Kontekstualisme dalam Desain


Kontekstualisme dalam Desain

Pendekatan desain arsitektur yang kontekstual dapat dilakukan dengan berbagai aspek. Pendekatan
kontekstualisme melalui komposisi. Usaha teoritis kontekstual secara non-eklektis barangkali sudah dimulai dari tulisan Durand, abad 19, bahwa tujuan arsitektur bukan imitasi alam atau kepuasan artistik tetapi kenyamanan fungsional dan ekonomi (simetri, keteraturan, kesederhanaan). Style dapat ditambahkan kemudian setelah struktur terbentuk. (Style adalah ekspresi disain dari tipe yang terakumulasi dan dapat dikodifikasikan dalam sebuah sistem estetik. Tipe bangunan adalah hasil program-program arsitektur yang dirumuskan untuk mewadahi berbagai aktifitas manusia. Sehingga tipe ke belakang memiliki aspek program dan ke depan memiliki aspek style yang ketiganya merumus dalam pengertian tipologi. Relasi antar bangunan dipahami dari segi kawasan adalah urban fabric, dari segi metodologi adalah morfologi, dari segi profesi perancangan adalah urban design)

Konsep kontekstualisme dalam arsitektur juga merancang sesuai dengan konteks yaitu merancang bangunan dengan menyediakan visualisasi yang cukup antara bangunan yang sudah ada dengan bangunan baru untuk menciptakan suatu efek yang kohesif (menyatu). Rancangan bangunan baru harus mampu memperkuat dan mengembangkan karakteristik dari penataan lingkungan, atau setidaknya mempertahankan pola yang sudah ada. Suatu bangunan harus mengikuti langgam dari lingkungannya agar dapat menyesuaikan diri dengan konteksnya dan memiliki kesatuan visual dengan lingkungan tersebut dan memiliki karakteristik yang sama. Desain yang kontekstual merupakan alat pengembangan yang bermanfaat karena memungkinkan bangunan yang dimaksud untuk dapat dipertahankan dalam konteks yang baik.

Lalu bagaimana penerapan kontekstualisme itu dalam sebuah bentuk desain arsitektur? Sering orang beranggapan kontekstualisme hanya berusaha meniru bangunan lama sehingga terlihat sama pada bangunan baru atau hanya untuk memopulerkan langgam historis arsitektur tertentu. Namun, sebenarnya tidaklah seperti itu.

  1. Assalamu’alaikum.
    salam kenal ya mas.
    sering mampir ke ustadz abisyakir ya?
    aku juga sering. tinggal dimana mas?

    • Wa’alaykumsalam
      iya sering mampir disitu, di Bandung saya
      salam kenal juga, mas putra dah prnah ktmu pa ustdz jg?

    • sukma semadi
    • January 5th, 2011

    salam kenal mas rizki…saya tertarik dengan tulisan mas rizki mengenai kontekstualisme di blog ini,menambah energi saya untuk ingin lebih tau lagi…kalo mas rizki tidak keberatan,saya ingin bertanya mengenai profil dari Durand yang mas rizki sebut dalam tulisan ini,dan juga mengenai tulisan beliau di abad 19 yang mas kutip…atau mungkin ada link yang bisa saya telusuri…semoga energi mas rizki untuk terus berkarya tidak pernah habis…sukses mas=)

    • sama2. setau saya Durand salah satu dari pemikir Arsitektur ‘jadul’ dengan prinsip2 tertentu dalam pemikirannya, sama seperti Kant, atau Vitruvius .. linknya ada disebuah Jurnal tentang kontekstualisme mungkin bisa dicari di internet

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: