Bagaimana Kejadian Isra Mi’raj (seri ke 4)


Seri 4, Bagaimana Rasul di Isra Mi’raj kan??
Seri l Kenapa Ada Isra Mi’raj
Seri 2 , Kisah-Kisah Isra Mi’raj
Seri 3 Isra Mi’raj Mukjizat atau bukan?

Maha suci Allah yang menjalankan bersama hamba-Nya di waktu malam;dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa,yang Kami memberkatinya di sekelilingnya,agar kami mempertotonkan kebesaran Kami ,sesunggunya Dia Allah dia itu Maha mendengar lagi Maha melihat (Al Isra ayat 1)

Sudah kita ketahui pada penjelasan sebelumnya bahwa dimulai kalimat “subhana” adalah Allah ingin memusatkan jiwa Muhammad saw kepada satu titik yang terpusat yaitu “TAUHID” agar beliau tidak tergantung kepada seseorangpun
Hanya Allah satu-satunya backingan terkuat nabi,satu-satunya tempat bergantung,diman saat itu tidak ada tempat bergantung selainNya,
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (Al Insyirah: 8)

Ada yang menarik di Surat Al Isra ini,ini yang saya maksud sebelumnya tentang bagaimana Rasul ber sira mi’raj.” Subhaanalladzi asraa biabdihi”dalam terjemahan Depag berbunyi Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya, namun ada terjemahan lain yang mungkin lebih berbeda dari sebelumnya. Bukan Allah yang memperjalankan hambaNya,tetapi Allahlah yang menjalankan “dengan” hambanya ,sebab kalimatnya berbunyi dengan tambahan “BI” (abdihi)yang berarti=dengan ,jadi “bi abdihi”berarti dengan hambanya,bukan menjalankan hambanya ,kalau menjalankan hambanya maka bunyinya “asra abdahu” maksudnya adalah bahwa Rasulullah di Isra’ dan mi’rajkan bersama atau dengan jibril bukan berangkat.Bagaimana caranya Allah “menjalankan hambanya” ?

disebut padakan pada kalimat selanjutnya, yaitu “yang telah kami berkahi sekelilingnya” ,banyak ulama yang menafsirkan kalimat ini untuk Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa,atau mungkin tempat yang jauh(Al Aqsa artinya tempat paling jauh), namun dalam hal ini saya lebih cenderung kalimat ini (sekelilingnya)untuk Rasulullah. Karena Allah menceritakan dalam ayat ini Rasulullah sebagai objek utama,sebagai Kisahnya.
Apa maksud Rasulullah diberkahi sekelilingnya?

Bila apa yang berada disekeliling kita kita pikirkan dalam-dalam, maka kita akan menemukan bahwa kita berada disuatu yang dinamakan dimensi,ada tempat ada waktu.Apakah mungkin maksud diberkahi sekelilingnya adalah dibuat tempat dan waktu itu menurut kepada Kehendak Allah.

1 tidak terikat dimensi tempat,alias tidak tergantung oleh keadaan jauh dekat ,juga tidak tergantung kata tinggi rendah,alam semesta bisa saja dengan mudah dicapai.,maka kalimat dalam ayat tersebut Allah cukup menggunakan kata “asra’” memperjalankan diwaktumalam tidak diterangkan mi’rajnya (vertical) atau isranya (horizontal) bagi orang yang sudah terlepas dimensi tempat tidak ada bedanya. tidak terikat pada luas atau sempit ,dsb tidak terikat pada atas atau bawah,juga vertical dan horisontal

2.Diberkahi juga pada dimesi waktu,dan juga keadaan dimana saat itu Rasul tidak berada dalam waktu tertentu atau keadaan tertentu ,seperti apakah ia berada di alam dunia atau akhirat,atau alam nyata atau ghaib,yang ada udaranya atau tidak,panas atau dingin,bergerak atau diam,sehat atau sakit,kuat atau tidak,juga apakah saat itu pergi ke surga baik itu sudah ada atau belum diciptakan, salat bersama nabi –nabi lain,tidak terikat baik lama ataupun sebentar , baik berdialog dengan nabi baik nabi itu sudah wafat atau belum atau bertemu Allah langsung,karena sangat logis jika semua keadaan dimensi terlepas disekeliling nabi,dan juga memungkinkan Isra Mi’raj tersebut

Sangat sederhana memang,jika Allah yang menguasai waktu,tempat ,dan keadaan tentu saja mudah bagi Allah untuk mengaturnya. Ada juga yang menyatakan Rasul diberangkatkan dengan Buraq namun tetap saja caranya dalam hadits tersebut tidak kita ketahui,coba kita kaji Buraq berasal dari kata ba…ra ..qa yang akhirnya berubah menjadi barqa yang berarti kilat ,maka banyak mengartikan kecepatannya seperti kilat atau cahaya dengan kecepatan cahaya 300.000 km/detik.Apakah itu mungkin dan logis?

Dalam memahami hadist tersebut tidak bisa dipahami secara harfiah,karena kalau dipahami secara harfiah,akhirnya jadi tidak logis.Karena kalaupun Buroq punya kecepatan cahaya dipastikan tidak akan mampu menyentuh ujung alam semesta,bahkan planet yang sangat cepat berjuta tahun cahayapun hanya ada pada galaksi kita,apalagi menembus Alam ghaib seperti syurga dan neraka.

Juga pada waktu beliau pulang dari Isra Miraj,beliau bertemu dengan kafilah Bani Tamim ,Beliau memberi salam kepada mereka ,kafilah itu begitu terkejut,sehingga panik dan salah seekor unta yang berwarna merah ,patah kakinya,hal ini sebulan kemudian diterangkan oleh mereka(Bani Tamim) yang tiba di Makkah ,bahwa unta itu patah kakinya karena mereka terkejut mendengar salam ,jarak antara Masjidil Haram sampai masjidil Aqsa sekitar 1000 Km,kalau kecepatan Buraq secepat cahaya,maka dalam 1000 km hanya memerlukan waktu 0,3 detik dan kita bertanya Apakah rasul mampu dalam waktu secepat itu Rasul memberi salam dan belum lagi Bani Tamim menjawab dan mendengar salam dalam waktu sepertiga detik tersebut. Juga dengan kecepatan seperti itu apakah daapt berbicara dengan malaikat penjaga gerbang langit dan juga nabi-nabi,padahal mereka berada pada waktu berbeda.

Maka dengan uraian diatas saya lebih cenderung bahwa Isra mi’raj Rasulullah melalui diangkatnya Rasulullah dari dimensi tempat,waktu dan keadaan.Tentang Buroq ,pada masa itu alat transportasi yang ada yaitu dengan hewan-hewan seperti kuda,unta,keledai.

Maka bisa dipahami bahwa rasulullah menerangkan dengan apa perjalanannya ,maka beliau menerangkan dengan Buroq yang diasumsikan seekor binatang,beliau menerangkan sesuai kadar kemampuan/pengetahuan umat pada masa itu ,Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil lagi yaitu dalam berdakwah harus menggunakan bahasa yang mereka mengerti atau sesuai dengan kemampuan yang dapat diterima.Ilmu pengetahuan modern sekarang ,adalah memikirkan bagaimana cara ktia menembus dimesi waktu dan tempat,juga keadaan.

Bagaimana sekarang penelitian orang berusaha menciptakan cara menambang diplanet lain,atau pergi ke galaxy lain,yang dahulu dianggap mustahil.Saat ini kita terbiasa mengobrol tidak perlu bertemu seseorang, tingga ketik di wall fb bisa ngobrol sama orang didaerah manapun,atau ym-an tanpa harus berada ditempat yang sama dan orang zaman dahulu mungkin menganggap hal tersebut tidak masuk akal ,kalaupun bisa mungkin orang tersebut dianggap gila atau orang sakti yang punya ilmu tertentu

Jika 1400 tahun lalu sudah terjadi ,kita tidak perlu bingung,karena hal tersebut bukan hal yang aneh bila terjadi sekarang.Alat transportasi kita memang belum ada apa-apanya dibanding alat Transportasi Rasul,namun para ilmuan sedang meneliti agar kita dapat menembus dimensi dengan efisien,mengambil energi di luar angkasa.Saat rasul dibelah dadanya,mungkin alat bius kita dizaman sekarang,belum secanggih alat bedah zaman rasul saat dibedah dadanya.

Next Seri Terakhir Hikmah -Hikmah Isra Mi’raj

  1. wah… penampilan blognya baru… sip sip.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: