Tumit Bukan Aurat ???


Ada yang bertanya,apakah tumit merupakan aurat bagi wanita yang harus ditutupi?,coba kita simak kajian tentang aurat dalam bentuk artikel🙂

Nash dari As Sunnah yang menunjukkan wajibnya menutup kedua betis

Dari Abu Hurairah,dari Aisyah,bahwa Nabi saw bersabda “Ekor pakaian wanita adalah sejengkal.” Lalu Aisyah berkata,”Kalau begitu betis mereka akan keluar (tampak),”Maka beliau bersabda,”Maka sehastalah” (HR Ibnu Majah 2884)

Dari Ibnu Umar…bahwa Istri-istri nabi saw bertanya kepada beliau tentang ekor pakaian ,lalu beliau bersabda,”jadikanlah sejebngkal”Mereka berkata,”sesungguhnya sejengkal tidak akan dapat menutup aurat.”beliau bersabda ,”jadikanlah ia sehasta” (HR Ahmad,Nailul Authar)

Ummu Salamah,istri nabi saw,berkata kepada Rasulullah saw ketika beliau menyebut izar(sarung),”Maka bagaimana dengan wanita ,wahai Rasulullah ? “Beliau menjawab,”mengulurkannya sejengkal.”Ummu Salamah berkata,”Kalau begitu terbukalah auratnya.”Belaiu bersabda,maka sehasta” tidak lebih dari itu (HR Abu Daud)

Hadits-hadits ini menunjukkan dilarangnya menampakkan betis atau aurat,dan tidak menyebutkan kedua tumit,seakan-akan tidak dilarang menampakkanya,dan seandainya kedua tumit aurat ,maka keduanya lebih utama disebutkan,karenakeduanya merupakan aurat yang pertama kali tampak apabila pakaiannya pendek,bahkan kadang-kadang hanya kedua tumit saja yang tampak sedang yang diatasnya tidak tampak lagi
Dan yang memperkuat kewajiban menutup betis ialah ancaman Rasulullah saw ,dari menampakkan betis yang diterangkan dalam hadits

Fathimah Binti Qais berkata,Rasulullah saw berkata,”Pindahlah engkau ke rumah Ummu Syuraik…Maka aku menjawab,”Akan saya kerjakan .”Lalu beliau bersabda,”Jangan engkau laksanakan,karena Ummu syuraik itu adalah wanita yang banyak tamunya.Aku tidak suka kalau kerudungmu jatuh,atau terbuka pakaianmu dan kedua betismu.lalu orang-orang dapat melihat sebagian dari sesuatu yang tidak kamu sukai (HR Muslim)

Yang pertama kali tampak apabila pakaian itu terangkat lah kedua tumit.Kalau menampakkan kedua tumit itu terlarang,niscaya nash itu akan berbunyi,”…Pakaianmu terbuka dari kedua tumitmu.”Karena kedua tumitmu inilah yang lebih dekat untuk kelihatan dicelah-celah gerakannya didepan para tamu,sedangkan kedua betis kemungkinan terbukanya lebih kecil

Nash-Nash dari As Sunnah yang menunjukkan terbukanya kedua tumit

Pakaian wanita arab yang berlaku pada zaman Nabi saw,menunjukkan dengan jelas terbukanya kedua tumit wanita pada waktu berjalan ditengah jalan,baik dengan bertelanjang kaki maupun dengna sandal,dan sandalpun menampakkan sebagian tumit.Di antara bukti-bukti yang menunjukkan hal itu ialah sebagai berikut.
Dari Sa’id bin Jubair,Ibnu Abbas berkata,”Wanita yang pertama kali memakai sabuk adalah ibu Islamil.Ia memakai sabuk untuk menghilangkan jejaknya terhadap Sarah…”(HR Bukhari)

Dari Abu Naufal ,bahwa Asma binti Abu Bakar berkata..”Demi Allah,aku mempunyai dua sabuk,yang satu kupergunakan untuk mengangkat makanan Rasulullah saw dan makanan Abu Bakar dari kendaraan,dan yang lain adalah sabuk wanita yang amat diperluakannya ..(HR Muslim)

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata,”Minthaq (sabuk) ialah sesuatu yang dipergunakan untuk mengikat perut…Maka Hajar memakai sabuk dan mengikatnya pada perutnya dan berlari,dan ditarik-tarik ekornya( ekor pakaian) untuk menembunyikan jejaknya terhadap Sarah (Fathul Baari Juz 7)

Beliau berkata lagi ,”Dan di dalam Hadits Hajar,”Wanita yang pertama kali memakai sabuk ‘terdapat petunjuk bahwa wanita itu hendaklah emmakai pakaian kemudian mengikat perutnya dengan sesuatu dan mengangkat bagian tengah pakaian dan mengulurkannya ke bawah agar tidak berantakan ekor pakaiannya (Hadyus Sari,Juz 1)

Ibnu Taimiyah berkata,”Mereka mengulurkan ekor pakaianya,maka apabila ia berjalan kadang-kadang tampak tumitnya “( Majmu Fatawa,juz 22)

Wanita yang melakukan demikian itu biasanya apabila mereka sedang melakukan kesibukan.Sedangkan jika berdiam dirumah,tau ketika shalat atau ketika melakukan gerakan lamban,maka tidak perlu mengangkat bagian tengah pakaian serta tidak dikhawatirkan ekor pakaiannyua akan berantakan.Contoh lain yaitu keluarnya wanitamukmin dengan telanjang kaki ada dalam dalil-dalil berikut

1.Kebiasaan Wanita badui atau kemiskinan

Al Bajj berkata didalam syarahnya ,”Hal ini menunjukan bahwa khudd(terompah) dan kaos kaki tidak termasuk model pakaian wanita Arab.Mereka memakai sandal atau berjalan tanpa alas kaki,dan mereka hanya menutup kakinya dengan mengulurkan ekor pakaian.Wallahu A’lam ( Al muntaqha )
Abu Hayyan al-Andalusi berkata didalam Al-bahrul Muhith,”Wanita terpaksa berjalan di jalan-jalan dengan menampakkan kedua tumit (kaki)nya ,khususnya wanita-wantia miskin( Muwaththa’ Malik)

2.Melakukan jenis pekerjaan tertentu

Diriwayatkan dari jabir bin Abdullah,”Bibiku diceraikan lalu ia hendak memetik kormanya,lantas ia dicegah oleh seorang-laki-laki untuk keluar,kemudian ia datang kepada nabi saw,lalu beliau bersabda “Boleh,petiklan buah kormamu ,karena engkau mungkin dapat bersedekah atau melakukan kebajikan”

3.Nadzar yang tidak di syariatkan

Uqbah bin Amir berkata,”Saudara perempuanku bernadzar untuk berjalan ke Baitullah dengan telanjang kaki,lalu ia menyuruhku meminta fatwa kepada Rasulullah saw.mengenai ia,lalu ku tanyakan kepada beliau,kemudian beliau bersabda,
“Hendaklah ia berjalan kaki dan berkendaraan” (HR Muslim)

Hadits ini menunjukkan pengingkaran Rasulullah saw untuk memberat-beratkan diri untuk berjalan kaki.Hadits ini juga mengandung pengingkaran terhadap tindakan memberatkan diri dengan bertelanjang kaki,sebagaimana ia (hadits ini) juga menunjukkan bolehnya berjalan kaki dengan telanjang kaki.Dan itu tentu dapat menyebabkan kedua tumit bagi orang yang memandangnya

Adapun mengenai kelaurnya sebagian wanita mukmin dengan memakai sandal, karena mereka tidak memunyai kaos kaki,terompah,dan sepatu,maka kita lihat pendapat para fuqaha :

4.Pendapat Imam Abu Hanifah

Wanita diuji dengan menampakkan tumit/kaki apabila jalan dengan telanjang kaki atau dengan memakai sandal.Boleh jadi karena ia tidak memunyai terompah ( Syarh Fathil Qadir)

5.Pendapat al Bajj

Khuff (terompah) dan kaos kaki tidak masuk modle pakaian wanita arab.Mereka biasa memakai sandal ( Al Muntaqa Syarh al muwaththa)

6.Pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Mereka tidak biasa berjalan dengan memakai terompah dan sepatu ( Majmu Fatawa,juz 22)

Yang harus diperhatikan bahwa pakaian wanita yang hanya menampakkan tumitnya,sedang ia dalam keadaan diam,maka akan tampak darinya bagian bawah betisnya beserta gelang kakinya jika ia melakukan pekerjaan,seperti mengangkat sesatu dari tanah atau meletakkan sesuatu diatas tanah,atau ketika ruku’ pada waktu menunaikan shalat.Lebih dari itu yang dimaksud terbukanya tumit dalam hadits atau kaki ialah terbuka penuh dengan disertai bagian bawah dari kedua betisnya

Apakah Hadits-hadits yang berhubungan dengan Panjangnya Ekor pakaian Wanita Khusus untuk istri-istri nabi saw?

Yang menarik perhatian ialah banyaknya hadits dalam masalah pakaian-pakaian wanita yang semua pembicaraannya ditunjukan kepada istri-istri nabi saw.Antara lain sebagai berikut
1.hadits pertama:

Dari Ummu Salamah,ketika Rasulullah mengatakan apa yang beliau katakana tentang menarik ekorr pakaian,aku bertanya,”Wahai Rasulullah,bagaimana dengan kami?Beliau menjawab ,”Ulurkanlah sejengkal”(HR Abu Ya’la,Silsilah Hadits Shahih ,no 461)

2. Dari Ibnu Umar,bahwa Istri-istri nabi saw menanyakan kepada beliau tentang ekor pakaian.Maka beliau menjawab,”jadikanlah dia sejengkal (HR Ahmad)

3.Dari Anas bahwa Nabi saw tinggal bersama sebagian dari sitri-istri beliau dan beliau menambah ekor pakaiannya sejengkal (Majma az zawaid, Al Hafidz al haitsami mengatakan perawi-perawi yang shahih)

4. berkata.”Para Istri nabi saw menyebut-nyebut apa yang harus mereka ulurkan dari pakaian mereka,lalu beliau bersabda,”Ulurkan sejengkal (HR Al Bazzar)

5. Ibnu Umar berkata,”Rasulullah saw memberikan kemurahan kepada para Ummul Mukminin tentang ekor pakaian sejengkal ,kemudian mereka meminta tampabh,lalu beliau menambah menhadi sejengkal.Maka mereka mengirimkannya kepada kami,lalu kami mengukur untuk mereka sehasta (HR Abu Daud)

Di samping hadits-hadits diatas masih ada tambahan dua hadits ,yang satu dari Ummu Salamah,dan satunya dari Aisyah.Dua pembicaraan diujukan kepada wanita mukmin secara umum

Dari Ummu Salamah bahwa ketika Nabi saw menyebut-nyebut izar (sarung) maka Ummu Salamah bertanya,”Maka bagaimana dengan kaum wanita?(HR Nasai) .Dalam riwayat lain Ummu Salamah bertanya,”Maka bagaimana dengan wanita,wahai Rasulullah (HR Abu Daud).Dalam riwayat ketiga Ummu Salamah menyebut-nyebut ekor pakaian wanita kepada Rasulullah (HR Nasai).Dan dalam riwayat keempat bahwa Ummu Salamah bertanya ,”Maka bagaimana yang diperbuat wanita dengan ekor pakaian mereka? (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah dari Aisyah bahwa Nabi saw bersabda mengenai ekor pakaian wanita,”Jadikanlah sejengkal..”(HR Ibnu Majah)
Perlu kita perhatikan bahwa apabila hadits Ummu Salamah ini ditujukan kepada wanita mukmin secara umum,maka hadits Ummu Salamah yang terdahulu (yaitu hadits pertama dalam rangkaian beberapa hadits diatas) pembicaraanya ditujukan kepada para Ummul Mu’minin (istri-istri nabi saw)

Dan kita bertanya-tanya,apakah banyaknya hadits yang pembicaraanya ditujukan kepada istri-istri nabi saw itu mengandung petunjuk tertentu?Apakah dapat dianggap bahwa pembicaraan itu pada dasarnya khusus ditujukan khusus kepada istri-istri nabi saja?

Anggapan ini dikuatkan oleh hadits ke lima(5) ,”Rasulullah saw memberi kemurahan kepada Ummul Mukmin mengenai ekor pakaian sejengkal.”Sebagaimana pula anggapan ini dikuatkan kewajiban berhijab.Dan hijab menuntut dari mereka apabila keluar menutup seluruh tubuhnya termasuk wajah dan kedua tumit.Artinya menutup kedua tumit adalah wajib bagi Ummul mu’min ,dan bisa jadi nadb(disukai) pada wanita-wanita secara umum,kecuali jika mereka membutuhkanya karena kesibukan,banyak gerak,dan mengangkat benda-bendan udara sangat panas,atau mereka tidak mampu menutupnya

Pendapat Fuqaha tentang masalah membuka tumit

Disebutkan dalam Fadhul Qadir karya al-Kamal Ibnul Humam
Tidak diragukan lagi bahwa tetapnya aurat jika didasarkan pada sabda nabi saw:”Wanita adalah aurat”serta tetapnya apa yang mengeluarkan sebagiannyamyaitu ibtilla (ujian) dan ibda’( menampakkan),maka tuntutannya ialah dikeluarkannya kedua tumit karena terwujudnya ibtila( Syarh Fathul Qadir)

Di sebutkan dalam Syarah Al-Inayah ‘alal Hidayah oleh Al Barbarti:
“Al Hasan meriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa” tumit” itu bukan aurat,dan Al Karakhi juga berpendapat demikian..,karena ia diberi cobaan dengan menampakkan tumit ketika berjalan denga telanjang kaki atau memakai sandal.Karena kesenangan tidak didapat dengan melihat tumit,sebagaimana diperoleh dengan melihat wajah.kalau wajah yang banyak menimbulkan kesenangan itu saja bukan aurat,maka tumit lebih utama untuk dikatakan bukan aurat (Syarh Al Inayah alal Hidayah)

Dan tertera dalam Al Majmu akrya Imam Nawawi,Abu Hanifah,Ats-Tsauri dan Al Muzaini,berkata .”Kedua tumitnya juga bukan aurat( Imam An Nawawi,Al Majmu)

Di sebutrkan dalam AL Bahrul Muhith karya Abu Hayyan Al Andalusi.Dan ditolerir perhiasan luar ,akrena menutupnya itu merepotkan.Dan mereka terpaksa berjalan di jalan-jalan dengan tempat kedua tumitnya,khususnya wanita-wanita miskin

Kadar aurat wanita merdeka itu diperselisihkan,maka ada yang mengatakan bahwa seluruh tubuhnya aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan….Dan ada yang mengatakan bahwa kedua tumit (termasuk yand dikecualikan) dan tempat gelang kaki.Yang berpendapat demikian adalah al Qasim,dalam satu pendapatnya Abu Hanifah dalam satur riwayat, ats –Tsauri dan Abul Abbas (Nailul Authar,Imam As Syaukani)

Dan Asy-Syaukani juga berkata dalam Fathul Qadir..,”Jika yang dimaksud dengan zinah (perhiasan) itu tempat-tempatnya,maka pengecualain itu kembali kepada aa yang sulit bagi wanita untuk menutupnya,seperti kedua tangan,kedua tumit,dan sebagainya”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,”Demikian pula boleh menampakkan tumit dalam shalat menurut Imam Abu Hanifah dan itulah yang lebih kuat,karena Aisyah menjadikannya sebagai perhiasan lahir.Ia berkata mengenai ayat,” Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya,” Fathkhah adalah cincin dari perak yang ada dijalan kedua kaki (HR Abu Hatim)(Majmu Fatawa)

Di sini Ibnu Taimiyah menetapkan bahwa kedua tumit bukan aurat dalam shalat,namun aurat itu ternyata tidak ada penggolongan,bahwa aurat itu ya yang berlaku dalam kehidupan ,aurat itu sama baik dalam shalat ataupun diluar shalat.Berdasarkan ini dapat ditetapkan tidak ada larangan untuk memperbolehkan membuka kedua tumit di dalam shalat .Kami kira kesulitannya lebih besar jika harus menutupnya dilaur shalat,khususnya di negeri yang panas,bagi wanita yang menghabiskan waktunya yang panjang untuk beraktivitas diluar rumahnya dengan berbagai macam kepentingan.
Wallahu a’lam

  1. Pendapat Al Barbarti yang disebutkan dalam Syarah Al-Inayah ‘alal Hidayah berkebalikan dengan pendapat Syaikh Utsaimin yang dikutip dalama situs http://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-2.html ketika menjelaskan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    “Barang siapa menyeret pakaiannya dengan sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Kemudian Ummu Salamah bertanya: “Bagaimana para wanita membuat ujung pakaian mereka?” Beliau menjawab: “Hendaklah mereka menjulurkan sejengka.l” Ummu Salamah berkata lagi: “Kalau begitu telapak kaki mereka akan tersingkap?” Beliau menjawab: “Hendaklah mereka menjulurkan sehasta, mereka tidak boleh melebihkannya.” (HR. Tirmidzi, dan lainnya)

    Hadits ini menunjukkan kewajiban menutupi telapak kaki wanita, dan hal ini sudah dikenal di kalangan wanita sahabat. Sedangkan terbukanya telapak kaki wanita tidak lebih berbahaya dari pada terbukanya wajah dan tangan mereka, maka ini menunjukkan wajibnya menutupi wajah dan tangan wanita. (Lihat Risalah Al Hijab, hal 17-18, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, penerbit Darul Qasim).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: