Mengapa Kita Membutuhkan Utusan Tuhan?


Memberitahukan siapa tuhan sebenarnya
Bila anda sependapat dengan saya bahwa Tuhan itu ada maka kita sudah memiliki satu jawaban bagi pertanyaan ini. Kita membutuhkan nabi untuk memberitahukan jati diri Tuhan. Hal ini adalah keniscayaan karena hanya dengan mengandalkan akal, kita tidak dapat menemukan siapa Tuhan yang sesungguhnya.

Mari simak kisah nabi Ibrahim ketika mencari Tuhan. Andai kata Allah tidak memberitahukan secara langsung kepada nabi Ibrahim tentu keyakinan Ibrahim hanya sampai bahwa berhala-berhala itu bukan Tuhan dan Tuhan sebenarnya adalah yang menggerakkan matahari, bulan dan bintang tanpa tahu siapa Dia. Begitu pula dengan nabi-nabi lainnya, Allah secara langsung memberikan hidayah kepada mereka.

Mencontohkan ibadah yang benar
Konsekuensi logis berikutnya, kita tidak akan tahu cara beribadah yang benar tanpa hadirnya nabi. Secara fitrah manusia mengakui adanya sesuatu yang lebih hebat daripadanya. Fitrah ini mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang menurutnya lebih. Dari sinilah lahir kebutuhan manusia akan beribadah kepada sesuatu. Tanpa bimbingan seorang nabi ibadah yang dilakukan bisa jadi salah. Kita bisa melihat berkembangnya khurafat, bid’ah, dan praktik-praktik yang berbau syirik. Pelakunya mungkin merasa dekat dengan Allah, padahal sejatinya sedang menjauhi-Nya.

Dengan analogi sederhana saja kita bisa mengerti. Misalkan kita menyukai seorang wanita. Lalu kita berpikir dengan cara kita sendiri. Kita menyukai otomotif. Lalu kita memberikan motor balap kepada wanita tersebut. Bisa-bisa bukannya senang wanita tersebut akan marah. Padahal masalahnya sederhana kita perlu bertanya apa yang wanita itu sukai. Ternyata wanita itu menyukai bunga. Maka cara untuk membuat agar wanita tersebut menyukai kita adalah dengan memberinya bunga. Kita membutuhkan kehadiran nabi untuk mengetahui apa yang Allah sukai dan benci.

Mengajarkan syariah kehidupan
Selain permasalahan ibadah yang berkaitan langsung dengan Tuhan (hablumminallah), ada perkara-perkara lain yang menunjukkan kita membutuhkan kehadiran nabi. Aturan kehidupan secara umum (hablumminannas) seperti ekonomi, sosial, politik, hukum dan lain sebagainya memerlukan kehadiran ‘penengah’. Penengah yang memang tidak memiliki tendensi pribadi. Penengah yang keputusannya tidak salah.

Mengapa saya gunakan istilah penengah? Manusia telah memiliki persepsi sendiri mengenai aturan-aturan kehidupan, kita bisa lihat sendiri saat ini banyak aturan buatan manusia. Namun setiap orang bisa memiliki pendapatnya masing-masing. Lalu siapa yang benar diantara pendapat-pendapat tersebut?

Contoh ekstrimnya misalnya kita kumpulkan saja para ahli ekonomi dari seluruh penjuru dunia untuk berbicara bagaimana mengatasi krisis keuangan saat ini. Pasti masing-masing akan memberikan solusi yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat tersebut muncul karena beberapa faktor. Pertama, pada dasarnya manusia tidak bisa mengenali kebenaran. Yang manusia bisa adalah mengenali apa yang ia sukai dan yang ia benci. Kedua, manusia tidak dapat melepaskan diri dari tendensi pribadi dan pengaruh lingkungan.

Perbedaan pendapat tersebut membutuhkan penengah. Saat ini penengah yang ada adalah demokrasi. Untuk melegitimasinya, ramai orang berkata “vox populi vox dei” atau “suara rakyat adalah suara Tuhan” padahal tidak satupun ayat Tuhan yang berbunyi demikian. Demokrasi memberikan mekanisme yang membuat setiap orang merasa terfasilitasi pendapatnya dengan memberikan kompromi atas setiap pendapat. Tapi apakah hasil kompromi setiap pendapat dapat menyelesaikan masalah dengan baik? Saat ini, gedung parlemen diisi oleh orang dengan berbagai latar belakang, dari orang yang berpendidikan dibidangnya (S3), ulama, pendeta, artis bahkan tukang beca. Kira-kira keputusan seperti apa yang akan dihasilkan dari kompromi pikiran mereka.

Oleh karena itu, nabi dibutuhkan untuk menengahi perbedaan pendapat manusia tanpa mengkompromikan setiap pendapat. Nabi datang dengan membawa pendapat Tuhan atas masalah yang dihadapi manusia. Pendapat tersebut pastilah benar. Alasannya sederhana, karena datang dari yang Maha Mengetahui. والله أعلم

seri: nabi
http://www.facebook.com/note.php?note_id=107255977584

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: