Pertama di Oktober


Akhirnya, kali pertama bulan ini bisa membuka laptop dan menulis  di sini. Sebab, beberapa hari kemarin, berkelana menjemput inspirasi dan rezeki yang semoga berkah. Tak terasa, sudah dua minggu sepi tulisan. Padahal banyak yang terjadi. “Berjuta rasanya,” kata Tere Liye. Beberapa hari lalu, menikmati lembutnya udara puncak yang  lama nian tak menjumput bau-segarnya. Bau tanah yang sangat tajam terasa menyejukkan.

Dinginnya menelusup ke pori-pori kulit. Terhampar luas, padi-padi yang setinggi ilalang. Menghijau. Tak luput, pucuk-pucuk the segar siap dipangkas oleh wanita tua ber-caping. Siap menggerak-gerakkan aritnya. Mereka terlihat kecil, terbungkus awan putih yang menyelimutinya.

Di padang sana. Beberapa hari lalu, menikmati serucup teh hangat. Berbincang, mendapatkan inspirasi dari para senior. Bercengkrama, di beranda. Sesekali cahaya matahari membelai lembut pakaian. Menyisakan rasa hangat, bercampur semilir angin yang menelisik. Desaunya terasa melegakan hati.

Ilmu-ilmu itu menerabas hati. Terikat mantap, mencerahkan akal. Menggerakan lakon. Ilmu memang melahirkan amal –seharusnya. Pun amal selaras. Ia menghasilkan pemaknaan. Pemaknaan akan hidup, yang semakin cerah. Semakin terarah, semakin ceria.

Sebab ceria itu harus terjadi. Terjadi selepas pekan lalu- hingga hari ini. Selusin nikmat, atau berjuta rasa tak terperi. Tak menyisakan apapun, kecuali  syukur. Melepas penat, di atas bukit. Membuka jendela bumi, dengan mengibas-ngibas, beberapa tulisan. Kata Tulisan memang mulai tak lagi asing terdengar.

“Terus membaca dan menulis Ki!” kata pak Teuku Chairul, Direktur Republika itu asmbil memberikan buku ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Tere-Liye  kepada saya. Sebelumnya, mas Erie Sudewo , yang bikin Dompet Dhuafa memberikan hadiah buat saya dua buah buku. “Kalau kamu mau konsisten nulis, baca dua buku saya ini,” katanya.

Sambil mengobrol di mobil yang melesat kencang, beliau cerita kalau dulu katanya cukup lama menjadi Jurnalis Republika. Yang saya baru tahu, bahwa beliau juga dulu kuliah di Arsitektur. “Tapi karena mahal ki, saya pindah ke Arkeologi,” katanya sambil tertawa terkekeh khasnya yang pada akhirnya ‘nyasar’ juga jadi Jurnalis.

Minggu kemarin memang minggu buku. Setelah menikmati pameran buku di Braga, saya dapat hadiah beberapa buku langsung dari penulisnya langsung. Buku ‘Indonesia tanpa Liberal’ karya bang Artawijaya yang juga mantan wartawan Sabili juga telah saya terima langsung. Selain tentunya sambil mengobrol ala jurnalis islam.

Jadi, karena mungkin tiap hari ‘ngobrol’ sama ‘jalan’ akhirnya baru sempat lagi membuka dan ‘menikmati’ laptop. Sambil mendengarkan alunan syahdu penyejuk kalbu. Terus berlatih dan menikmati proses adalah sesuatu yang sunnatullah.

Sama seperti ketika kita melemparkan sebuah pena. Ia akan jatuh  ke bawah. Itu adalah sunnatullah yang lain. Maka terus menulis, adalah sebuah proses pemaknaan. Proses berlatih, menjadi penulis.

“Karena itulah terus membaca, menulis, dan berpikir,” kata Bu Pipit Senja, novelis legendaris. Sambil ngobrol bertiga, beliau menceritakan kisahnya saat tahun 75, mengirim tulisan hingga baru tahun 86 tulisannya masuk kategori baik dan di cetak. Juga yang namanya ‘Tere Liye’ yang kata pak Chairil akhirnya setelah berkali-kali mengirim tulisan, baru diterima.

Ya, semoga tulisan pertama di Oktober ini bisa berlanjut, setelah mendapatkan ‘aliran energi’ dari mereka-mereka yang telah melaluinya. Tadi pagi, mas Ipho Santosa di Istiqamah dengan semangat memaparkan 7 keajaiban rezeki dan menginspirasi kami..Dan semoga, para penulis dapat senantiasa menginspirasi termasuk diri ini.

Bisa jadi dimulai dari  sekarang, sudah dapat ditemukan di pasar, tulisan dengan tagline ‘inspirasi setiap generasi’ hehe. Juga kemarin mengisi training menulis dan jurnalistik di Almamater tercinta, juga beberapa tempat … Semoga bisa tetap istiqamah, – selamat menikmati🙂

    • petualang
    • October 8th, 2012

    duh duh.. mikir banget ya baca tulisannya… nebak lagi! jangan-jangan “inspirasi setiap generasi” itu ada di cover tabloid alhikmah..

    *saya baru tau klo ada pameran buku.. untung gak tau..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: