Susunan Quran yang kita pegang sekarang berdasarkan apa???


Banyak pertanyaan -pertanyaan ari orientalis ,juga situs-situs /blog untuk menghujat Islam,namun umat Islam tetap teguh,tidak terpengaruh,dan yang paling banyak disoroti dan dikaji orientalis adalah tentang kitab umat Islam yaitu Al Quran.Mulai dari Keotentikan Quran,Bahasanya,Qiraat,dll

dijadikan sesuatu untuk menyerang umat Islam.Namun karena Allah sendiri telah menjamin bahwa Quran akan selau dijaga maka terbukti,sulitnya orientalis menyerang dengan Quran ini.Mungkin nanti akan kita bahas bagaimana Sejarah Turunnya Quran,Quran itu sendiri,dan bagaimana Quran itu sampai dikita.Ada juga pertanyaan-pertanyaan orientalis mengenai susunan Quran yang dianggap tidak beraturan.Ini cukup menggelikan karena standar apakah yang mereka gunakan kalau Quran itu harus “beraturan”,beraturannya seperti apa ??Tentu jika hanya menginginkan kemauan mereka kita semakin jauh dari kebenaran

Artinya : Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.(As shaaf ayat 8)

Pertanyaan -pertanyaan seperti itu memang sangat wajar dilontarkan oleh para orientalis karena mungkin Quran ini tidak sama dengan kitab mereka
Tetapi tidak sama dengan al-Quran, karena al-Quran bukanlah kitab sejarah, al-Quran adalah kitab petunjuk hidup, al-Quran adalah kitab yang berisi hukum-hukum, pelajaran-pelajaran dan lain sebagainya.

Marilah kita kaji rahasia dibalik susunan ayat-ayat al-Quran yang menurut orang-orang Orientalis ini membingungkan

SUSUNANNYA DARI ALLAH SWT
Bahwa susunan ayat-ayat dan surat-surat dalam al-Qur?an seperti yang sekarang ini ada adalah susunan yang dibuat oleh nabi Muhammad saw yang mendapat mandat dan pengawasan dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Bukan atas kesepakatan para sahabat atau umat Islam.

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. QS.75:17

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. QS. 75:18

Bila Malaikat jibril membacakan wahyu dari Allah SWT maka nabi Muhammad diperintah mendengarkannya dan bila Malaikat Jibril telah selesai membacakannya maka nabi Muhammad saw diperintah untuk mengikuti bacaan sesuai yang dibacakan malaikat Jibril .

Malaikat Jibril setiap tahun pada bulan Ramadhan datang menemui nabi untuk menjaga bacaan dan susunan al-Qur?an :
Fatimah berkata :Nabi Muhammad memberitahukan kepadaku secara rahasia, Malaikat Jibril hadir membacakan al-Quran padaku dan saya membacakannya sekali setahun, hanya tahun ini ia membacakan seluruh isi kandungan al-Quran selama dua kali. Saya tidak berpikir lain kecuali, rasanya, masa kematian sudah semakin dekat.? HR. Bukhari bab Fada?il al-Quran

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw berjumpa dengan malaikat Jibril setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan, masing-masing membaca al-Quran silih berganti. HR. Bukhari bab shaum

Hadits – hadits diatas dan beberapa hadith yang lainnya memberikan gambaran bahwa sistem bacaan antara nabi Muhammad saw dengan malaikat Jibril adalah menggunakan sistem Mu?arada yaitu malaikat Jibril membaca satu kali dan nabi Muhammad saw mendengarkannya begitu pula sebaliknya.

Dengan sistem tersebut yang secara periodik dilakukan setiap bulan Ramadhan, memberikan jaminan bahwa susunan al-Quran yang sampai kepada umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini adalah susunan yang sesuai dengan susunan yang Allah SWT kehendaki.

SUSUNANNYA UNIK, ITULAH KETERATURANNYA.
Kata orang-orang Orientalis, al-Quran susunannya tidak beraturan, tidak berdasarkan urutan waktu turunnya, tidak berdasarkan panjang pendeknya surat, tidak berdasarkan tempat turunnya dan tidak pula berdasarkan pokok bahasan. Semua anggapan itu benar adanya, memang tidak atas dasar itu semua, susunan al-Quran atas dasar apa yang tahu hanya yang membuat al-Quan yaitu Allah SWT.

Namun, susunan yang dikatakan tidak beraturan tersebut, bagi yang mengkaji al-Qurran justru akan menjumpai kemudahan-kemudahan menjadikan al-Quran sebagai tuntunan hidup, coba saja simak dengan hati yang jujur, ustadz-ustadz yang berdakwa jarang sekali yang membawa al-Qur?an, mereka dengan mudahnya menunjukkan ayat-ayat yang sesuai dengan pokok bahasan. Bila ada orang yang bertanya tentang sebuah masalah, seorang ustadz de-ngan mudahnya menunjukkan dalilnya dari al-Qur?an, inilah rahasia susunan al-Quran yang dibilang oleh orang-orang mereka tidak beraturan.

Satu lagi mukjizat dari al-Quran yang dibilang tidak beraturan tersebut, berjuta-juta manusia dengan mudahnya menghafal al-Quran, baik tua, muda, laki-laki, perempuan, anak-anak, orang Arab ataupun orang Indonesia, bahkan orang China sekalipun yang mempunyai struktur bahasa sangat berbeda dengan bahasa Arab, bukankah ini mukjizat al-Quran yang menurut penilaian manusia tidak beraturan, bukankah yang tidak beraturan akan sulit dihafal ?, tetapi al-Quran mudah sekali dihafal, itu artinya al-Quran sangat beraturan susunannya, hanya manusialah yang tidak mempunyai ilmu mengetahui keteraturan al-Quran.

Tetapi pertanyaan bisa kita kembalikan kepada orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, mengapa tidak seorangpun dari mereka yang hafal kitab mereka yang mereka aku-aku disusun secara beraturan ?

Tentu setiap orang bila tanya mana yang lebih mudah dihafalkan, apakah kalimat yang disusun secara beraturan atau kalimat yang disusun acak tidak beraturan, tentu setiap orang akan menjawab tentu akan mudah meng-hafal kalimat yang disusun beraturan, kalau memang jawabannya demikian berarti al-Qurran telah disusun dengan beraturan, terbukti al-Quran telah dihafal oleh jutaan manusia dari dulu hingga sekarang, dari Arab sampai ke China
Satu lagi bukti, bahwa keunikan al-Quran adalah sebuah mukjizat, apakah ada orang yang berhasil memalsukan al-Quran, padahal kalau al-Quran susunannya dibilang tidak beraturan, tentunya orang akan lebih mudah menyisipkan satu kata ke dalam al-Quran, tetapi ternyata semua tidak ada yang berhasil, baik orang-orang Orientalis maupun orang-orang Indonesia seperti yang pernah terjadi di Padang dan di Jogja.

BUMI SEBAGAI ANALOGI
Bila kita cermati bumi yang kita tempati ini, di mana-mana ada gunung, laut, daratan, hutan, danau, emas, batu-bara, mangga, apel, jeruk, durian dan lain sebagainya.

Kalau hukum keteraturan seperti yang diinginkan oleh orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, maka susunan gunung, daratan, lautan, danau, buah-buahan, hewan yang ada di bumi dapat dikatakan semrawut tidak terkelompokkan.

Padahal susunan bumi yang seperti itulah yang menjadikan kehidupan di bumi ini harmonis dan seimbang baik secara geografis maupun secara ekosistem.

Bisa kita bayangkan andaikata bumi ini diciptakan dengan susunan menurut otaknya orang-orang Orientalis di mana gunung-gunung ditempatkan di satu tempat, lautan mengumpul di tempat yang lainnya, daratan ditempat yang lain lagi, maka bumi ini akan berhenti berputar karena kehilangan keseimbangannya. Bukankah ketidakteraturan susunan gunung-gunung, lautan, daratan, lembah itulah yang justru menjadikan bumi berputar?.

Bukankah adanya buah-buahan, hewan, ikan dan lain sebagainya diseluruh belahan bumi ini menjadikan kehidupan dunia ini seimbang dan harmonis, bisa anda bayangkan andaikan di Indonesia ini tumbuh buah durian saja, di Thailand tumbuh beras saja, di Australia tumbuh gandum saja, di Amerika yang ada batu bara saja tidak ada hewan, buah-buahan dan air, maka tidak ada lagi keseimbangan dalam kehidupan di bumi ini.

Seperti yang pernah terjadi pada kaumnya nabi Musa as, di mana mereka tidak bisa tahan dengan satu makanan saja :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:”Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merah-nya”. QS. 2:61

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengi-saran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. QS. 2:164

Begitulah Allah SWT menciptakan bumi yang harmonis yang tumbuh buah-buahan dan menyebarkan bermacam-macam hewan di seluruh belahan bumi ini sehingga tercipta keharmonisan dan keseimbangan.

Seperti itu juga al-Quran disusun, ada kisah nabi Adam pada surat Ali Imran, Al-Mai-dah, al-Araaf dan seterusnya, begitu juga tentang ayat-ayat aklaq, akidah, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya menyebar di beberapa surat. Hanya Allah SWT yang mengetahui secara persis letak keteraturan dan keharmonisan al-Quran.Dan menjadikan kita lebih terpacu untuk mengkajinya

sumber inspirasi: Al islah online

  1. Cukup bagus jawabannya. Memang penjelasan yang bagus tidak selalu berdasarkan logika (rasional), tetapi juga bisa berupa fakta (empiris).
    Usul: Bisa bikin bantahan yang menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan buatan Utsman?

  2. emang,gimana redaksi yang menyatakan bahwa Quran buatan utsman,kebanyakan berpikiran Quran buatan muhammad,kalau maksudnya inspirasi Quran dapat dari mana bisa baca
    https://rizkilesus.wordpress.com/2010/01/16/inspirasi-isi-quran-dari-mana/

  3. Maksudnya ada yang mengatakan bahwa Al-Qur’an yang kita baca sekarang merupakan versi Utsman sehingga sudah tidak asli.

    • Rama
    • September 25th, 2010

    Kayanya semakin banyak blog/situs yang menghujat agama islam (bahkan tampil di halaman depan di google bila kita search), ada yang menambahkan bahwasanya jumlah surat di Al Quran awalnya berjumlah sekitar 7ribuan namun adanya pengurangan hingga menjadi 6ribuan, lalu yang mengumpulkan mushaf Quran hanyalah golongan hamba sahaya dan orang rendahan, ditambah pula orang yang menhapal alquran hanyalah ungkapan hiperbolis saja dari umat islam bahkan dengan metode pengkajian Alquran layaknya disertasi (sangat terstruktur pembahasannya).

    Bahkan ada hadits yang menceritakan bahwa Nabi SAW mengijinkan wanita saudaranya Zainab dan distujui Aisah menyusui laki2 dewasa untuk mejadi anak susuan wanita tersebut. Hadits ini katanya diceritakan oleh salah satu dosen AL Azhar Kairo

    Semoga hal2 tersebut diatas dapat menambah semangat untuk terus mengkaji lagi kebenaran dalam islam hingga akhir hayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: