Apakah Umat Islam sudah kehilangan Izzahnya?

dari voa-islam

Seri : Pemikiran

MASIH hangat dalam ingatan kita, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10-11 September, umat Islam merayakan hari kemenangan. Hari di mana kita bersuka cita, karena hari tersebut adalah hari besar bagi Umat Islam. Namun, momen yang bertepatan dengan peringatan 9 tahun tragedi berdarah, atau tragedi 11/9, umat Islam dikejutkan pula dengan ancaman pembakaran Quran oleh pastor Terry Jones.

Bak petir di siang bolong, masih dalam Hari Besar umat Islam, namun dengan beraninya seorang mengancam akan membakar kitab suci umat Islam, dan diumumkan secara kepada seluruh dunia.

Sembilan tahun sebelumnya sejak diserukan “perang melawan terorisme” oleh Bush, pandangan dunia barat terhadap Islam mulai berubah. Apakah yang sebenarnya membuat Barat begitu phobianya dengan Islam dan berani menghina bahkan menyentuh sendi-sendi fundamental dalam Islam sendiri? Apakah umat Islam hanya bisa diam saja atau hanya berteriak protes tapi tidak diacuhkan?

Islam dan Barat, Apa Pandangan Mereka?

For Almost a thousand years… Europe was under constant threat from Islam (Bernard Lewis, Guru Besar sejarah Princeton University)

Fenomena hubungan Islam dan Barat diangkat kembali pada peringatan sembilan tahun 11/9 kemarin bertepatan dengan wacana pembakaran Quran, yaitu Presiden Obama menyatakan bahwa AS tidak memusuhi Islam, tetapi Al-Qaeda. Namun kenyataannya, bahkan AS sampai saat ini masih menyerang umat Islam di berbagai negeri belahan dunia.

…Presiden Obama menyatakan bahwa AS tidak memusuhi Islam, tetapi Al-Qaeda. Namun kenyataannya, AS sampai saat ini masih menyerang umat Islam di berbagai belahan dunia…

Bernard Lewis, seorang pemikir sejarah dan politik AS membuat sebuah buku dengan judul Islam and West. Ketika berbicara tentang hubungan Barat dan Islam, kita tidak lepas dari agama Kristen, sebab peradaban Barat erat kaitannya dengan kekristenan, di mana peradaban Barat sekarang (sekuler-liberal), terbentuk dari kekecewaan Barat terhadap problem agamanya. Maka dari itu sejak 1400 tahun silam, Islam dan Kristen sudah melakukan kontak, dan seperti diungkapkan Bernard Lewis, Islam sudah mengancam eksistensi Christendom, dan mungkin ini yang terjadi sampai sekarang ketika Barat memandang Islam

Disusul oleh ahli kebijakan strategis AS, Samuel P Huntington, dalam bukunya The Clash of Civilization and the Remaking of World Order, bagaimana setelah komunisme runtuh, ia mencoba mengarahkan Barat bagaimana Barat seharusnya memberikan perhatian khusus kepada Islam. sebab kenapa?

“Islam is the only civilization which has put the survival of the West in doubt, and it has done at least twice”. Bagi para pemikir sejarah dunia, dan pengambil kebijakan strategis dalam dunia internasional, khususnya barat (Eropa dan AS), keberadaan Umat Islam tidak dapat dianggap sebelah mata. Sebagaimana pendahulunya Bernard Lewis telah mengingatkan “bahaya Islam” dalam bukunya The Crisis of Islam juga dalam sejarah kelam peradaban barat dan Islam

Oleh karena itu, ada kemungkinan tragedy 11/9 merupakan babak baru, mengikuti arahan Huntington dan para orientalis kawakan, bahwa benturan peradaban ini benar-benar terjadi. Islam dijadikan sebagai arah baru kebijakan politik AS. Genderang perang melawan terorisme digunakan untuk mengambil keuntungan beberapa pihak dan menyudutkan Islam karena jika dinilai secara historis dan proyeksi ke depan, dapat mengancam peradaban yang telah mereka bangun selama ini

Islamofobia di zaman ini

Ketika Obama berbicara bahwa AS tidak memerangi Islam tetapi Al-Qaeda dan teroris, kita tentu bertanya-tanya. Lalu apa yang dilakukan AS kepada negeri-negeri kaum muslimin itu tindakan apa? Ketika Iraq diserang, dunia bungkam. Istilah terorisme yang tidak jelas dan berbau politis sulit diterapkan dengan standar objektif. Apakah penyerangan terhadap Iraq tanpa alasan bukan merupakan tindakan terorisme? Mantan Deputi pertahanan AS Steinberg, dalam The New York Times 12 Oktober 2001 mencatat “Tetapi Irak sebenarnya hanya batu lompatan lain guna mendorong ‘perang’ anti-teroris menjadi ledakan besar benturan peradaban (clash of civilization), di mana kawasan Islam akan menjadi symbol musuh dalam sebuah Perang Dingin baru”

Setelah G. W Bush kemudian Obama, apakah ada kebijakan baru yang berubah oleh AS untuk kaum muslimin? Ternyata tidak! Obama hanya melanjutkan apa yang Bush lakukan. Ketika Al Quran dibakar pada peringatan tragedy WTC, maka itu merupakan phobia yang berlebihan. Namun hal itu tidak hanya terjadi di AS.

Di Australia, ketika semua orang fokus kepada pembakaran Quran di Florida, ternyata seorang Atheis merobek Quran dan membakarnya bak rokok. Ketika itu juga di depan gedung putih terdapat orang yang merobek Quran, dan ternyata beberapa hari kemudian Quran jadi dibakar, Ketika itu juga Willders menyuarakan gerakan anti Islam dan menilai Islam sebagai fasisme, sebelumnya muncul ayat-ayat fitnah, jauh sebelumnya komik nabi Muhammad muncul, dan baru-baru ini di Indonesia, Islam dijadikan kambing hitam kasus penusukan jemaah gereja HKBP. Begitu banyak fitnah dan ujian pada zaman ini, begitu nyata sabda nabi bahwa di akhir zaman nanti akan terjadi fitnah, ketika orang pagi beriman dan sore hari menjadi kafir. Apakah karena kaum muslimin telah kehilangan Izzahnya, sampai –sampai diperlakukan semena-mena di berbagai belahan dunia

Refleksi Kaum Muslimin

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang yang paling tinggi(derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman” (QS Ali Imran :139).

…Islam adalah peradaban besar yang dibangun sejak munculnya manusia pertama dan bertahan sampai sekarang. Kita adalah umat terbaik, yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah…

Islam adalah peradaban besar yang dibangun sejak munculnya manusia pertama yaitu Adam dan bertahan sampai sekarang. Berbagai kajian Barat mengkhususkan tentang Islam. Ketika Quran di bakar, atau negeri kaum muslimin di serang oleh AS, dan juga Zionis Israel, umat Islam tidak sepatutnya melemah. Karena kita adalah umat terbaik, umat yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Mungkin fitnah yang terjadi pada zaman ini merupakan ujian bagi umat Islam dan saatnya kita refleksi

Ketika Izzah kaum muslimin terkesan tidak dipedulikan lagi oleh musuh-musuh Islam, begitupun zaman nabi dahulu ketika awal-awal dakwah, ketika banyaknya ujian kepada nabi. Gelombang Islamofobia saat ini, yang menyeruak merupakan ujian besar. Sudah saatnya kaum muslimin bersatu. Khairu ummah akan terjadi bila ta’muruuna bil ma’ruf dan tanhauna ‘anil munkar itu dilaksanakan, seperti yang Allah beritakan pada surat Ali Imran 110. Setiap muslim dapat berperan melalui tulisan, pemikiran, ceramah. Dan apakah itu sudah kita lakukan?

…Sudah saatnya kaum muslimin bersatu. Khairu ummah akan terjadi bila ta’muruuna bil ma’ruf dan tanhauna ‘anil munkar itu dilaksanakan, seperti yang Allah beritakan pada surat Ali Imran 110…

Ketakutan-ketakutan terhadap Islam sangatlah tidak tepat, karena selain hal itu merupakan berbau politis, namun di lapangan hal itu terlihat lain. Bagaimana dalam sejarah ketika Islam memimpin sebuah Negara, maka penduduknya aman dan damai. Untuk itu kita masih perlu terus belajar, belajar Islam dengan sebaik-baiknya. Menunjukkan kepada dunia, bagaimana Islam sebenarnya, bagaimana umat terbaik zaman dahulu yang nyata ada dan menjadikan peradaban terbaik, dari zaman jahiliyah menuju keemasan.

Keutamaan kita untuk menjelaskan, berdakwah, bahwa seperti apa itu Islam, membantah tuduhan-tuduhan salah alamat yang dituduhkan kepada Islam, perang pemikiran terhadap kekuatan asing yang ingin menghancurkan Islam lewat citra buruk dan islamofobia. Dan yang paling penting, tunjukkan dengan bangga, bahwa kita adalah seorang muslim yang akan kembali membawa kepada umat terbaik seperti zaman Rasulullah SAW yang tidak hanya diam saja, saat Izzah kita diinjak-injak tetapi buktikan dengan dakwah, pemikiran, danjuga berusaha mengikuti teladan kita ,Rasulullah

Judul Asli : harga-diri-umat-islam-diinjak-injakdi-manakah-izzah-kaum-muslimin

Advertisements

Yuk , Shalat Sunnah Ba’da Ashar

Pada suatu hari, ada seorang teman^^ menuliskan tentang apakah dia perlu melarang orang yang kedapatan shalat sehabis ashar.Adakah shalat sunnah setelah shalat ashar. Mungkin sebagian kita mengetahui bahwa ada larangan shalat setelah ashar, saat itu saya menjawab bahwa mungkin itu qadha ba’da zuhur/ atau shalat sunnah sebelum ashar. Namun sambil saya mencari referensi, ternyata ada sesuatu yang menarik,

Saya menemukan dalam satu buku, tetang pembahasan ini, juga dari beberapa sumber di internet.Hendaknya kita membiasakan sunnah-sunnah rasul ,ketika pada isya, rasul memberi keringanan agar tidak memberatkan umatnya , maka bolehnya diawal waktu, juga ba’da ashar ini,rasul memberikan keringanan, sekiranya tidak meberatkan umatnya.Coba kita lihat hadits,dan juga pendapat dan penjelasan para ulama tentang hal ini

Larangan Shalat setelah Ashar??

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang dua macam shalat : Shalat ba’da Shubuh hingga terbit matahari dan shalat ba’da ‘Ashar hingga terbenamnya matahari” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Amr bin ‘Abasah radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda : “…..Jika bayangan telah condong (waktu zawal), maka kerjakanlah shalat, karena shalat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri (oleh para malaikat). Hingga engkau mengerjakan shalat ‘Ashar. Setelah itu, janganlah engkau shalat hingga matahari terbenam. Karena matahari terbenam di antara dua tanduk syaithan. Pada saat itu, orang-orang kafir sujud padanya” (HR. Muslim)

Mengqadha Shalat sebelum Ashar

Dari Ummu Salamah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallham dibuat sibuk atas satu urusan sehingga tidak sempat mengerjakan shalat dua raka’at sebelum ‘Asar. Maka beliau mengerjakannya setelah ‘Ashar” (HR An-Nasa’i hasan shahih)

Shalat dua rakaat ba’da ashar

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Demi Allah, beliau tidak pernah meninggalkan shalat dua raka’at sehingga beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bertemu dengan Allah, dan beliau tidak bertemu dengan Allah ta’ala hingga beliau merasa berat melakukan shalat. Dan beliau sering melakukan shalatnya dengan duduk, yaitu shalat (sunnah) dua raka’at setelah ‘Ashar dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat (sunnah) dua raka’at setelah ‘Ashar itu tidak di dalam masjid karena takut akan memberatkan umatnya dan beliau senang terhadap sesuatu yang membuat ringan bagi umatnya” (HR Bukhari nomor 565)

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan dua raka’at ba’da ‘Ashar di sisiku”.

Dalam riwayat lain :

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Dua shalat yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam di rumahku dalam keadaan apapun yaitu : Dua raka’at sebelum Fajar/Shubuh dan dua raka’at setelah ‘Ashar” (HR Bukhari 566-567 dan Muslim nomor 835)

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Tidaklah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasalam mendatangiku di suatu hari setelah ‘Ashar melainkan beliau mengerjakan shalat dua raka’at” (HR Bukhari 568)

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Janganlah seseorang shalat setelah ‘Ashar kecuali bila matahari masih putih dan tinggi’ (HR. Ibnu Khuzaimah ,Abu, AnNasai)

Dari hadits-hadits tersebut, kita mendapat pemahaman bahwa ada larangan Nabi saw shalat sunnah setelah ashar, lalu disisi lain nabi pernah mengqadha shalat sunnah ba’da zuhur atau dua rakaat qabla ashar karena kesibukan beliau. Nabi saw juga membiasakan shalat sunnah dua rakaat di rumahnya (sama seperti shalat fajar).Dalam hal ini, shalat sunnah ba’da ashar yang dilakukan nabi, seperti dalam hadits terakhir dilakukan ketia matahari masih putih dan tinggi. Jika sudah redup dan mau terbenam,maka masuk kepada keumuman larangan seperti hadits pertama tentang larangan shalat ashar.Syaikh Albani dalam bukunya Silsilah Hadits Shahih menggambarkan bahwa shalat bada ashar ini adalah sunnah rasul berdasarkan kuatnya dalil-dalil yang menunjukkan

“Saya katakan : Maka termasuk kesalahan yang telah menyebar di kitab-kitab fiqh :larangan (melaksanakan) 2 raka’at (setelah Ashar) ini. dan tidak menyebutkannya di kelompok sunnah rawatib bersamaan dengan tetapnya (shahihnya hadits dalam permasalahan ini),terus-menerusnya beliau –shallallahu’alaihiwasallam – melaksanakan keduanya . Sebagaimana halnya beliau terus menerus /rutinnya melaksanakan 2 raka’at sebelum fajar , dan tidak ada dalil tentang penashakhannya / penghapusannya, dan tidak pula ada dalil yang menunjukkan bahwa ini merupakan khushushiyyah beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- bagaimana? Sementara orang yang paling mengetahuinya (2 raka’at tersebut ) selalu menjaganya ( 2 raka’at tersebut). Yaitu Ummul Mukminin ‘Aa’Isyah – radhiallahu ‘anha- dan orang-orang yang sepakat dengan beliau (‘Aa’Isyah –radhiallahu ‘anha) dari kalangan sahabat dan orang-orang salaf sebagaimana yang telah berlalu”(Syaikh Albani)

Larangan shalat Ba’da Ashar, jika matahari mau tenggelam

Selain itu,shalat sunnah ba’da ashar sudah biasa dilakukan oleh beberapa sahabat nabi.Dan beberapa sahabat pernah melarang, namun dimungkinkan yaitu jika matahari sudah hilang terangya dan tidak saat masih terang.Agar tidak dijadikan oleh orang-orang yang tidak mengetahui. Dan hal ini dikuatkan oleh hadits :

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani ia berkata : “Ada tiga waktu dimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk melakukan shalat dan menguburkan jenazah : Ketika matahari terbit persis hingga meninggi, ketika matahari tepat di atas kepala hingga tergelincir, dan ketika matahari hampir tenggelam” (HR. Muslim)

Hadits ‘Uqbah bin ‘Amir di atas menegaskan penjelasan larangan shalat ba’da ‘Ashar, yaitu ketika matahari hampir tenggelam (sinarnya sudah tampak kemerahan). Tidak keseluruhan waktu secara mutlak setelah penunaian shalat ‘Ashar. Tentang shalat sunnah ba’da ashar juga sudah menjadi kebiasaan bebeapa sahabat.

Dari Al-Miqdaam bin Syuraih dari ayahnya ia berkata : Aku bertanya kepada ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa tentang shalat sunnah ba’da ‘Ashar. Maka ia menjawab : “Shalatlah. Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam hanya melarang shalat ketika matahari terbit” (Shahih Ibni Hibban nomor 1566)

Perkataan ‘Aisyah bahwa larangan shalat sunnah hanya pada waktu matahari terbit bukanlah pembatasan yang bersifat mutlak. Sebab ia sendiri telah membawakan riwayat adanya pelarangan selain waktu tersebut seperti hadits

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua raka’at setelah ‘Ashar”. ‘Aisyah berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Janganlah kalian mencari-cari waktu terbit dan terbenamnya matahari lalu mengerjakan shalat pada waktu tersebut” (HR. Muslim nomor 833)

Kesimpulan

Dan didapat kesimpulan bahwa disunnahkan shalat ba’da ashar sebelum langit mulai memerah. Dan inilah pendapat sebagian shahabat seperti : ‘Ali bin Abi Thalib, Az-Zubair, Tamim Ad-Daari, Abu Ayyub, Abu Musa, Zaid bin Khalid Al-Juhhani, Ibnu Zubair, An-Nu’man bin Basyiir, dan Ummu Salamah radliyallaahu ‘anhum. Dari kalangan ulama tabi’in : Al-Aswad, Masruq, Syuraih. Amru bin Maimun, Abdurrahman bin Al-Aswab, ‘Ubaidah, Al-Ahnaf bin Qais, dan Thawus. Ibnu ‘Abdil-Barr menghikayatkan diantara tabi’in yang berpendapat demikian adalah ‘Atha’, Ibnu Juraij, dan ‘Amr bin Dinar rahimahumullah.(Fathul-Baari oleh Ibnu Rajab Al-Hanbaliy, 5/48)

Dan tersimpulkanlah dari apa yang telah lalu bahwa 2 raka’at setelah Ashar adalah merupakan sunnah apabila sholat Ashar dikerjakan bersamanya sebelum menguningnya matahari.Maka wajib untuk kembali kepada sunnah dan 2 raka’at ini tetap di dalam sunnah. . Dengan riwayat Ummul Mukminin, tanpa ada satu dalilpun yang menyelisihinya,kecuali hadits umum yang dikhususkan dengan hadits Ali dan Anas yang di isyaratkan kepada nomornya tadi. Dan tampaknya ini adalah madzhab Ibnu Umar juga . sungguh Al- Bukhori telah meriwayatkan (589) darinya (Ibnu ‘Umar) berkata : “Saya sholat sebagaimana saya melihat teman-teman saya sholat , saya tidak melarang sesorang untuk sholat di malam hari dan tidak pula disiang hari sekehendaknya, selain mereka mengerjakannya ketika terbitnya matahari dan ketika tenggelamnya .”

Dan disini kami perlu mengingatkan Ahlus Sunnah yang semangat untuk menghidupkan sunnah–sunnah dan hendaklah mereka mengerjakan 2 raka’at ini, disetiap mereka melaksanakan sholat Ashar tepat pada waktu yang disyari’atkan, karena perkataan – shallallahu ‘alaihi wasalam – :” Barang siapa yang mencontohkan di dalam Islam satu contoh yang baik maka dia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya …..” dan hanya dengan Allahlah taufiq tersebut . (Silsilah Hadits Shahih)

Referensi : http://abul-jauzaa.blogspot.com/

Shahih Fiqhis-Sunnah

Silsilah Hadits Shahih, Syaikh M Nashiruddin Albani

Sumpah Pemuda, Perjuangan dan Refleksi Kaum Muslimin

Mungkin bulan oktober ini dapat dibilang bulannya pemuda di Indonesia.Awal Oktober ketika dunia Islam tertuju ke Indonesia, ketika ulama-ulama dunia, dai’,pemuda Islam berkumpul di Indonesia pada Konferensi International , Word Assembly of Moslem Youth (WAMY) yang menyimpulkan tentang peran pemuda muslim dimasa yang akan datang. Pada tanggal 20 Oktober, dimana pada peringatan satu tahun pemerintahan SBY dan Boediono, dimana pemuda terlibat demonstrasi, dan beberapa diantaranya berakhir dengan ricuh. Dan pada tanggal 28 Oktober ini,hari dimana dianggap sebagai hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda yang dibacakan 82 Tahun yang lalu dalam rapat pemuda II.Namun setelah dicermati, apakah hubungannya dengan “Sumpah Pemuda”?.karena pada dasarnya tidak ada tulisan mengenai sumpah pemuda pada teks tersebut.Dokumen resmi dan otentikpun tidak ditemukan bahwa hari tersebut memang dijadikan sebagai hari penting atau peristiwa penting, dan hanya tertulis `Poetoesan Congres.Mengingat begitu penting peran pemuda, maka bisa jadi hari ini, sebuah pembelokan makna, sehingga seolah-olah pemuda Indonesia telah bersumpah pada tahun 1928 dan dijadikan sebagai ideologi,dan itu terlihat jelas pada isi sumpah pemuda yang beredar sekarang ini

Antara Sumpah Pemuda dan Nasionalisme

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Itulah isi dari teks yang dianggap sebagai sumpah pemuda . Sumpah pemuda ini, dianggap manjur untuk melumpuhkan gerakan-gerakan separatis yang akan mengganggau keamanan Negara dengan semangat nasionalisme .Semangat ini dapat diterapkan dengan tidak berlebihan, karena bagaimanapun kita hidup di bumi Indonesia ini. Para pejuang terdahulu, berjuang melawan penjajah tentu ingin mempertahankan wilayahnya, namun sebagai muslim, pejuang kita seperti Diponegoro,M. Natsir, Agus Salim, Bagus Hadikusumio, Kasman Singodimedjo menganggap bahwa kebenaran lebih mereka cintai dalam membela bangsa dengan menegakkan nilai-nilai Islam.

Mereka adalah orang-orang yang berjuang bagi Negara, ikhlas dalam membelanya, dan sangat paham tentang nasionalisme, namun perbedaannya adalah asas nasionalisme Islam adalah aqidah islamiyah, sementara penyeru nasionalisme murni berhenti hanya sebatas negaranya saja

Setelah runtuhnya khilafah Utsmani .Gerakan nasionalisme yang sempit mulai terjadi yaitu ketika dalam prosesnya,setiap bangsa berjalan sendiri-sendiri.Menonjolkan warisan nenek moyang , ketika Mesir kembali kepada Firaun, Irak pada Babilonisme, maroko pada Barbar-nya dan negeri-negeri Islam lainnya Begitu ampuh gerakan ini, ketika paying Utsmaniyah runtuh, gencarnya proklamasi beberapa Negara Islam. Dan sebenarnya, ini adalah warisan kolonial Barat,pada daerah-daerah jajahannya. Sehingga Negara-negara Islam tidak merasa dipersatukan oleh aqidah Islam

Sumpah yang Agung : Bercermin dari Pemuda Pengukir Sejarah

Ketika sumpah pemuda yang menggagas sumpah nasionalisme, yang hanya terbatas pada tempat tertentu , maka dalam Islam, rasul telah menjelaskan bahwa ada sumpah yang sangat agung dibanding sumpah pemuda, yaitu bersumpah penghambaan hanya kepada Allah saja. Sebuah kalimat yang teguh, kalimat Tauhid, kalimat yang menjadikan orang-orang yang mencetak sejarah, pemuda-pemuda yang mengubah sejarah, pemuda-pemuda yang rabbani, mencetak pemuda harapan dunia.

Aqidah mempersatukan hati-hati orang mukmin,jika kita lihat proses tarbiyah Rasulullah bagaimana ketika beliau mempersiapkan para pemuda dengan aqidah yang benar, karena memang generasi mereka yang akan memegang tampuk kepemimpinan kedepan.Lihat saja bagaimana pada usia 8 Tahun Ali bin Abi Thalib sudah mengikuti proses tasfhiyah(pemurnian aqidah), dan tarbiyah (pendidikan). Suatu saat menjadi khalifah besa. Arqaam bin Abil Arqam pada umur 12 tahun, Abdurrahman bin Auf , Usamah Bin Zaid yang baru berumur sekitar 19 tahun diamanahkan memimpin perang melwan Romawi, Mu’adz bin “Afra” dan Mu’adz bin Amru bin Al Jamuh yang membunuh pemimpin kafirin Abu Jahal pada perang Badar, atau Ibnu Umar yang meminta dimasukkah pada pasukan perang padahal umurnya baru 13 tahun

Itulah potret generasi pemuda yang disatukan oleh aqidah, berlanjut pada zaman setelahnya, Umar bin Abdul Aziz yang menjadi khalifah saat umur 37 tahun, dan diyakini sebagai khalifah rasyidah. Imam Syafii yang pada umur 11 tahun sudah mengajar dan dimintai fatwa, Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani yang saat muda menghafal kitab-kitab dan dipercaya menjadi qadhi saat usia muda.dan menorehkan penanya dalam kitab sangat berharga yaitu Fathul Baari. Generasi terus berlanjut, Muhammad Al Fatih yang saat itu berumur 21 tahun dikisahkan membebaskan konstantinopel ,meruntuhkan imperium romawi timur,seperti yang dijanjikan rasulullah

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin Hambal Al-Musnad 4/335]

Dan orang-orang tersebut telah dicatat sejarah, dengan sumpah yang paling agung, melebihi sumpah apapun. Pemuda-pemuda yang namanya mendunia, pemuda-pemuda yang berkarya dan karyannya dapat dirasakan sampai sekarang.Sebuah ikatan yang dibangun datas dasar aqidah, melebihi kepada ikatan kerabat, keluarga, bangsa, dan juga Negara.

Refleksi, Peran Pemuda Islam dimasa kini

Sumpah Pemuda, mengajak kita berpikir, bahwa pentingnya peran pemuda, mengingat bahwa ternyata ada sumpah yang jauh lebih agung, tidak hanya terbatas pada suku, bangsa,dan wilayah tetapi sumpah kepada sebuah kebenaran.Melihat generasi-generasi lalu, agaknya kita dapat mengambil pelajaran, bahwa peran pemuda sangatlah penting. Sampai –sampai nanti Allah akan mempertanyakan usia muda kita dihabiskan untuk apa? Dan ini tentunya akan kita jawab suatu saat nanti

Ketika Soekarno berkata ” berikan kepadaku 10 orang pemuda, aku akan goncangkan dunia”, tentunya beberapa abad yang lalu, generasi muda menggoncangkan dunia. Namun , saat ini, terjadi kemunduran pada pemuda-pemuda Islam. Ketika merefleksikan diri ini, dengan pemuda-pemuda hasil tarbiyah nabi, tentunya kita merasa sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan generasi salafus shalih.Oleh karena itu rasul bersabda bahwa pemuda yang taat beribadah kepada Allah, salah satu golongan yang dinaungi dihari kiamat. Inilah sumpah yang melebihi sumpah pemuda pada hari esok. Sumpah kepada kalimat tauhid. Berada diatasnya, dan itu yang dapat mengembalikan kita kepada generasi emas Islam.

Generasi pemuda pengukir tinta sejarah seperti Umar bin Abdul Aziz akan lahir kembali, pemimpin-pemimpin negeri yang adil suatu saat nanti, atau seperti Ibnu Hajar , ahli-ahli hadits dan ilmu, juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebagai ahli politik ,Al faith –al faith baru, pembebas negeri dari penjajahan AS kelak yang dipersatukan dengan sumpah Tauhid dan juga berjuang dalam perjuangan yang sangat panjang mengingat urgensi seperti diungkapkan seorang pemuda yang wafat pada usia terbilang singkat dalam Wasiat untuk Pemuda, Imam Hasan Al Banna Rahimahullah dalam Risalah Pergerakan:

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar
kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam
setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan
mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)

Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab
kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat
amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal,
bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna”

http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/muhammad-rizki-utama-mahasiswa-itb-sumpah-pemuda-antara-perjuangan-dan-refleksi-kaum-muda.htm

Tujuan Menggunakan Greenroof??

Falsafah Penggunaan Greenroof

Green roofs merupakan atap bangunan yang sebagian atau seluruh permukaa
nnya ditanami dengan tumbuh-tumbuhan hijau. Green roofs juga dikenal dengan nama eco-roofs, oikosteges, vegetated roofs, dan living roofs.

Penerapan green roofs sering dikaitkan pada bangunan-bangunan yang beratap datar, sehingga image yang terbentuk dari pemakaian green roofs lebih banyak dihubungkan kepada bangunan kontemporer yang notabene identik dengan atap datar. Ada dua jenis green roofs yang bisa digunakan pada sebuah atap, yaitu intensive green roofs, yang memiliki layer lebih tebal sehingga mampu mengakomodasi tanaman-tanaman yang lebih besar pula, namun membutuhkan perawatan yang intensif; extensive green roofs, atap hijau yang memiliki layer tipis sehingga hanya mampu ditanami tumbuhan kecil seperti rumput atau tanaman jenis perdu.

Pada awalnya, penggunaan green roofs diterapkan untuk merespon isu sustainabilitas akibat krisis yang mulai dikhawatirkan terjadi di bumi. Seiring perkembangannya, makin banyak penelitian-penelitian mengenai green roofs yang meninjau manfaat positif penggunaannya. Di samping itu, ternyata juga tujuan-tujuan sampingan yang menjadi alasan penerapan green roofs pada sebuah bangunan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi alasan mengapa sebuah bangunan menggunakan green roofs.

a. Membantu mengurangi penyerapan panas ke dalam bangunan

Tanaman dan medium green roofs di atas atap dapat membantu mengurangi penyerapan panas dengan efek shading dan proses evapotranpirasi tanaman tersebut. Tanaman dan media tumbuhnya tersebut akan menghalangi cahaya matahari langsung ke permukaan atap bangunan. Selain itu, tanaman juga melakukan proses evaporasi dan transpirasi bersamaan yang dikenal pula dengan sebutan evapotranspirasi. Evapotranspirasi akan mendinginkan suhu udara di sekitar atap bangunan dan mempengaruhi suhu termal ke dalam bangunan.

b. Mengurangi level gas rumah kaca

Bila satu juta atap rumah ditanami tumbuhan, 595.000 ton CO2 per tahun dapat dikurangi. Pengurangan sumbangan CO2 per tahun akan berpengaruh terhadap level gas rumah kaca yang ada di lapisan ozon, sehingga efek rumah kaca dapat diminimalisir.

c. Berkontribusi terhadap manajemen air hujan

Salah satu keuntungan dari pemakaian green roof adalah membantu manajemen storm water (air hujan yang tidak diserap ke dalam tanah). Green roofs mampu menyerap air hujan hingga 50-60% ke dalam tanah mediumnya. Hal tersebut akan sangat berpengaruh untuk mengurangi storm water run-off, yang menjadi salah satu penyebab utama banjir di kota-kota.
Setelah air hujan diserap oleh tanah pada green roofs, air tersebut akan dievaporasikan kembali oleh tanaman ke atmosfer bumi. Sebagiannya akan tetap menjadi cadangan air bagi tanaman di dalam tanah, dan sisanya akan dialirkan melalui saluran air ke riol kota. Dengan begitu, saluran kota tidak akan menerima beban air yang terlalu besar.

d. Memaksimalkan penggunaan ruang terbuka

Lahan yang makin terbatas menyebabkan ruang-ruang terbuka pun ikut menipis. Penggunaan green roofs pada atap bangunan dapat dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau. Dengan konsep ini, lahan yang dipakai untuk membangun bangunan, akan digantikan dengan lahan hijau baru di atas atap bangunan tersebut.

e.Meningkatkan nilai sebuah real estate dengan penghijauan bangunan

Penghijauan pada bangunan dapat dilakukan salah satunya dengan menerapkan green roofs. Green roofs sendiri masih identik dengan teknologi modern dan harga yang mahal, sehingga secara langsung penerapan atap hijau tersebut akan meningkatkan nilai sebuah perumahan.

f. Membangun citra positif bagi pemilik dan pengguna bangunan terkait respon terhadap isu sustainabilitas

Seiring perkembangan zaman, fungsi green roof bukan lagi hanya sebagai media untuk mengurangi global warming ataupun sebagai respon dari isu sustainabilitas saja. Green roofs sudah menjadi trend bangunan kontemporer. Bangunan-bangunan yang menggunakan green roofs akan memnuculkan citra positif terkait responnya terhadap isu keberlanjutan.