Apa Buktinya Muhammad adalah seorang Utusan Tuhan??


Pendahuluan

Bila saya mengaku sebagai seorang nabi apakah anda akan lantas percaya? Tentu hanya orang yang bodoh saja yang akan percaya begitu saja. Kita mungkin bisa berdebat panjang dengan pengikut Ahmadiyah tentang interpretasi hadits khataman nabiyyin. Namun pertanyaan yang cukup esensial kepada mereka adalah bagaimana mereka bisa yakin bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi? Apa yang Mirza Ghulam Ahmad wariskan kepada mereka sehingga, walaupun tidak bertemu langsung, bisa percaya begitu saja?

Ketika mempelajari sejarah umat terdahulu yang didatangi seseorang yang mengaku bahwa ia seorang nabi utusan Tuhan, kita akan menemukan bahwa para nabi datang dengan membawa tanda kenabian. Tanda tersebut adalah mukjizat. Mukjizat adalah tanda ia mendapat dukungan dari langit yang akan menunjukkan bahwa dia adalah nabi.

Mukjizat, menurut pengertian bahasa (Arab), artinya sesuatu yang melemahkan, mengalahkan yang lain. Secara istilah mukjizat didefinisikan sebagai sesuatu tantangan yang mengalahkan yang lain yang tidak ada seorang pun yang bisa membuat yang serupa dengan mukjizat tersebut.

Karena mukjizat adalah tantangan, maka agar tantangan itu ditanggapi oleh kaumnya, tantangan itu harus relevan dengan kompetensi kaum tersebut. Jika tantangan datang dalam bentuk yang tidak dikenal kaumnya, tantangan tersebut akan diabaikan. Jika mukjizat sesuai dengan kompetensi mereka, mereka akan tertantang dan mereka akan berpikir bahwa tidak ada yang bisa membuat mukjizat tersebut kecuali Tuhan. Mukjizat setiap nabi tampil dengan cara seperti itu.

Mukjizat para nabi

Jaman Nabi Ibrahim kaumnya sangat mengagungkan berhala-berhala. Mereka sangat percaya bawa berhala mereka akan memberikan mereka kebaikan atau keburukan. Kepercayaan ini ditantang oleh Nabi Ibrahim dengan menghancurkan berhala-berhala mereka kecuali satu yang terbesar. Kaumnya, atas perintah Raja Nambrud, kemudan mambakar Nabi Ibrahim. Tetapi Nabi Ibrahim tidak terbakar. Dengan demikian hancurlah keyakinan kaum mereka yang sangat mengkramatkan berhala mereka. Sebab mereka menyangka berhala-berhala mereka akan marah dan menghancurkan Nabi Ibrahim.

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”. Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?” Ibrahim berkata: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim”. Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”. Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”. Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?” Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(TQS Al Anbiya: 51-70)

Jaman Nabi Musa kaumnya pun begitu. Kepiawaian kaumnya di bidang sihir. Makanya mukjizat Nabi Musa bentuknya “menyerupai” sihir. Mukjizat nabi musa adalah tongkat yang berubah jadi ular dan tongkatnya bisa membelah laut. Kesadaran akan kemustahilan menandingi mukjizat langsung menyadarkan para penyihir firaun.

Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah), mereka berkata: ‘Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun’. Fir’aun berkata: ‘Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya’. Mereka berkata: ‘Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman’.” [TQS Asy Syu’araa’: 45-51]

Di jaman Nabi Isa, kaumnya ahli di bidang kedokteran begitu pula mukjizat Nabi Isa untuk membuktikan kenabiannya. Ada yang tetap kafir dengan bukti-bukti yang terang itu ada pula yang beriman.

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”. [TQS al Maidah: 110-111]

Mukjizat nabi Muhammad

Pada jaman Nabi Muhammad, kaumnya pandai membuat syair sehingga mukjizatnya “menyerupai” syair. Kaumnya ditantang untuk membuat yang serupa, namun tidak ada yang berhasil.

Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar. [TQS Ath Thur 33-34]

Tantangan kemudian diturunkan menjadi sepuluh surat saja.

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad Telah membuat-buat Al Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. [TQS Hud 13]

Akhirnya tantangan tersebut diturunkan hingga satu surat saja.

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. [TQS Al Baqarah 23]

Tantangan ini diulang-ulang di surat lainnya. Tetapi alih-alih menjawab tantangan ini, kaum musyrik quraisy malah mencari cara lain untuk menghentikan dakwah nabi Muhammad. Mereka melakukan black campaign dengan menyebut nabi Muhammad sebagai penyihir atau orang gila. Bahkan mereka melakukan penyiksaan untuk mengeluarkan mereka yang percaya terhadap apa yang disampaikan nabi Muhammad. Padahal bila kaum musyrik quraisy mampu menjawab tantangan membuat yang serupa al Qur’an mereka memiliki alat propaganda efektif melawan dakwah nabi Muhammad. Padahal mereka hanya ditantang untuk membuat tiga ayat saja yang semisal surat al kautsar.

Bagaimana kita bisa meyakini kenabian Muhammad padahal beliau telah tiada? Saat ini kita tidak dapat lagi melihat dinginnya api yang membakar Ibrahim, berubahnya tongkat Musa menjadi ular, dan menghidupkan orang mati bagi nabi Isa. Cerita ini hanya merupakan klaim tanpa bukti bagi sebagian orang. Namun berbeda dengan mukjizat nabi Muhammad. Walaupun nabi Muhammad saat ini tidak ada namun tantangannya masih berlaku karena mukjizatnya, al Qur’an, masih ada hingga kini. Setiap orang yang ingin menyaksikan bukti kenabian Muhammad bisa melihatnya dalam al Qur’an.
والله أعلم

seri: nabi
http://www.facebook.com/#!/note.php?note_id=110545347584

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: