Memperbaiki diri untuk mendapat pasangan yang baik juga?


Saya pernah mendapat pertanyaan ,saat saya menulis tentang surat Annur ayat 26 yaitu tentan g laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik juga?Lalu timbul pertanyaan berkaitan dengan penjelasan surat annur ayat 26.Apakah salah jika niat seseorang menjadi melenceng untuk memperbaiki diri yang tadinya karena Allah menjadi karena manusia alias dia memperbaiki diri karena ingin mendapatkan pasangan yang baik pula.

Sebenarnya pertanyaan ini membuat saya berpikir juga dan begini, saya ga biasa nulis dengan kata-kata yang tidak terlalu baku atau aga inklusif, tapi coba nulis dulu saja apa yang sudah terpikir, tanpa banyak editan
Jika ada seseorang yang ingin memperbaiki diri karena ingin mendapat pasangan yang baik menurut saya itu sangat wajar.Kenapa ? karena itu merupakan anjuran dari Allah SWT agar memotivasi kita agar kita memperbaiki diri lebih baik lagi,selain berusaha juga mencari jodoh.Lalu muncul pertanyaan,kalau begitu niat kita agar selalu memperbaiki diri bisa tercemar dong,karena mengharap karena manusia?

Sebenarnya pertanyaan tersebut muncul,karena memang terlihat berkaitan antara satu hal dengan yang lain,ternayta setelah saya cermati sebenarnya premis satu dengan yang lain tidak ada kontradiksi.
Pertama: Apa sebeanrnya yang dimaksud memperbaiki diri karena Allah.Perlu diakui pada kasus ini, Asumsi saya jarang ada orang yang mau berbuat diri lebih baik karena Allah.Karena,standar karena Allah ini pun menjadi absurd.Jadi kita perjelas dulu “karena Allah” itu seperti apa,.

Apakah orang yang beramal karena ingin mendapat surge itu termasuk”karena Allah”
Apakah orang yang beramal karena takut neraka itu bisa disebut “ karena Allah”
Apakah orang –orang yang benar-benar mencintai Allah bisa disebut “karena Allah”

Lagi –lagi mnurut saya pribadi,hal-hal semacam ini perlu diperjelas,saya mengambil kesimpulan dari banyak referensi bahwa karena Allah itu,ya yang Allah ridhoi, baik itu karena mengharap surga atau takut neraka.Karena Allah telah mengharapkan demikian.Allah memerintahkan agar beramal karena akan memberikan surga.

Apakah lantas ,jika kita mengharap surga niat kita tidak benar? Padahal standar kebenaran pada masalah seperti ini ialah tentang Tuhan.Artinya jika Tuhan menjanjikan surga dan akan memasukannya ,serta menyuruh beramal agar masuk ke surga adalah sesuatu yang salah, maka secara logika ini sulit diterima.Tuhan yang menjamin sesuatu,lalu menyuruh beribadah agar mendapat sesuatu itu,namun manusia mengannggap jika kita berbuat sesuatu tidak karena Tuhan semata maka itu salah, padahal jelas-jelas karena Tuhan itu termasuk apa yang diperintahkan agar mendapat sesuatu itu

Untuk pernyataan beramal karena benar-benar mencinta Alllah ,maka ini dijabarkan mencintai Allah itu seperti apa? Maka para ulama sudah menjelaskan bahwa kecintaan kepada Allah terwujud,karena kecintaan kepada rasul.Lalu apakah jika kita beramal karena ingin mengikuti rasul termasuk riya? Karena beramal tidak karena Allah?Malah pertanyaan ini berlawanan dengan Quran, karena yang disebut mencintai Allah yaitu dengan mengikuti rasul.”Qul in tuhibbunallahu fattabiuuni” Jika kamu benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku!
Jadi beramal karena Allah itu aspeknya luas, tetapi dapat kita simpulkan,bahwa amal dan niata yang “benar” ialah seperti yang Allah kehendaki benar.Jika kita membunuh apakah itu benar atau salah?

Jika hanya menjawab berdasarkan standar pribadi ,tentu akan timbul jawaban bermacam-macam.Maka apa salah jika kita membunuh kambing untuk dimakan? Standar “benar” ini seperti yang dikemukakan di atas,malah membunuh kambing adalah perintah yang dikehendaki Allah ,maka itu kita ambil sebagai sesuatu yang benar
Kembali ke pertanyaan diatas,bahwa jika kita berniat memperbaiki diri karena ingin mendapat yang baik,apakah itu benar?Analoginya mungkin seperti ketika kita solat tahajud karena ingin curhat ,atau minta sesuatu, atau minta pasangan apakah kita salah?Kita dapat mengatakan salah karena kita tahajud bukan karena Allah melainkan karena ingin minta,tapi secara logika, Allahlah yang menghendaki agar hambanya meminta kepadaNya.

Jika memang ingin memperbaiki diri karena ingin mendapat jodoh yang baik,dan Allah sendiri yang menghendaki bahwa laki-laki yang baik akan mendapat permpuan yang baik pula,maka logika ini sangat mudah dicerna.Orang yang sudah tau tentang ayat ini, pasti menambah motivasi untuk melaksanakan anjuran Allah dan rasulnya agar mencari pasangan yang baik dan juga meperbaiki diri.Apakah salah bagi kita untuk memilih pasangan karena kecantikan,harta,atau keturunannya,bukan karena Allah?

Rasul menjelaskan bahwa keumuman seseorang dipilih karena agama, kecantikan,nasab,dan harta.Maka pilihlah agamaya karena akan beruntung.Disini kasus memilih dengan niat “karena Allah” itu terwujud dengan mengikuti anjuran rasul yaitu memilih berdasarkan 4 kriteria diatas,jadi bukan merupaka riya beramal karena memang amalan tersebut dikehendaki Allah

Bukan termasuk salah beramal karena ingin mendapat surga ,karena Allah memang memerintahkan kita agar beramal dan memenuhi seruannya agar masuk ke surga.Juga beramal karena takut neraka karena Allah memang menghendaki hambanya agar menjauhi amal-amal yang akan mebawa ke neraka.Atau beramal karena mengharap pahala,karena Allah memang menjanjikan orang yang beramal akan mendapat pahala.Begitupun memberbaiki diri ,jika memang hal tersebut diperintahkan oleh Allah,baik karena memperbaiki diri karena dijanjika surga,ampunan,atau pasangan yang baik.

Pertanyaan berikutnya , memperbaiki dirinya sampai kapan? Tentu saja yang tadinya niat memperbaiki diri karena Allah( mendapat pasangan yang baik) ,bisa jadi akhirnya lama-lama dapat melenceng juga dengan sengaja memperlihatkan “kebaikan diri” agar dilihat oleh “pasangan yang baik” juga.Sehingga yang tadinya hanya motivasi ,timbul menjadi ingin diketahui atau dilihat oleh lawan jenis yang diincernya.Oleh karena ini sunnah rasul ialah jika sudah siap(dan tanggung jawab),maka disegerakanlah menikah,sebab kalau memperbaiki diri melulu kapan nikahnya hehe.Tulisan ini dibuat untuk memotivasi penulis dan sama-sama memperbaiki diri pribadi dan juga meningkatkan kualitas amalan

Wallahua’lam

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: