Substansi Perayaan Maulid Nabi


Substansi Perayaan Maulid Nabi

Pada perayaan –perayaan kelahiran nabi selalu disampaikan substansi-substansi memperingati hari lahir nabi kita adalah melihat sejarah kehidupan rasul.Dengan mempelajari sejarah kehidupan rasul,dapat diambil banyak manfaat jika melihat kembali sejarah hidup rasulullah.Namun pada perayaan kelahiran nabi sendiri, sepertinya belum melihat sejarah hidup nabi.Misalnya dari segi historis waktu kelahiran yang kurang kuat. Baca tanggal berapa nabi lahir?
jika memang dirayakan apalagi secara seremonial. memang lagi-lagi kita harus belajar dari sejarah tentang perayaan ini,apakah memang ini biasa dilakukan nabi atau tidak Sejarah mengatakan bahwa terjadi peradaban Islam yang maju saat itu,dimana sebuah negeri jahiliyah berubah menjadi negeri madani.Jika memang sirah nabi merupakan substansi,memang harus diliahat secara utuh dari nabi dilahirkan sampai wafat,dan sejarah tersebut dapat diambil pelajaran.Bahwa nabi merupakan contoh teladan yang baik untuk dijadikan pembelajaran membangun sebuah peradaban

substansi dari perayaan maulid nabi yang lain yang sering disebutkan yaitu agar mencintai nabi,.Jika menilik pada hal tersebut maka .Dalam mencintai nabi,pandangan banyak para ulama yang menyatakan bahwa dengan mengikuti sunnahnya,menjaga Namun Hari lahir nabi dapat dijadikan momentum agar kita selalu mengingatnya dan juga melakukan perubahan pada diri kita.Momentum yang memang dapat mebuat kita bersemangat mengikutinya sebagai teladan yang baik,namun tidak menjadikan momentum ini hanya sekali dalam setahun setelah itu selesai begitu saja.Contoh nyata dari orang-orang yang mencintai nabi yaitu para sahabat.Nama mereka diabadikan dalam Al Quran sebagai orang yang di ridhai Allah (At Taubah :100), karena mereka sangat mencintai Rasul dan ridho bersamanya.Dengan mengikuti sunnahnya,membelanya,dan berjihad bersama-sama,sehingga potret sahabat adalah potret rasul juga.Pada kenyataanya memang nilai-nilai keteladanan rasul diimplementasikan .Bagaimana kita lihat apa yang disebut cinta,

saat mengikuti apa yang disenangi rasul,menjauhi apa yang dilarang rasul.Mereka tidak mengagung-agungkan rasul secara berlebihan .Momentum maulid nabi dapat dijadikan acuan bagi kita agar meningkatkan kualitas keimana dengan meneladani para sahabat dalam bertindak.

Bahkan Bagi umat Islam, tentu kelahiran Nabi SAW adalah peristiwa yang sangat penting. Karena, peristiwa itulah yang mengawali episode baru bagi kehidupan manusia. Nabi SAW adalah manusia luar biasa.Dia adalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu. Dia adalah pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, kelahirannya sangat layak diingat dan merupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan terhadap Nabi SAW dalam kapasitasnya sebagai manusia pilihan,nabi dan rasul Allah, sebagai pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam.Namun dari generasi terbaik saat itu bahwa penghormatan dan pengagungan tidak hanya pada mengingat nya saja,tetapi juga seperti yang telah disebutkan diatas.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab 21).
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran 31).

Teladan yang baik pada rasul dapat kita lihat pada sirah tentang beliau.Sudah banyak buku yang membahas hal ini.Jika kita mencontoh para sahabat,maka kita dapat mengambil substansi kelahiran nabi seperti mencintai nabi,berjuang bersama dengan nabi,menjalankan sunnah-sunnahnya.Dan itulah yang dilakukan generasi terbaik saat itu dengan benar-benar mengikuti rasul

Sebuah nilai yang diaplikasikan dalam sebuah tindakan,bukan sesuatu yang seremonial,seperti yang tertulis pada ayat diatas,”Qul in tuhibbunallahi fattabiuuni yuhbib kumullahu” Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah rasul. Nilai dan tindakan itu lalu dikontekstualisasikan ke dalam situasi dan kondisi kekinian dan jgua berimplikasi pada terjadinya perubahan substansial terhadap keberagamaan umat.

sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah, sesungguhnya kesempurnaan cinta dan pengagungan terhadap Rasul SAW terletak pada azzam (kuatnya kehendak) ittiba’ (mengikuti) jejak perjuangannya, ketaatan kepadanya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnah dan menyebarkannya. Serta, berjihad dalam upaya tersebut baik dengan hati, tangan, maupun lisan.
Seperti tulisan sebelumnya tentang valestine dan Palestine
“We need love every day,cause love not only shared for 1 day”
We love Rasul every day,cause love caused not only shared for 1 day
Rujukan: Al Bidayah wa al Nihayah ,Ibnu Katsir
Sirah Nabawiyah,Syaifurrahman Mubarakfury
Ma Sya’a wa lam Yatsbutu fi As-sirah An-Nabawiyyah, Muhammad bin Abdulah Al-Usyan

    • otong_marotong
    • April 29th, 2010

    numpang lewat..
    pernah denger gak
    teori yang nyatain syekh ibnu taimiyah membolehkan maulid…

  1. oh gitu yah , keknya ga ada tuh , seandainya perbautan itu baik pastilah sahabat sudah melakukanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: