri. Apa makna Tuhan baginya kabur. Bertanya tanpa ilmu akhirnya menjadi seperti sebuah hiburan,karena yang bertanya tidak tahu apa yang sebenarnya ia tanyakan.Dan menjadikannya sebagai guyonan semata
Di Barat, diskursus tentang Tuhan memang marak dan terkadang mirip guyonan. Presedennya karena teologi bukan bagian dari ketetapan permanen tapi dapat berubah . Layaknya wacana furu’ dalam fiqih. Ijtihad tentang Tuhan terbuka lebar untuk semua. Siapa saja boleh bertanya apa saja. Akibatnya, para teolog kewalahan.Filsafat memang berkembang disana dimulai dari zaman Yunani sampai romawi. Pertanyaan-pertanyaan rasional dan protes-protes teologis gagal dijawab. Teolog lalu digeser oleh doktrin Sola Scriptura. Kitab suci bisa difahami tanpa otoritas teolog, sosiolog, psikolog, sejarawan, filosof, saintis dan bahkan orang awam pun berhak bicara tentang Tuhan.

Hadits Nabi jika suatu perkara diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu [kehancuran] nya) terbukti. Katolik pun terpolarisasi menjadi Protestan. Protestan menjadi Liberal dan al-sa’ah itu barangkali lahirnya apa yang disebut dengan modern atheism. Dalam tulisan sebelumnya bagaimana peradaban Barat yang tersisa saat ini hidup dari masa lalu yang suram.Barat maju karena membahas hal yang seperti ini.Ada yang namanya sekulerisme dan Liberalisme.Dan maju akibat meninggalkan agamanya
Apa kata Michael Buckley dalam At The Origin of Modern Atheism meneguhkan sabda Nabi. Ateisme murni di awal era modern timbul karena otoritas teolog diambil alih oleh filosof dan saintis. Terbukti bahwa ada yang namanya modernism yang identik dengan barat dan membuang nilai-nilai Tradisonal yang Barat menganggapnyasebagai sesuatu yang tidak masuk akal.Ini karena kekelaman masa lalu Barat dan Traumatis Barat dengan agamanya dimana disaat itu terjadi era yang namanya “Dark Age” saat gereja sangat berkuasa dan setelah itu muncul yang namanya era “Rennaisance” dimana mereka sudah meninggalkan agama mereka,mempertanyakan tentang ketuhana,dll

Descrates hanya percaya Tuhan filsafat, bukan Tuhan teolog, Lalu siapa yang bermasalah? Bisa kedua-duanya. Ini membingungkan. Pernyataan eksplisit Jika barat trauma dengan agama yang dianutnya sebagai sebuah Teologi,maka pernyataan Descrates bahwa bukan Tuhan teolog yang ia percaya,bisa jadi karena memang ada permasalah tentang Teologi di Barat saat itu.
Konsep Tuhan akhirnya harus dicari dengan hermeneutik dan kritik terhadap teks Bible. Tapi malangnya kritik terhadap Bible (Biblical Criticism), bukan tanpa konsekuensi. Biblical Criticism, kata Buckley, justru melahirkan ateisme modern. “Modern Atheism”yang sekarang sedang berkembang di Barat.Sebuah pemikiran bahwa Tuhan itu Tuhan Filsafat,bukan Tuhan Teolog…
Alasan-alasan para filosof ini sebenarnya lugas dan logis. Ketika orang ragu akan teks Bible ia juga ragu akan isinya, akan kebenaran hakekat Tuhan dan kemudian tentang kebenaran eksistensi Tuhan sendiri. Hasil akhirnya adalah ateisme.
Tapi ateisme modern bukan mengkufuri Tuhan, tapi Tuhan para teolog tuhan agama-agama. Yang problematik, kata Voltaire bukan Tuhan tapi doktrin-doktrin tentang Tuhan. Tuhan Yahudi dan Kristen, kata Newton problematik karena itu ia ditolak sains. Tuhan, akhirnya harus dibunuh. Nietzche pada tahun 1882 mendeklarasikan bahwa Tuhan sudah mati.

Tapi ia tidak sendiri. Bahkan bagi Feuerbach, Karl Marx, Charles Darwin, menyatakan jika Tuhan belum mati, tugas manusia rasional untuk membunuhNya. Tapi Voltaire (1694-1778) tidak setuju Tuhan dibunuh. Tuhan harus ada, seandainya Tuhan tidak ada, kita wajib menciptakannya. Hanya saja Tuhan tidak boleh bertentangan dengan standar akal. Hal ini seperti yang saya sebutkan diawal ,menjadi sebuah hiburan dan guyonan tentang Tuhan itu sendiri.

Belakangan Sartre seorang filosof eksistensialis mencoba menetralisir, Tuhan bukan tidak hidup lagi atau tidak ada, Tuhan ada tapi tidak bersama manusia. “Tuhan telah berbicara pada kita tapi kini Ia diam”. Sartre lalu menuai kritik dari Martin Buber seorang teolog Yahudi. Anggapan Sartre itu hanyalah kilah seorang eksistensialis. Tuhan tidak diam, kata Buber, tapi di zaman ini manusia memang jarang mendengar. Manusia terlalu banyak bicara dan sangat sedikit merasa. Filsafat hanya bermain dengan imej dan metafora sehingga gagal mengenal Tuhan, katanya.
Itulah akibat memahami Tuhan tanpa pengetahuan agama, tulisnya geram.

Filosof berkomunikasi dengan Tuhan hanya dengan fikiran, tapi tanpa rasa keimanan. Martin lalu menggambarkan “nasib” Tuhan di Barat melalui bukunya berjudul Eclipse of God. Saat Blaise Pascal (1623-1662) ilmuwan muda brilian dari Perancis meninggal, dibalik jaketnya ditemukan tulisan “Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, bukan Tuhan para filosof dan ilmuwan.” Kesimpulan yang sangat cerdas. Inilah masalah bagi para filosof itu.
Begitulah, Barat akhirnya menjadi peradaban yang “maju” tanpa teks (kitab suci), tanpa otoritas teolog, dan last but not least tanpa Tuhan. Barat adalah peradaban yang meninggalkan Tuhan dari wacana keilmuan, wacana filsafat, wacana peradaban bahkan dari kehidupan publik.
Tuhan, kata Diderot, tidak bisa jadi pengalaman subyektif. Jikapun bisa bagi Kant juga tidak menjadikan Tuhan “ada”. Berfikir dan beriman pada tuhan hasilnya sama. Kant gagal menemukan Tuhan. Kant mengaku sering ke gereja, tapi tidak masuk. Ia seumur-umur hanya dua kali masuk gereja: waktu di baptis dan saat menikah. Maka dari itu Tuhan tidak bisa hadir dalam alam pikiran filsafatnya.
Muridnya, Herman Cohen pun berpikir sama. “Tuhan hanya sekedar ide”, katanya. Tuhan hanya nampak dalam bentuk mitos yang tak pernah wujud. Tapi anehnya ia mengaku mencintai Tuhan. Lebih aneh lagi ia bilang “Kalau saya mencintai Tuhan”, katanya, “maka saya tidak memikirkanNya lagi.” Hatinya kekanan fikirannya kekiri. Pikirannya tidak membimbing hatinya, dan cintanya tidak melibatkan pikirannya.
Tuhan dalam perhelatan peradaban Barat memang problematik. Sejak awal era modern menggambarkan mind-set manusia Barat begini: Theology is known by faith but philosophy should depend only upon reason. Maknanya teologi di Barat tidak masuk akal dan berfilsafat tidak bisa melibatkan keimanan pada Tuhan. Filsafat dan sains di Barat memang area non-teologis alias bebas Tuhan. Tuhan tidak lagi berkaitan dengan ilmu, dunia empiris. Tuhan menjadi seperti mitologi dalam khayalan. Akhirnya Barat kini, dalam bahasa Nietzche, sedang “menempuh ketiadaan yang tanpa batas”.
Tapi anehnya, kita tiba-tiba mendengar mahasiswa Muslim “mengusir” Tuhan dari kampusnya dan membuat plesetan tentang Allah gaya-gaya filosof Barat. Ini guyonan yang tidak lucu, dan wacana intelektual yang aneh. Jika ada muslim yang ikut-ikutan berguyon tentang Tuhan,yang dari awal sudah jelas,dan tidak membingungkan tentunya agak rancu karena ia sendiri mewacanakan yang Baratpu dibuat kebingungan setengah mati

Konsep Tuhan dalam tradisi intelektual Islam tidak begitu. Konsep itu telah sempurna sejak selesainya tanzil. Bagi seorang pluralis ini jelas supremacy claim. Tapi faktanya Kalam dan falsafah tidak pernah lepas dari Tuhan. Mutakallim dan filosof juga tidak mencari Tuhan baru, tapi sekedar menjelaskan. Penjelasan Al-Quran dan hadith cukup untuk membangun peradaban.
Ketika Islam berhadapan dengan peradaban dunia saat itu, konsep Tuhan, dan teks Al-Quran tidak bermasalah. Hermeneutika allegoris Plato maupun literal Aristotle pun tidak diperlukan. Hujatan terhadap teks dan pelucutan otoritas teolog juga tidak terjadi. Malah kekuatan konsep-konsepnya secara sistemik membentuk suatu pandangan hidup (worldview).

Islam tidak ditinggalkan oleh peradaban yang dibangunnya sendiri. Itulah sebabnya ia berkembang menjadi peradaban yang tangguh. Roger Garaudy mengatakan Islam adalah pandangan terhadap Tuhan, terhadap alam dan terhadap manusia yang membentuk sains, seni, individu dan masyarakat.
Islam membentuk dunia yang bersifat ketuhanan dan kemanusiaan sekaligus. Jika peradaban Islam dibangun dengan gaya-gaya Barat menghujat Tuhan itu berarti mencampur yang al-haq dengan yang al-batil,yang seharusnya Muslim bangga menjadi seorang muslim,bukannya malah ikut-ikutan kebingungan seperti Barat.Tentan pengantar peradaban Islam bisa di baca disini

Wallahu alam
Sumber Bacaan:
Filsafat Islam,Mizan
Hidayatullah: Dr.Hamid Fahmi Zakarsy

Advertisements

Aku dan Tuhan

Pernahkah kita berpikir bahwa hidup ini serasa berat
Saat itu Tuhan sedang menegur kita,dan kita terkadang menjadi sadar dan mulai mendekatkan diri padanya

Saat –saat itu aku bertanya mengapa Engkau menegurku

Engkau Selalu lupa siapakah engkau
Aku tidak pernah lupa
Kau yang membutuhkan Aku..
Bukan Aku yang membutuhkanmu

Aku sibuk…..,sekarang aku memang membutuhkanmu

Aku setiap saat dalam kesibukan,sibukmu tidak bisa menjadi alasan
Tidak ada satupun diantara kamu yang tidak aku pikirkan

Baiklah,aku ingin meminta jawaban mengapa hidup ku selama ini begitu rumit dan bermasalah

Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

Apa yang menarik dari manusia?

Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

Pertanyaan terakhir, Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Kadang-kadang jawabannya adalah TIDAK.
Hidup itu indah jika kamu tahu
Kuatkan imanmu, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu…..

Ar-Rahman ayat 29

Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.

QS. Al-Baqarah ayat 255

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Perubahan Iklim dan peran Arsitek untuk “Sustainable Life”

Menghadapi pengaruh iklim global dan juga iklim local di Indonesia,dengan pola pikir bahwa harus ada perubahan agar masa yang akan datang tidak lebih buruk dari masa sekarang (sustainable life) menajdikan lingkungan-lingkungan binaan seperti rumah,wilayah,kompleks,dll akan menghasilkan dampak terhadap kenyamanan penghuninya.Terjadi cara pandang dalam menyikapi perubahan iklim dalam lingkungan binaan.Contohnya pada saat suhu semakin panas ,ada lingkungan binaan (dalam ahl ini unit kecil yaitu rumah) yang beradaptasi dengan menggunakan AC dan ada yang menggunakan tanaman agar dapat mendinginkan ruangan.Terjadi dua pendekatan untuk beradaptasi,namun dampak yang dihasilkan ternyata lain.Bayangkan jika setiap rumah menghadapi pemanasan global ini ditanggapi dengan “teknologi pendingin” dan satu lagi dengan “Alamiah”.Dengan penggunaan AC , maka ruangan menjadi dingin,tetapi membutuhkan energi yang berasal dari listrik dan pda sumbernya akan menghasilkan gas-gas yang malah akan membuat bumi semakin panasa,dan AC pun menghasilkan panas diluar ruangan tersebut.

Jika seluruh rumah melakukannya dapat dibayangkan,udara diluar semakin panas,dan energi yang dihasilkan besar sekali,tapi tidak seekstrem juga harus tanpa AC karena ada beberapa bangunan dalam skala lebih besar yang memang memerlukannya.Penggunaan teknologi ini harus diimbangi juga dengan beberapa upaya yang lebih baik agar iklim dan lingkungan bersahabt dengan kita.Pada kasus ayng satunya ,jika kita menanam pohon,banyak keuntungan yang didapat yaitu pohon mendinginkan ruangan dengan bayangannya,daunnya tidak meradiasikan panas,dan kita mendapat O2 juga bayangkan jika seluruh rumah memiliki banyak pohon akan berpengaruh dan mengurangi CO2 sebagai gas pencipta pemanasan global.

Dari kasus llingkungan binaan dan kaitannya dengan manusia,sudah ada perbedaan pendekatan yang sebenarnya berdampak ke kehidupan yang akan datang.Di sini arsitek,akademisi,dan pihak-pihak lain sebagai salah satu pemangku kepentingan pengembangan kota,dan merancang lingkungan binaan adalah pihak yang berperan penting dalam memberikan jasa konsultasi untuk pembangunan dan pengembangan lingkungan binaan. Arsitek berperan penting dalam merancang bangunan untuk tempat tinggal, bekerja, rekreasi dan lain-lain. Arsitek bertanggung jawab merancang bangunan agar layak dihuni dan digunakan untuk kegiatan ekonomi dan sosial sehari-hari. Pada dasarnya, setiap pembangunan pasti akan mengubah keseimbangan lingkungan alami dan mengubahnya menjadi lingkungan binaan (built environment).

Dalam perancangan bangunan, arsitek didukung oleh beberapa disiplin lainnya. Peran arsitek dan disiplin lainnya sangat penting dalam merancang bangunan yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Pengoperasian bangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan energi yang besar untuk penerangan dan pendinginan udara, sistem penyediaan air bersih, pembuangan air dan sampah.Pengaruh perubahan iklim ini terhadap dunia arsitektur juga ternyata berkaitan juga dengan pengaruh dunia arsitektur terhadap perubahan iklim.Seperti kasus penggunaan AC dan pohon dimana dipengaruhi iklim global tetapi juga pendekatan tersebut berpengaruh balik kepada perubahan iklim global.Ada bangunan yang merespon dengan baik sehingga akan menjadikan hasil yang lebih baik.Peran –peran arsitek pada perancangan banguna-bangunan dan juga lingkungannya akan berpengaruh terhadap iklim global.Sektor-sektor konstruksi,pembangunan pun berpengaruh terhadap perusakan lingkungan ,dapat dilihat dari pengambilan material mulai dari hulu ke hilir,secara terus menerus,mengurangi tanaman,yang akan menjadikan banyak bencana dan bumi semakin panas.

Pengaruh Iklim terhadap arsitektur dan pengaruh balik arsitektur terhadap perubahan iklim harus dilihat secara bijaksana.Indonesia sebagai Negara beriklim tropis,dalam pembangunannya seharusnya dapat memanfaatkan keuntungan iklim tropis di Indonesia,seperti panas matahari yang menyinari setiap hari,adanya daerah-daerah yang sering hujan,tanah yang bagus sehingga dapat ditumbuhi tanaman.Negara lain pun yang beriklim subtropics,dll memiliki kelebihannya sendiri dan iklim-iklim ini erat kaitannya dengan pembangunan diwilayah tersebut. Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan.

Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasidiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.Usaha manusia untuk mengubah kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai seringkali tidak seluruhnya tercapai. Dalam banyak kasus, manusia di daerah tropis seringkali gagal menciptakan kondisi termis yang nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan, pengguna bangunan justru seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap mereka lebih memilih berada di luar bangunan.

Pada saat arsitek melakukan tindakan untuk menanggulangi persoalan iklim dalam bangunan yang dirancangnya, ia secara benar mengartikan bahwa bangunan adalah alat untuk memodifikasi iklim. Iklim luar yang tidak sesuai dengan tuntutan penyelenggaraan aktivitas manusia dicoba untuk diubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai.Arsitek di daerah subtropis tentu berbeda dalam pendekatan perancangan terhadap bangunan didaerahnya,dengan pendekatan dinding dua lapis,atap dapat datar,dll.Di Indonesia,sudah ada ratusan tahun yang lalu rumah-rumah “tradisional” yang terbukti sampai sekarang baik dalam hal beradaptasi terhadap iklim di Indonesia dan juga perubahan Iklim.
Arsiteknya pada dahulu menggunakan pendekatan “alamiah” dan sebenarnya pada saat sekaran pendekatan ini dapat diterapkan.Dengan aturan-aturan hanya kayu apa yang digunakan,material bambu,pengangkatan lantai dari tanah karena lembabnya tanah,pemasukan udara melalui sela-sela dindin,dll,berbeda sekali dengan konstruksi material yang menghabiskan banyak energi dan pencariannya secara besar- besaran pada zaman sekarang ini. Di sini terlihat bahwa arsitektur yang dirancang guna mengatasi masalah iklim setempat, karena pemecahan problematik iklim merupakan suatu tuntutan mendasar yang ‘wajib’ dipenuhi oleh suatu karya arsitektur di manapun dia dibangun. Dengan perbuahan iklim ini,dan juga pemanfaatan iklim di Indonesia, ada beberapa arsitek yang menggunakan pendekatan seperti yang tadi dijelaskan diatas yaitu memikirkan masa yang akan datang ( sustainable).
Arsitek dalam merancang lingkungan binaan salah satunya bangunan menyadari perubahan iklima dalah sesuatu yang berpengaruh terhadap bangunan yang akan dibuatnya,dan juga manusia mengetahui bahwa iklim sangat berpengaruh terhadap tempat yang ia tinggali. Banyak cara untuk pendekatan terhadap perubahan iklim dan juga iklim setempat di berbagai daerah.Contoh diatas dengan menggunakan Menciptakan iklim mikro (dalam dearah tertentu) dengan menanam pohon pelindung dengan tajuk lebar akan mengurangi suhu cukup signifikan dalam daerah yang terlindungi/teduh. Ruang terbuka (hijau) juga penting, selain sebagai penyerap karbon, juga merupakan ruang interaksi sosial bagi pengguna bangunan. Penghawaan dan pencahayaan alami dapat mengurangi beban pengoperasian bangunan. Selain itu, penyinaran panas yang berlebihan juga harus dihindari untuk mengurangi beban pendinginan udara.
Hal ini dapat dilakukan dengan merancang sirip-sirip atau kanopi di jendela-jendela bangunan.Air hujan yang terjadi di Indonesia dimanfaatkan secara baik untuk memenuhi kebutuhan air penghuni bangunan..Jika iklim mikro ini diterapkan disetiap rumah ,dapat dibayangkan bagaimana hasilnya. Indonesia, sebagai negara tropis, mendapatkan sinar matahari, sepanjang tahun. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perancang dengan memasang solar panel untuk menyimpan energi surya yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan energi bangunan Indonesia, dengan teknologi rendah dan harga yang terjangkau. Ada beberapa teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan seperti mikro hidro (untuk komunitas) dan tenaga angin (di daerah dengan kecepatan angin tertentu).
Teknologi tidak selamanya menyumbang terhadap pemanasan global,tetapi juga dengan penerapan teknologi yang baik dan terencana ,akan menjadi sebuah lingkungan binaan yang baik dan berkelanjutan.Lingkungan yang beradaptasi dengan pengaruh iklim local dan iklim global dapat dimanfaatkan dengan baik,selain mengurangi dampak pemanasan global juga member sumbangsih terhadap keberlanjutan lingkungan binaan tersebut
Adaptasi dan pendekatan terhadap perubahan iklim global dapat dilakukan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam perancangan.Pada zaman dahulu di Indonesia para perancang rumah –rumah yang disebut “Arsitektur Tradisiona”l sudah menerapkan rancangan yang terbukti bertahan dalam menghadapi iklim di Indonesia. Pada tahun 1980 an para arsitek Indonesia bergelut dengan topik “Arsitektur Tropis” yang bertujuan memanfaatkan sebesar mungkin keuntungan geografis Indonesia di daerah tropis guna mengurangi pemakaian energi di dalam bangunan.Sekarang yang dibicarakan menjadi “Green Architecture” ataupun “Sustainable Architecture” yang sebenarnya merupakan penyempurnaan dari prinsip-prinsip dasar yang terbahas dalam “Arsitektur Tropis” dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (yang baik) dalam pergerakan arsitektur global.Protokol Kyoto,Climate exchange,Peringatan Hari Bumi,merupakan perhatian nyata warga dunia terhadap perubahan iklim global yang semakin terasa.,dan bumi,sebgai tempat manusia tinggal dan beraktivitas sudah semakin terdesak,dengan segala kerusakan yang manusia timbulkan dimuka bumi.

Arsitek dalam hal ini memiliki peran penting ,dalam dunia rsitektur ,bangunan terbentuk umumnya menyesuaikan dengan iklim dimana bangunan itu berada,bangunan berfungsi untuk manusia beraktivitas didalamnya dan dapat menghadapi iklim global.Dalam menghadapi iklim seperti ini,tidak hanya bangunan yang kuat merespon perubahan iklim tetapi juga memanfaatnkan dan mejadikannya sebagai bangunan yang “sustainable”,member sumbangsih dengan mengurangi efek pemanasan global dan juga berperan menjadikan bumi semakin baik dan bersahabat dengan manusia

Mesjid di AS mulai Go Green

WASHINGTON DC–Seruan kembali ke alam dan gerakan ramah lingkungan sedang terjadi di masjid-masjid di seluruh Amerika Serikat. Mereka bergandeng tangan dengan kelompok-kelompok berbasis agama untuk mendorong masyarakat agar memperlakukan lingkungan secara lebih baik. “Sudah semestinya umat Islam juga berkontribusi di dalamnya,” ujar Khalid Iqbal, deputi direktur All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) di Virginia.

Menurut Iqbal, peduli terhadap lingkungan adalah salah satu amanat Islam. “Itu adalah kewajiban masing-masing Muslim untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Di ADAMS Center, pendidikan lingkungan diberikan berbarengan dengan pemberian materi keagamaan. Anggota pengajian diajarkan cara mendaur ulang aneka sampah rumah tangga, gerakan penghematan air, penggantian bola lampu dengan produk yang hemat energi, serta penanaman serempak lebih dari 300 batang pohon.

ADAMS bekerja dengan Sekolah Minggu memperkenalkan proyek Masjid Hijau. Mereka mengurangi pengeluaran karbon hingga 13 persen dan menghemat energi hingga 21 persen. “Seluruh lampu di masjid-masjid menggunakan lampu hemat energi,” ujarnya.

Di masjid-masjid yang menjadi anggotanya, ceramah agama juga disisipi pesan-pesan pelestarian lingkungan, hal yang menjadi salah satu insisari ajaran Islam. Masjid pertama di negara ini yang telah menerapkan prinsip go green, Masjid Yayasan yang terletak di Bridgeview, Illinois, memasang panel tenaga surya sejak 31 Juli 2008. Masjid ini menerima penghargaan sebagai Pahlawan Lingkungan dari pemerintah setempat atas upaya ini. Masjid ini juga biasa mendaur ulang seluruh barang yang sudah tidak dimanfaatkan lagi.

Di Southern California, jumlah organisasi Muslim yang turut bergabung sebagai penyeru keselamatan lingkungan semakin banyak. Setidaknya ada sepuluh organisasi, antara lain Islamic Environmental Group of Wisconsin, DC Green Muslim, dan Green Deen yang membantu pemerintah setempat dalam mengedukasi komunitas Muslim tentang pentingnya peduli lingkungan dan gaya hidup hijau.

“Banyak orang yang tahu Muslim adalah khalifah di muka bumi, tapi tak banyak yang tahu tentang apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap bumi ini,” ujar Dr Zaher Sahloul, pimpinan Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC) dan ketua takmir Masjid Yayasan.

Imam Johari Abdul-Malik, direktur Dar Al Hijrah Islamic Center di Virginia menyetujui ucapannya. Menurutnya, jika kesadaran masyarakat meningkat, maka kesinambungan alam akan lebih terjaga. Ia berharap gerakan yang dirintis lembaga-lembaga berbasis agama diikuti setiap lapisan masyarakat sehingga kebijakan publik yang bertentangan dengan keselarasan lingkungan bisa dihapuskan.
“Tak mungkin terjadi perubahan nyata jika semua hanya bekerja pada tataran individu dan lembaga berbasis agama saja. Itu tidak cukup,” ujar Abdul-Malik kepada IOL.

sumber :republika.co.id

Pengaruh Iklim global dan Arsitektur

Pengaruh Iklim global dan Arsitektur

Manusia sebagai objek dan subjek arsitektur,selalu merasa ingin hidup nyaman,terpenuhi kebutuhan tempat tinggalnya,lalu selalu menginginkan yang harus dipenuhi dan melakukan berbagai macam cara agar keinginannya dapat dipenuhi.Dan cara-cara yang dilakukannya ini berdampak besar pada lingkungan dan akhirnya berimbas balik kepada manusia.Sebagai contoh yang terlihat nyata adalah apa yang disebut dengan pemanasan global,dimana dapat diketahui pemanasan global ini membuat iklim dunia menjadi lebih sulit diprediksi.Dan disepakati bersama dalam banyak pertemuan internasional bahwa pemanasan global ini terjadi akibat ulah manusia juga.Konsumsi manusia,pengambilan sumber daya,kebutuhan akan transportasi,dll membuat konsentrasi CO2 meningkat.Peningkatan emisi ini membuat atmosper yang tipis diatas permukaan bumi semakin tebal sehingga panas terjebak didalam bumi dan bumi menjadi panas,dan ini yang disebut pemanasan globat tersebut.Dan efek dari “global warming” atau pemanasan global yaitu perubahan iklim secara drastis.

Fakta-fakta global warming yang dikeluarkan oleh Al-Gore yaitu dia mengemukaan data-data yang mengejutkan semenjak revolusi Industri dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun ,suhu bumi meningkat 2 derajat,pada 2100 disinyalir akan naik berkali-kali lipat.Juga efek dari pemanasan global ini yang sudah diprediksi yaitu mencairnya kutub utara dan selatan,dan akan mengakibatkan hewan-hewan yang tinggal disana menjadi punah,dan tidka hanya itu,permukaan air laut akan semakin tinggi dan dapat menenggelamkan beberapa pulau di bumi ini,data WMO (organisasi Meteorologi Dunia) mengukur kadar gas rumah akaca selama 2004,daiantaranya Nitrogen Oksida,senyawa tersebut meningkat tajam sejak 1988,mencapai 318,6 ppm.Metan ,contoh lain lagi menjadi senyawa yang paling tajam peningkatannya selama dua abad terakhir,jumlahnya mencapai 1783 ppm pada 2004.Konsentrasi gas-gas tersebut semakin lama semakin besar yang terkurung di atmosfer bumi sehingga bumi menjadi semakin panas karena ada energi ayng berubah menjadi panas,dan panas yang terkurung ..Perubahan iklim secara drastis terasa diberbagai Negara di dunia.Di Amerika dengan Tornado-tornado yang menerjang Negara baigiannya,di Eslandia terdapat perlombaan berenang dilaut kutub utara, yang menyindir masyarakat dunia bahwa sekarang air disana dapat dipakai untuk berenang.Di Indonesia pun terkena dampaknya dengan tidak teraturnya musim hujan dan kemarau.Dan hujan tidak dapat diprediksi,musim hujan menjadi lebih pendek,hujan banyak terjadi dilaut,dll.

Di Kota Bandung ,terasa sekali perbedaan,baik kenyamanan dan penambahan suhu Bandung.Banyak orang merasakan Bandung semakin panas,apalagi saat “week end”.Tidak hanya “global warming” tetapi juga dengan kepadatan manusia dan berkurangnya vegetasipun mempengaruhi perubahan iklim didunia dan yang paling berperan penting adalah manusia.
Continue reading “Pengaruh Iklim global dan Arsitektur”

Inspirasi Isi Quran dari mana???

Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci yang berasal dari Allah bagi seluruh umat manusia sebagai suatu peringatan dan petunjuk, dan terjamin validitasnya sampai hari kiamat. Umat manusia pernah mendapatkan beberapa kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur`an. Akan tetapi, Allah telah menjamin pemeliharaan Al-Qur`an dan tidak ditemukan jaminan Allah untuk kitab-kitab lainnya selain Quran.Mengapa?? Mungkin karena Quran dibawa oleh nabi terakhir dan untuk seluruh manusia,juga Islam sudah disempurnakan,dimana saat dahulu dapat dibilang belum sempurna.Dalam ayat yang jelas disebutkan

“Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr: 9)

Klaim yang berkembang luas lainnya di antara orientalisme adalah bahwa Nabi Muhammad terinspirasi oleh kitab Taurat dan Injil kemudian menulis Al-Qur`an. Akar permasalahannya adalah bahwa klaim yang benar-benar imajiner dan sama sekali tidak mendasar ini menganggap adanya persamaan antara apa yang ada di dalam Al-Qur`an dan kitab Taurat dan Injil.Dari segi tuduhan saja,sudah menggunakan persepsi sendiri tanpa disertai penguat ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan

Adalah hal yang amat wajar bila terdapat kesamaan antara ketiga kitab tersebut karena—akhirnya (jika kita memandang pada bagian isi Taurat dan Injil)—ketiganya mengandung wahyu Allah dan pesannya adalah satu dan sama. Bahasan utamanya, seperti keberadaan Allah, Tauhidullah, sifat-sifat-Nya, keimanan terhadap hari akhir, karakteristik kaum mukminin, kaum munafikin, dan mereka yang menentang Allah, kehidupan bangsa-bangsa terdahulu, petunjuk, larangan, dan nilai-nilai moral, merupakan fakta-fakta universal dan akan tetap ada di sepanjang masa (bisa baca tentang gaya bahasa Quran disini)

Konsekuensinya, tidaklah mengherankan bila topik-topik ini yang disebutkan di dalam kitab-kitab suci sebelumnya menyerupai atau paralel dengan apa yang ada dalam Al-Qur`an. Sebenarnya, tidak ada pernyataan dalam Al-Qur`an bahwa Islam adalah agama yang sangat berbeda. Persamaan-persamaan tersebut dinyatakan dalam ayat Al-Qur`an sebagai berikut.

“Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama bani Israel mengetahuinya?” (asy-Syu’araa`: 196-197)

“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah….” (an-Nisaa`: 131)

Selain itu, dinyatakan dalam Al-Qur`an bahwa Al-Qur`an membenarkan apa yang ada di dalam Taurat dan Injil,

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur`an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang….” (al-Maa`idah: 48)

Kualitas pembenaran kitab-kitab sebelumnya tidaklah aneh bagi Al-Qur`an, tetapi memang telah dinyatakan dalam semua kitab yang terdahulu tersebut. Ktab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.. Kenyataan ini dinyatakan dalam Al-Qur`an,

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (al-Maa`idah: 46)

Ini adalah hukum Allah dan tentulah berlaku juga bagi Al-Qur`an. Beberapa bahasan yang sama dengan yang terdapat dalam kitab-kitab suci lainnya telah disebutkan dalam Al-Qur`an. Permulaan dilakukannya ibadah haji oleh Nabi Ibrahim, yaitu dalam surah al-Hajj ayat 26 dan 27, adanya kewajiban shalat setiap hari dan membayar zakat sebelum masa Rasulullah terdapat dalam surah al-Anbiyaa` ayat 72 dan 73, dan akhlak mulia yang diperintahkan bagi semua nabi terdapat dalam surah al-Mu`minuun ayat 51; semuanya merupakan bahasan yang umum.(Nabi –nabi zaman dahulu juga shalat)

“Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (al-Anbiyaa`: 72-73)

“Hai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Mu`minuun: 51)

Kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat keyakinan yang sama antara Al-Qur`an dan kitab-kitab suci lainnya, dan bahwa ini tidak saja alami, tetapi juga logis. Karenanya, keberadaan berbagai persamaan tersebut tidaklah saling bertentangan; justru hal tersebut lebih jauh memberikan penekanan akan kebenaran bahwa semua kitab suci tersebut berasal dari sumber yang satu, yaitu Allah. Ini adalah kenyataan yang dinyatakan dalam Al-Qur`an dan dibenarkan oleh akal dan logika.

Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya tentang bahwasanya Al-Qur`an adalah kitab yang benar yang diturunkan oleh-Nya dan keadaan mereka yang tidak mengimani kebenaran ini.Jika Muhammad yang mengarangnya tentu dia akan membuat keputusan-keputusan dalam Quran yang menguntungkan dirinya,tetapi apa yang terjadi,malah rasul dihujat dan berbagai macam percobaan pembunuhan dilakukan,dan untuk apa cape-cape melanjutkan jikasudah tidak menguntungkan berbahaya pula.Dan ternyata ada ayat yang langsung membantah perkataan orang-orang saat itu yang tentu juga zaman sekarang para orientalis mengatakannya

“Tidaklah mungkin Al-Qur`an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi, (Al-Qur`an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘Muhammad membuat-buatnya.’ Katakanlah, ‘(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surah seumpamanya dan panggilah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’ Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.” (Yunus: 37-39)

Jika kita lihat ayat diatas,langsung ditegaskan bahwa tidak mungkin alias kemungkinannya nol persen bahwa Quran ini dibuat oleh selain Allah,karena dari beberapa persamaan,hanya Tuhan yang mengetahui sesuatu yang terjadi dimasa lalu,dan yang akan datang,dan itu terdapat dalam Quran ini.Juga terang-terangan mengadakan tantangan yang abadi sampai zaman ini,tantangan yang tidak kadaluarsa bahwa datangkanlah sebuah surah saja seumpama Quran,yang dalam bahasan sebelumnya dijelaskan tentang seperti apa yang seumpama Quran itu.Jika Quran itu”nyontek”ini juga aneh,karena kalau hanya untuk mencontek buat apa nabi Muhammad bersusah-susah membuat Quran tanpa tujuan yang malah membahayakan dirinya

Selain itu, terdapat satu dimensi lain dalam bahasan ini. Nabi Muhammad bukanlah seseorang yang telah mengumpulkan berbagai informasi dan mencarinya, baik dalam Taurat maupun Injil, selama hidupnya. Para sahabat Rasulullah yang sangat dekat dengannya telah mengakui fakta bahwa Rasulullah tidak pernah membaca, menulis, bekerja, atau mencari-cari berbagai informasi dari kitab-kitab suci ini. Tidak ada seorang pun yang mempunyai keraguan tentang hal ini. Ditambah lagi, karakteristik Rasulullah ini telah benar-benar termasyhur di kalangan kaum kafir yang digunakan Al-Qur`an sebagai bukti untuk melawan mereka.Para sarjana Teologi zaman modern ini saja belum tentu menguasai tentang Taurat yang diterima dan Injil(PB),apalagi saat waktu itu,dengan bahasanya Quran menyatakan dengan tegas

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur`an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” (al-‘Ankabuut: 48)

Semua orang tahu saat itu tentang kehidupan nabi mulai dari kecil hingga meninggal,dan tidak ada satupun dalil bahwa rasul itu tidak “ummi”.Istilah “ummi”, yang merujuk pada seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang kitab-kitab suci terdahulu dan bukan sebagai umat dari agama-agama ini, digunakan Al-Qur`an bagi Nabi Muhammad saw. untuk menekankan sifatnya. Ayat tersebut adalah,

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil….” (al-A’raaf: 157)

Konteks dalam istilah “ummi” yang digunakan untuk merujuk pada mereka yang bukan umat Nasrani atau Yahudi Sebagaimana kita dapat simpulkan dari ayat tersebut, istilah “ummi” digunakan untuk merujuk pada manusia yang belum pernah diturunkan kitab kepadanya. Jadi, hal tersebut menjadi jelas bahwa istilah tersebut tidak digunakan Al-Qur`an dengan bentuk klasikal yang bermakna “buta huruf”.Jelas semua orang tahu saat itu rasul itu ummy,jika Quran dibuat olehnya tentu sangat aneh,karena akan ketahuan jika Rasul mengarang-karang Quran,karena itu tugas rasul ialah murni sebagai penyampai saja apa yang diwahyukan oleh Allah,tanpa menambah atau mengurangi

Ketidakselarasan dan Perbedaan

Setelah kita mengetahui berbagai logika yang ada di atas bagaimana persamaan-persamaan yang terdapat di dalam Al-Qur`an dan kitab-kitab suci lainya. Akan tetapi, ketika seseorang memberikan perhatian yang cukup terhadap hal tersebut, dia akan menyadari bahwa sebenarnya terdapat banyak lagi ketidakselarasan dan perbedaan antara semua kitab tersebut. Sebagai tambahan pada persamaan-persamaan yang ada, perbedaan yang dimiliki Al-Qur`an dibandingkan dengan kitab-kitab samawi lainnya dan bagaimana Al-Qur`an membenarkan perubahan-perubahan yang terdapat dalam kitab-kitab suci lainnya, merupakan bukti bahwa—secara kata per kata—Al-Qur`an adalah sebuah kitab suci.

Karena kitab-kitab samawi yang diturunkan sebelumnya telah mengalami berbagai perubahan yang dilakukan oleh manusia dan telah kehilangan sebagian besar orisinalitas wahyu ilahiyahnya, kitab-kitab tersebut mengandung logika dan referensi yang bertentangan, dan pada saat yang sama bertentangan secara langsung dengan kandungan Al-Qur`an. Juga terdapat berbagai variasi dalam kisah-kisah yang terdapat di dalamnya dibandingkan dengan Al-Qur`an.

Kitab-kitab ini telah mengalami banyak perubahan dalam kandungan dan logikanya dan begitu juga gaya serta komposisinya. Ini karena kitab-kitab itu telah berubah menjadi teks-teks sejarah agama yang mistis daripada sebagai kitab-kitab samawi. Misalnya, kitab pertama dari Taurat, Genesis (Kejadian), menceritakan kisah bani Israel dari awal penciptaan hingga kematian Nabi Yusuf. Gaya ekspresi historis ini mendominasi sebagaimana yang terdapat pada kitab-kitab Taurat lainnya.

Dengan cara yang sama, bagian-bagian inisial dari keempat Injil yang resmi(kanonik) yang kisah hidup Nabi Isa sebagai topik utamanya. Bahasan utama dari keempat jenis Injil ini adalah kisah kehidupan, sabda, dan kegiatannya.

Sebaliknya, Al-Qur`an mempunyai gaya yang sangat berbeda. Ada sebuah ajakan terbuka kepada agama (Islam) yang diawali dengan surah al-Faatihah. Pada bahasan-bahasannya, topik utama yang terkandung dalam Al-Qur`an adalah pengakuan terhadap Allah sebagai bukti ketidaksempurnaan seorang makhluk dan perintah kepada kaum mukminin untuk menjauhi perbuatan syirik agar menyerahkan diri mereka hanya kepada Allah.

Pada masa kini, dalam kitab Taurat yang telah diubah, terdapat banyak ketidaksempurnaan dan sifat-sifat manusia yang telah disamakan dengan sifat Allah (Allah adalah di atas segalanya). Misalnya, kisah Nabi Nuh yang mengandung banyak kebohongan tentang sifat-sifat Allah. Karakter manusia seperti merasa lelah atau menyesal, berdiam diri, dan banyak lagi sifat yang tidak dapat disebutkan di sini telah disamakan dengan sifat Allah. Taurat juga banyak menyebutkan tentang Allah ketika kitab tersebut menerangkan tentang Allah sebagaimana seorang manusia, seperti berjalan, berkelahi, dan merasa marah (Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan).

Ini adalah alasan mengapa ada peringatan-peringatan yang jelas dalam Al-Qur`an terhadap mereka yang mengada-ada dan mengatakan kebohongan-kebohongan dari golongan kaum Yahudi. Salah satu tuduhan tersebut adalah bahwa Allah (Yang Mahakuasa) adalah kikir.

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu.’ Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki….” (al-Maa`idah: 64)

Pada keseluruhan kandungannya, Al-Qur`an berbeda dengan Taurat karena Al-Qur`an tidak hanya berbicara tentang satu bangsa, tetapi tentang seluruh peradaban, kebangkitan dan kerunTuhannya. Sebagaimana diperintahkannya mereka yang telah diturunkan Al-Qur`an kepadanya untuk bertanggung jawab mengikuti semua perintahnya. Sifat-sifat ini menjadikannya berbeda dan universal. Karena semua kitab samawi (kecuali Al-Qur`an) telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh manusia di sepanjang sejarahnya dan telah hilangnya
orisinalitasnya, kitab-kitab itu tidak lagi mempunyai sifat kesamawiannya. Beberapa prinsip dasar ajaran yang disebutkan dalam kitab Injil, yang dianggap sebagai satu sumber Al-Qur`an, telah disanggah secara terbuka oleh Al-Qur`an.

“Dan mereka berkata, ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak perempuan.’ Sesungguhnya, kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (Maryam: 88-93)

Pernyataan serupa lainnya yang merupakan penentangan terhadap Al-Qur`an adalah penyaliban Nabi Isa oleh bangsa Yahudi. Dalam Al-Qur`an, dinyatakan bahwa bangsa Yahudi tidaklah membunuh (Nabi Isa), tetapi telah disamarkan .Ditambahkan pula bahwa Allah telah mengangkatnya ke haribaan-Nya.

Kesimpulannya, jika kita membuat suatu perbandingan umum, kita akan mengetahui bahwa kebenaran penting yang diberikan sebagai petunjuk oleh Al-Qur`an bagi umat manusia adalah Tauhidullah, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Dia mempunyai sifat yang tidak sama dengan makhluk-Nya atau sifat-sifat negatif lainnya. Fakta-fakta penting ini diulang-ulang dalam Al-Qur`an dalam kisah-kisah qur`ani yang mengandung petunjuk, peringatan, dan pengetahuan

Semua ini membuktikan bahwa Al-Qur`an adalah sebuah kitab samawi.

Sumber: Harun Yahya