Mesjid di AS mulai Go Green


WASHINGTON DC–Seruan kembali ke alam dan gerakan ramah lingkungan sedang terjadi di masjid-masjid di seluruh Amerika Serikat. Mereka bergandeng tangan dengan kelompok-kelompok berbasis agama untuk mendorong masyarakat agar memperlakukan lingkungan secara lebih baik. “Sudah semestinya umat Islam juga berkontribusi di dalamnya,” ujar Khalid Iqbal, deputi direktur All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) di Virginia.

Menurut Iqbal, peduli terhadap lingkungan adalah salah satu amanat Islam. “Itu adalah kewajiban masing-masing Muslim untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Di ADAMS Center, pendidikan lingkungan diberikan berbarengan dengan pemberian materi keagamaan. Anggota pengajian diajarkan cara mendaur ulang aneka sampah rumah tangga, gerakan penghematan air, penggantian bola lampu dengan produk yang hemat energi, serta penanaman serempak lebih dari 300 batang pohon.

ADAMS bekerja dengan Sekolah Minggu memperkenalkan proyek Masjid Hijau. Mereka mengurangi pengeluaran karbon hingga 13 persen dan menghemat energi hingga 21 persen. “Seluruh lampu di masjid-masjid menggunakan lampu hemat energi,” ujarnya.

Di masjid-masjid yang menjadi anggotanya, ceramah agama juga disisipi pesan-pesan pelestarian lingkungan, hal yang menjadi salah satu insisari ajaran Islam. Masjid pertama di negara ini yang telah menerapkan prinsip go green, Masjid Yayasan yang terletak di Bridgeview, Illinois, memasang panel tenaga surya sejak 31 Juli 2008. Masjid ini menerima penghargaan sebagai Pahlawan Lingkungan dari pemerintah setempat atas upaya ini. Masjid ini juga biasa mendaur ulang seluruh barang yang sudah tidak dimanfaatkan lagi.

Di Southern California, jumlah organisasi Muslim yang turut bergabung sebagai penyeru keselamatan lingkungan semakin banyak. Setidaknya ada sepuluh organisasi, antara lain Islamic Environmental Group of Wisconsin, DC Green Muslim, dan Green Deen yang membantu pemerintah setempat dalam mengedukasi komunitas Muslim tentang pentingnya peduli lingkungan dan gaya hidup hijau.

“Banyak orang yang tahu Muslim adalah khalifah di muka bumi, tapi tak banyak yang tahu tentang apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap bumi ini,” ujar Dr Zaher Sahloul, pimpinan Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC) dan ketua takmir Masjid Yayasan.

Imam Johari Abdul-Malik, direktur Dar Al Hijrah Islamic Center di Virginia menyetujui ucapannya. Menurutnya, jika kesadaran masyarakat meningkat, maka kesinambungan alam akan lebih terjaga. Ia berharap gerakan yang dirintis lembaga-lembaga berbasis agama diikuti setiap lapisan masyarakat sehingga kebijakan publik yang bertentangan dengan keselarasan lingkungan bisa dihapuskan.
“Tak mungkin terjadi perubahan nyata jika semua hanya bekerja pada tataran individu dan lembaga berbasis agama saja. Itu tidak cukup,” ujar Abdul-Malik kepada IOL.

sumber :republika.co.id

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: