Hijab Hanya Untuk istri nabi


Dalil-dalil Kekhususan Hijab Bagi Istri Nabi

Hadits Nabi:

“Umar r.a berkata “Wahai Rasulullah ,orang jahat ataupun baik masuk ke rumahmu,seandainya saja engkau perintahkan Ummahatul-Mukminin mengenakan hijab,…lalu Allah SWT menurunkan ayat hijab (HR Bukhari,Kitab Tafsir Surat Al Ahzab,Jilid X hal 146)

Aisyah r.a berkata ,Pamanku yang sesusuan datang dia meminta izin kepadaku,namun aku enggan memberikan izin sebelum aku bertanya kepada rasulullah,saw….Peristiwa ini terjadi setelah ayat hijab diwajibkan atas kami(HR Bukhari ,Kitab berbagai kesaksian)

Aisyah r.a berkata ,”pernah seorang banci menemui para istri Nabi saw.Mereka ,menganggap banci itu tidak bergairah melihat wanita….Nabi saw bersabda,Aku kira orang ini tahu apa yang ada disini,dia tidak boleh masuk ke tempat kalian.’Aisyah menambahka n,lalu para istri Nabi memasang tabir untuk membatasinya dari banci itu (HR Muslim,Kitab Salam )

Umar bin Khatttab berkata ,’Ketika Nabi saw mengisolasi para istrinya beliau bersabda .’Aku memasuki masjid ,sementara orang sedang melempar-lempar anak batu seraya berkata,”Rasulullah saw ,menceraikan istri-istrinya.’Hal itu terjadi sebelum para istri beliau diperintahkan memasang hijab…’(Tetapi yang betul peristiwa itu terjadi setelah ayat hijab diturunkan)(Fathul Baari jilid XI)

“Jabir bin Abdullah berkata,’Aku sedang duduk dirumahku lalu rasulullah saw lewat dan memanggil.Aku bangkit menemui beliau dan beliau mengambil tanganku.Lalu kami pergi sehingga sampai dibeberapa kamar istri beliau.beliau masuk kemudian memberi izin kepadaku.Setelah itu istri beliau memasang hijab…”(HR Muslim)

Rasul bertemu Sahabat Wanita tanpa Hijab

Abu Hurairah berkata ,” Kepada Rasulullah saw telah datang seorang wanita dengan seorang anaknya seraya berkata,’Wahai Nabi Allah ,doakanlah anakku kepada Allah yang tiga telah meniggal dunia ..(HR Muslim)

Ketika Fathul Makkah Fathimah datang dan duduk disamping kiri Rasulullah saw,sementara Ummu Hani disamping kanannya.Lalu datang seorang anak perempuan membawa bejana berisi air minum.Anak itu memebrikan bejana kepada Rasulullah .beliau meminumnya kemudian memberikan bejana itu kepada ku,Ummu Hani,diapun meminumya…(HR Hakim,Baihaki,Syaikh Albany mengatakan Isnadnya bagus)

Sahabat Nabi bertemu dengan Istri nabi dengan hijab

‘Abu Salamah berkata,’Aku dan saudara ‘Aisyah menemui ‘Aisyah .Saudaranya bertanya kepadanya tentang cara mandi Rasulullah saw.Aisyah meminta sebuah bejana yang isinya kira-kira satu sha’( sempat genggam),lalu dia mandi dan menyiram kepalanya dengan air,sementara antara kami dengannya ada tabir.

Sahabat Biasa bertemu pria dan wanita tanpa hijab,tidak ditemukan dalil adanya hijab dalam setiap kegiatan

Ummu Fadhal adalah Istri paman Rasulullah saw ,Beliau pernah bersabda tentang dia,’’Empat orang bersaudara ,yaitu Maimunah,Ummu Fadhal,Salma,dan Asma binti Umais,adalah saudara seibu dan wanita-wanita yang beriman.Ummu Fadhal binti Al Hatis berkata,”Terdapat sekelompok orang bertengkar dan mengadu kepadanya di hari Arafah tentang puasa nabi Saw.Sebagian mereka mengatakan ,”Beliau berpuasa.Sementara yang lain mengatakan,’Beliau tidak berpuasa.’Lalu aku memberi beliau semangkuk susu,sementara beliau berdiri didekat untanya.Lalu meminumnya (HR Bukahri dan Muslim)

Al Hafirdz Ibnu Hajar berkata,’Hadits diatas memberikan beberapa pengertian…,diantaranya perdebatan dalam masalah ilmu pengetahuan antara wanita dan laki-laki(Fathul Baari jilid V)

Saat shalat Id

Ummu Athiah berkata ,” Kami diperintahkan ikut shalat hari raya ,bahkan anak-anak gadis keluar dari pingitannya.Begitu juga wanita-wanita yan sedang haid .Akan tetapi mereka hanya berdiri saja dibelakang orang banyak,turut takbir dan berdoa bersama.Mereka engharapkan berkah dan kesucian pada hari itu( HR Bukahari dan Muslim)

Saat Shalat di Mesjid

Fathimah binti Qais berkata,”…ketika iddahku selesai,aku mendengar suara panggilan yang memangguk (yang memanggil adlah Rasulullah)untuk shalat dan berkumpul,Lalu aku pergi ke amsjid dan shalat bersama Rasulullah saw.Ketika itu aku berada dishafkaum wanita dibelakang shaf kaum laki-laki..’Dalam suatu tiwayat disebutkan ,”Orang –orang yang dipanggul untuk shalat dan berkumpul .Lalu aku berangkat dengan orang lain.Aku berada pada shaf wanita paling depan dibelakang shaf kaum lelaki (HR Muslim)

Juga masih banyak ratusan dalil dari hadits yang menyatakan pertemuan pria dan wanita dimanapun tanpa hijab,kecuali bagi Isttri nabi

Pendapat Ulama

Ibnu Kutaibah berkata:”Kami mengatakan bahwa Allah SWT memerintahkan para istri nabi untuk mengenakan hijab.Artinya kita dialrang berbicara dengan mereka kecuali dari balik tabir (Tafsir At thabari )

Imam Nawai menukil pendapat Al-Qadhi-Iyadh ,”Hijab diwajibkan secara khusus para istri nabi saw.mencakup wajah dan dua telapak tangan,.Hal ini tidak ada yang membantah…Jika duduk-duduk dengan oranglain ,para istri nabi selalu memasang tabir.Jika kelaur rumah merekapun memasang tabir (Syarah Shahih Muslim)

Al Muhlib berkata,..”Hijab hanya diwajibkan secara khusus kepada para istri nabi saw( Fathul Baari ,jilid XI)

Adakah dalil bahwa kekhususan nabi Berlaku bagi orang lain

As Syaukani mengatakan “Adapun jika beliau mengatakan ini haram bagiku dan halal bagi kalian,maka tidaklah dianjurkan untuk menahan diri dari perbuatan tersebut,karena meninggalkan sesuatu yanghalal bukanlah dianggap perbuatan wara

Kekhususan hijab sudah ditetapkan bagi para Istri Nabi saw,dan dari sisi lain pertemuan laki-laki dengan wanita umum tanpa mengenakan hijab seperti halnya para istri Nabi sudah jelas keabsahannya.Semua telah ditetapkan dengan sabda,perkataan,dan perbuatan Rasulullah.Dengan dasar ini tidak ada anjuran bagi para wanita muslimah untuk tidak bertemu dengan kaum laki-laki tanpa hijab seperti hijabnya istri-istri Rasul.Jika Rasulullah sendiri menolak tegas sikap yang menjauhkan diri dari segala sesuatu yang diperbolehkan ,maka apakah boleh kita menahan diri dari suatu masalah yang sebenarnya dianjurkan oleh Nabi saw?

Imam Al-Ghazali berkata “peniruan atas kekhususan Rasulullah tidak memiliki dasar hukum,karena yang baik dan benar bagi beliau belum tentu juga baik dan benar bagi kita.Rasulullah berbeda dengan umat Islam lainnya dalam beberapa hal yang dibolehkan,Karena itu tidaklah aneh jika ada perbedaan antara Nabi dengan umatnya (Al Mustashfa ,Jilid II )

Referensi Kebebasan Wanita ,Abu Syuqqah Jilid 4

    • TONI
    • November 21st, 2011

    jangan pungkiri hati nurani, udah tahu wajib buat semua perempuan kecuali ada uzur, kura-kura dalam perahu, sudah tahu pura-pura tidak tahu. asaallll aja deh main comot riwayat buat kepentingan pribadi loe sendiri. najizz tralalala

    • Sepertinya belum dibaca ^^, yang wajib itu jilbab dan khimar, bukan hijab, tolong jangan sala comot komentar ya🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: