Archive for May, 2010

Isra mi’raj mukjizat atau bukan?(seri ke III)

Kenapa ada Isra Mi’raj (seri 1)

Kisah-kisah Isra Mi’raj (Seri 2)
Isra Mi’raj,Mukjizat atau bukan?? (Seri 3)

Banyak dai-dai yang menyebutkan bahwa Isra Mi’raj adalah mukjizat nabi Muhammad.Coba kita telaah.Dalam buku Mukzizat Qurai Shihab,jika ingin jelas bisa dibaca,ini saya kutip beberapa penjealsan Kata mukjizat berasal dari kata-kata ‘ajaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu”.Pelakunya dinamai mu’jiz.Apabila pelakunya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan ,ia dinamai mu’jizat(mukjizat).Dan didefinisikan oleh para pakar adalah sesuatu hal/peristiwa yang luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku nabi sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu,untuk melakukan atau mendatangkan tantangan serupa namun mereka tidak mampu melakukannya
Bagaimana ciri-ciri mu’jizat?

1. disaksikan orang banyak
2. setelah peristiwa tersebut hati orang kafir terguncang
3. setelah peristiwa tersebut orang beriman semakin mantap keimanannya

sebagaimana yang sudah terjadi pada nabi-nabi terdahulu(sebelum nabi Muhammad saw)nabi Ibrahim dibakar oleh namrud,pembakaran tersebut disaksikan orang banyak,melihat nabi Ibrahim dibakar tetapi ternyata api tidak mampu membakarnya,maka orang kafir tergoncang hatinya,orang beriman semakin mantap keimanannya
nabi Musa membelah lautan,banyak orang yang menyaksikan ,orang kafir tergoncang hatinya,orang beriman semakin yakin keimanannya.

Nabi Isa menghidupkan orang mati(dalam al kitab kemampuan menghidupkan orang mati tidak hanya Isa/Yesus yang bias,tapi ada nabi lain juga mampu menghidupkan orang mati,bahkan tulangnya/karena sudah mati menyentuh mayat lain,mayat lain tersebut juga bias hidup kembali) orang kafir terguncang hatinya,orang beriman semakin yakin akan keimanannya.Sekarang bagaimana peristiwa Isra mi’raj?

Coba kita simak hadits berikut

Begitu Rasulullah kembali ,pada pagi harinya beliau bertemu dengan Abi Jahal bin Hisyam.Abi Jahal bertanya kepada Nabi, “kelihatannya engkau memikirkan sesuatu ya Muhammad ?”Nabi menjawab: “benar sekali ya Abal Hakam,aku baru kembali kembali dari masjidil Aqsa.”Tersungging senyum pada bibir Abi Jahal bin Hisyam,dalam hatinya tentu adanya suatu moment untuk menjatuhkan Nabi Muhammad,karena menurut dia kemarin dia masih melihat Nabi ada dipasar ‘Ukaz.

Bagaimana kalau aku mengumpulkan orang untuk berkumpul disini,mendengar perjalananmu ke masjidil Aqsa?” nabi menjawa: “silahkan engkau kumpulkan!” dengan girang Abi Jahal mencari orang yang mau mendengarkan cerita Muhammad,agar mereka tahu Muhammad kurang waras(begitu menurut pikiran Abi Jahal) .
Orang pertama yang ditemuinya ialah Abu bakar ,tahukah engkau bahwa sahabatmu Muhammad menerangkan kepadaku bahwa ia berangkat semalam ke masjidil Aqsa,Abu bakar kemudian bertanya:”benarkah dia berkata begitu?” Abi Jahal menjawab:”demi latta dan Uzza begitulah katanya.”

“kalau itu dikatakan bahkan yang lebih dari itu aku percaya.” Jawab Abu Bakar,maka sejak itu dijuluki Abu Bakar Siddiq, setelah orang berkumpul kemudian Nabi Muhammad menceritakan perjalanannya(Isra mi’raj) , orang kafir hatinya tidak terguncang,bahkan semakin menjadi-jadi kekafirannya, orang beriman ada sebagian yang terguncang keyakinannya.

Jadi peristiwa Isra mi’ra dengan standar diatas tidak termasuk mu’jizat,malah ada sebagian orang beriman meragukan Muhammad, jadi kalau bukan mukzizat namanya apa?

Mari kita lihat “Dan ketika Kami berfirman kepadamu(Muhammad) sesungguhnya Tuhan engkau itu kekuasaan-Nya manusia (yang berkuasa penuh atas manusia) Tiada kami menjadikan pemandanganmu (apa yang terjadi dalam Isra mi’raj) melainkan adalah fitnah (cobaan) bagi manusia. Dan pohon terkutuk yang tersebut dalam Al Qur’an (kondisi engkau Muhammad dikala engkau menerangkan Isra mi’raj mu,kurang lebih seperti dikala engkau menerangkan adanya pohon Zaqqum di neraka) Kami menakuti mereka,maka mereka tidak bertambah takut melainkan bertambah melampaui batas nya berlebihan.”(Al Isra ayt 60)

Bisa disimpulkan ,Isra mi’raj bukan merupakan mukjizat,tetapi Allah menyebutnya langsung sebagai fitnah( ujian),agar Allah memperlihatkan kebesaranNya,dan mengetahui orang yang beriman kepadanya dan tidak beriman.mengetahui apakah setelah diperlihatkan berbalik keimanannya atau tetap beriman.Ini adalah hikmah yang agung.Bahwa hidup didunia ini penuh dengan ujian.Allah ingin mengetahui bagaimana hambanya bersabar terhadap ujian yang diberikan, dan tetap beriman atau berbalik keimanannya menjadi tidak beriman.Ujian bermanfaat bagi manusia,karena bagi Allah baik kita beriman atau tidak beriman tidak mengurangi Kekuasaan Allah.Lalu bagaimana sebenarnya peristiwa Isra Mi’raj tersebut,mengapa bisa sebagai ujian?kita simak di episode berikutnya

Kisah Kisah Isra Mi’raj (Seri 2)

Seri l

Setelah kita berpikir,dan menemukan hikmah dari kisah sebelum rasul Isra Mi’raj,pada bagian ini di Indonesia biasanya yang ramai dibicarakan yaitu peristiwa Isranya rasul dan Mi’raj nya rasul.Banyak ulama berbeda pendapat tentang Isra Mirajnya rasul ,ada yang mengatakan bahwa rasul diangkat ruhnya saja, ada yang beranggapan dengan jasadnya juga, ada juga yang menganggap dengan batin(seperti mimpi),ada juga materi molekulnya.Tafsir Klasik mengatakan bermacam-macam pendapat dari mulai Thabari sampai Ibnu Katsir.Namun saya sendir memunya pendapat sendiri.Yaingtu Allahlah yang langsung menempatkan rasul kemana Ia kehendaki.

Setelah backingan –backingan secara total dicabut oleh Allah,maka rasul dari Thaif kembali ke Mekah,tentu saja sudah merasa tidak aman lagi.Tidak ada orang yang benar-benar kuat untuk menjaganya.Maka rasul memminta perlindungan kepada sahabat,namun banyak yang tidak berani menjamin,dan akhirnya setelah berkali-kali meminta perlindungan akhirnya ada seorang kepala Quraisy yang berani menjamin keamanaan rasulullah dan akhirnya Rasul di Israkan,,Coba kita simak ringkasan hadits riwayat Bukhari dan Muslim,dari Anas

Continue reading

Perintah berhijab kekhususan Istri Nabi

Dari Ummu Salamah“Aku dan Maimunah berada dekat Rasulullah saw,lalu Ibnu Ummi Maktum datang.Peristiwa itu terjadi setelah Rasulullah menyuruh kami berhijab.Beliau bersabda ,”pasanglah hijab antara kalian dengannya.’Kami bertanya ,’Bukankah dia buta, Wahai Rasulullahmbukankah dia tidak melihat dan mengetahui kami?’’Beliau menjawab,’Apakah kalian buta,bukankah kalian meliahtnya?( Sunan Abu daud nomor 3122)

Dalil diatas ,sering dijadikan menjadi kewajiban beerhijab atau setidaknya anjuran berhijab,walalupun ada orang buta disekitar kita,namun kenyataanya, tentu berbeda dengan dugaan ada anjura berhijab yang berlaku secara umum bagi istri-istri kaum mukmin.Coba kita telaah bagaimana tentang makana hadits ini Kedua wanita yang disebutkan dalam hadits diatas adalah istri Nabi saw,sementara ayat Al Quran mengungkapkan,’..Maka mintalah dar belakang tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” (Al Ahzab :53)

1. Artinya,untuk lebih menyucikan hati,kaum laki-laki dilarang melihat istri-istri Nabi saw,begitu juga dengan istri-istri beliau dilarang melihat kaum laki0laki untuk lebih menyucikan hati mereka.Oleh karena itu beliau bersabda seperti diatas.Artinya,perintah nabu disini berhubungan dengan kekhususan para istri Nabi untuk berhijab.Mereka tidak dibenarkan untuk bertemu laki-laki tanpa hijab

2.Jika Rasulullah melarang istri-istrinya melihat Ibnu Ummi Maktum karena telah diwajibkan hijab atas mereka,maka beliau juga mengatakannya juga kepada Fatimah Binti Qais,”Tinggallah di rumah anak paman Ibnu Ummi Maktum karena dia cacat pengelihatan (HR Muslim)

Dari Fathimah binti Qais,dia berkata bahwa dia berada dibawah tanggungan Abu Umar bin Hafsh bin Al-Mughirah.Lalu Abu Umar menalaknya hingga talak tiga,Lalu Fathimah mendatangi Rasulullah saw untuk minta fatwa tentang keluarnya dia dari rumah. Rasulullah saw menyuruhnya pindah ke rumah (anak pamannya Umar) Ibnu Ummi Maktum yang buta ( HR Muslim ,Kitab Thalaq Jilid 4,hal 196)

Dia meliaht Ibnu Ummi Maktum dan tentu saja tanpa risih.Malah rasul menyuruhnya tinggal disana.Hal ini menunjukkan bahwa larangan yang terdapat dalam hadits Abu daud khusus bagi apra istri nabi saw yang juga didukung oleh perkataan Ummu Salamah “setelah beliau menyuruh kami berhijab”

3.Laporang Imam Ahmad juga mendukung pernyataan bahwa hadits diatas khusus bagi para Istri Nabi saw.Al-Artsam berkata ,” Aku bertanya kepada Abu Abdullah (iMam Ahmad bin Hanbal),’Apakah hadits itu seperti hadits Nabhan (perawi dari Ummu Salamah),khusus bagi istri-istri Nabi,sedangkan hadits Fatimah ditujukan bagi semua orang? Beliau menjawab .”Ya’( Al-Mughni,Ibnu Qudamah)

Setelah mencantumkan hadits tersebut dalam Sunannya,Abu daud berpendapat ,”Hal ini khusus bagi istri-istri Nabi,lain halnya dengan kepercayaan diri Fathimah untuk tinggal bersama Ibnu Ummi Maktum ketika Nabi saw bersabda kepadanya,”Tinggalah dirumah Ibnu Ummi Maktum karna dia buta dan (janganlah khawatir)atas pakaianmu didekatnya ( Sunan Abu Daud Kitab Berpakaian)

kesimpulan

Hadits diatas tidak sedang membicarakan tentang zina mata,atau berdua duaan,atau larangan melihat malah aneh jika hijab dianjurkan untuk berjaga-jaga,sebab rasul malah menyuruh Fathimah tinggal dirumah Ibnu Maktum, dan jelas hadits diatas menceritakan tentang kekhususan hijab bagi Istri-Istri Nabi

Jilbab, Adab Wanita Muslimah

Jilbab merupakan pakaian wantia muslimah yang bertujuan sebgai identitas wanita merdeka, dan adab kesopanan,bukan sebagai penutup aurat,dan tidak wajib dipakai didalam rumah

Al Ahzab ayat 59
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Continue reading

Fenomena Hijab,Apakah dianjurkan?

Hijab, Sunnah,Anjuran atau meniru-niru?

Sejak SMA,saya memutuskan untuk belajar tentang Islam,setelah sebelumnya, saya melakukan pendekatan dengan logika terhadap agama-agama,saya mengikuti organisasi kesilaman,agar lebih mengenal Islam.Saat itu saya bisa dibilang tidak tahu apa-apa sama sekali.Di DKM,sepertinya saya mulai mengenal istilah-istilah arab seperti hijab, akhwat ,ikhwan,afwan,dll yang baru saya ketahui.

Nyambung dengan judul diatas,maka saya menemukan fenomena di SMA,juga mungkin yang umum dimesjid-mesjid.Bahwa terkadang jika ada syuro atau rapat menggunakan tabir,sehingga interaksi pria dan wanita hanya saling mendengar,tidak saling melihat.Juga terkadang tidak hanya apda rapat,bahkan saat ada acara juga,dipisahkan dengan memakai tabir penghalang (hijab).

Tentu saya yang saat itu masih baru kenal dengan ilmu-ilmu baru,bertanya.,lalu mencari jawabanya.Bertahun-tahun saya coba cari literature juga ustadz2,yang menyatakan bahwa memang dizaman nabi yang teradi seperti itu.Sepert pada zaman sekarang ini.DImana di tempat saya kuliah, jika di mesjid saya hijabnya tidak tinggi suka ada yang memperasalahkan sehingga akhwatnya terlihat.Namun apakah yang dia permasalahkan itu sebenarnya sesuai syariat atau tidak.

Akhirnya saya menemukan literature yang cukup lengkap membahas masalah tentang hal ini.Ternyata jawabannya sangat jauh dari yang diterapkan sekarang.Kenapa? Continue reading

Hijab Hanya Untuk istri nabi

Dalil-dalil Kekhususan Hijab Bagi Istri Nabi

Hadits Nabi:

“Umar r.a berkata “Wahai Rasulullah ,orang jahat ataupun baik masuk ke rumahmu,seandainya saja engkau perintahkan Ummahatul-Mukminin mengenakan hijab,…lalu Allah SWT menurunkan ayat hijab (HR Bukhari,Kitab Tafsir Surat Al Ahzab,Jilid X hal 146)

Aisyah r.a berkata ,Pamanku yang sesusuan datang dia meminta izin kepadaku,namun aku enggan memberikan izin sebelum aku bertanya kepada rasulullah,saw….Peristiwa ini terjadi setelah ayat hijab diwajibkan atas kami(HR Bukhari ,Kitab berbagai kesaksian)

Aisyah r.a berkata ,”pernah seorang banci menemui para istri Nabi saw.Mereka ,menganggap banci itu tidak bergairah melihat wanita….Nabi saw bersabda,Aku kira orang ini tahu apa yang ada disini,dia tidak boleh masuk ke tempat kalian.’Aisyah menambahka n,lalu para istri Nabi memasang tabir untuk membatasinya dari banci itu (HR Muslim,Kitab Salam )

Umar bin Khatttab berkata ,’Ketika Nabi saw mengisolasi para istrinya beliau bersabda .’Aku memasuki masjid ,sementara orang sedang melempar-lempar anak batu seraya berkata,”Rasulullah saw ,menceraikan istri-istrinya.’Hal itu terjadi sebelum para istri beliau diperintahkan memasang hijab…’(Tetapi yang betul peristiwa itu terjadi setelah ayat hijab diturunkan)(Fathul Baari jilid XI)

“Jabir bin Abdullah berkata,’Aku sedang duduk dirumahku lalu rasulullah saw lewat dan memanggil.Aku bangkit menemui beliau dan beliau mengambil tanganku.Lalu kami pergi sehingga sampai dibeberapa kamar istri beliau.beliau masuk kemudian memberi izin kepadaku.Setelah itu istri beliau memasang hijab…”(HR Muslim) Continue reading