Sehari Satu?


Sebuah kebiasaan, mencatat aktivitas sehari-hari. Saat itu, melihat aktivitas masa lalu. Hal itu sungguh menggelikan. Semua memori itu kembali. Benar, kata Ali saat itu, ‘ Ikatlah Ilmu dengan tulisan’. Ilmu itu yang tersebar di alam. Ilm dan Alm – semuanya adalah ayah (tanda). Tanda-tanda itu, kian terikat.

Semua terlihat detail. Detail hingga tanggal, jam, tempat. “Mungkin, suatu saat bisa menjadi kisah menarik,” kata Ahmad Fuadi. Sebab dibalik kaca mata tebalnya, pandangannya menyimpan keyakinan. Waktu itu dia cerita, catatan-catatan itu dibuka dalam sebuah koper besar.

Zaman ini, tak perlulah sebuah koper. Hanya dari balik layar 11 inchi itu, kita dapat menyimpat sejuta kata dan makna. Dengan meggerakan jari-jari dengan cekatan. Itulah saran beliau. Beliau seorang wartawan yang memutuskan menjadi novelis, setelah menimba pengalaman dari pelbagai pelosok.

Pun, kisah-kisah itu perlu diikat. Niscaya, saat nanti, senyum itu semakin tersungging merekah. Saat lipatan-lipatan dahi mulai mengkerut. Guratan halus menyapa di celak mata. Dengan-nya berguman ‘oh ternyata dulu aku begini,’ cetusnya mantap.

Memori itu kian kembali lagi. Karena ia terikat.

Sehari Satu? Memang benar. Harusnya seperti itu, tak perlu melulu di sini. Di sudut rumahpun masih bisa. Yang penting, minimal sehari satu halaman, lagi-lagi kata mas Ahmad Fuadi yang sekarang menikmati lima menara-nya. Sehari satu memang harus terwujud, tak boleh berhenti.

Tetap menggerakan pena, menajamkan pandangan. Karena, ilmu ada di sana. Ilmu dan Alam yang masih satu rumpun. Ia adalah tanda, yang harus di ikat. Kalau sudah terikat , masa depan itu bisa menjadi sejarah. Karena masa depan kita, adalah masa lalu di masa yang lebih depan.

Karenanya, sehari satu sangat penting. Yakinkan diri, memang harus  sehari satu. Tak melulu harus kau lihat. Kau simpan di catatan di dalam lemari tak masalah. Atau mungkin di relung hati jauh di sana. Atau seperti beliau, di balik pengapnya koper besar itu. Mengais makna.

Suatu saat, ia meraung-raung ingin ke luar. Ingin mengungkapkan, apa yang di sebut sebagai ‘kenangan’. Tapi tak sekedar kenangan. Ia adalah al-ilm. Ilmu sekaligu alam. Di sinilah, menulis merupakan bentuk syukur. Terhadap tanda, alam, dan ilmu.

    • petualang
    • September 21st, 2012

    hmm.. pers conference nih..

    *baca: pengumuman klarifikasi

    • petualang
    • September 22nd, 2012

    Jadi mau buat novel ya? Hmm kayaknya udah ada calon pembelinya nih. Tuh yg namanya Salim nge-like mulu..

    • should be, just enjoying the process.., i think, not Salim to be first reader the novel, hehe (*but me)

  1. Hehehe🙂
    diantos lah kang!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: