Saatnya berkisah


Kisah adalah Kisah. Ia menjadi kisah karena dikisahkan. Selamanya ia tetaplah kisah.
Kisah adalah kisah. Ia menjadi kisah karena berkisah. Selamanya ia tetaplah orang ketiga.
Ia bukan aku. Bukan pula Engkau. Bukan pula kita. Ia adalah Ia.
Kisah adalah Kisah. Ia tak sama dengan ku, denganmu. Ia adalah Ia.
Kisah punya dunia sendiri. Saat ia bercerita tentang dirinya. Tanpa dirimu atau diriku.
Ia selalu menarik. Menarik untuk engkau ketahui. Karena Ia dan kita berbeda.
Kita adalah kita. Nun jauh di sana, ia adalah kisah.

***

Tapi, ia bukanlah aku, engkau, atau siapapun.
Kisah adalah kisah.
Ia selalu menawan.
Karena, setiap darinya berbeda.
Ia selalu Indah.
Karena, tak ada yang serupa.
Ia selalu cantik.
Karena ia adalah ia.
Maka, biarkanlah ia bercerita.
Biarkan ia menikmatinya.
Biarkan ia berbeda.
Bukankah ia tak boleh sama.
Karena, kita sendiripun berbeda.
Setia kita memiliki dirinya.
Ia adalah kisah kita.

 

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: