Beda Nasib,Beda Perlakuan…..Keadilan Semu


Keadilan Semu,Hukum,dan Hati Nurani

Masih ingat dengan kasus yang beberapa tahun lalu sempat mengisi media masa.Saat sedang Hot-gotnya KPK beraksi ,saat Antasari baru menjabat sebelum akhirnya KPK mulai disudutkan beberapa waktu ini.Saat itu KPK berhasil menangkap dan membeberkan bahwa ada Suap Menyuap di kalangan aparat Penegak hukum.Al hasil jaksa Urip Tri Gunawan “kena” getahnya setelah berurusan dengan salah satu tersangka kasus skandal Bank terbesar, Artalyta Suryani.Bagaimana terlihat sampai-sampai Jaksa Agung Hendraman Supanji memecat dua wakilnya karena ikut terseret dalam kasus tawar menawar Jaksa dengan Tersangka.KPK memang sangat gencar sekali waktu itu setelah menangkap basah beberapa kali dengan sadapan Kasus Artalyita Suryani yang akhirnya hanya di vonis beberapa tahun penajra saja,sedangkan urip sampai dituntut 15 tahun.Inilah carut marut hukum di Indonesia.Sebagian dapat diatur –atur oleh orang yang memunyai “kekuasaan”.Bagaimana terlihat jaksa dengan tersangka tawar menawar,dan juga kita bisa dengar kemarin bagimana Anggodo disadap dan seolah-olah mengatur segala hal.Hukum yang diciptakan oleh manusia ,tentu saja secara kenyataan bisa di”manusiakan” juga alias bisa diatur.Seorang pencuri semangka karena kelaparan dihukum 5 tahun penjara,dan seorang koruptor kelas kakap sama 5 tahun penjara.Atau jaksa terbukti Bandar narkoba hanya satu tahun sedangkan warga satu butir ekstasi 5 tahun. Tapi tentu saja tidak berhenti disitu!!!

Beberapa saat lalu bagaimana di media diperlihatkan setelah memasuki jeruji besi,bagaimana nasib para thanan/narapidana???Miris memang ,gambaran sebuah penjara yang diperlihatkan berbeda sekali dengan anggapan yang selama ini kita pikirkan.Dalam film prison break bagaimana sebuah penajra itu yang seram,kusam,juga dalam komik One Piece bagimana Impel Down dibawah tanah dengan penajga yang seram.Saya pun pernah memiliki seorang teman yang masuk ke Penjara,dan ia tinggal beramai-tamai didalamnya,nasib memang,ternyata bertemu dengannya saja sulit.Apalagi harus membayar uang perbulan untuk biaya makanan.namun yang terlihat pada penjara “penguasa” berbeda sekali.Contohnya Artalyta Suryani dengan fasilitas mewah sekali di LP hidup dengan nyaman(ukuran nyaman fasiltas mungkin bukan hati) didalamnya.Bisa dibayangkan bagaimana seseorang berada seperti dihotel kelas mewah.Di ruangan khusus yang besar,audio lengkap,ruang baca,mainan untuk anak,hiasan dinding,kasur yang empuk,dan fasilitas yang lengkap seperti ,kantor,ruang khusus,dan masih banyak lagi.Enak sekali bagi seorang mafia peradilan seperti ini.Ini tentu penyimpangan yang terjadi dan ini berada dibawah payung yang bernama hukum.Keadilan dapat dinilai dari hukum dan hukum ternyata tidak mencerminkan keadilan.bagaimana sesuatu itu ditempatkan pada tempatnya.Uang bukanlah segalanya tapi segalanya didapat dengan uang,Itulah ungkapan sebagian orang yang beredar dimasyarakat bagaimana uang dan hukum dapat berjalan beriringan.

Bagi masyarakat biasa,tidak punya uang tentu saja ini menjadi ironi.Bagaimana mungkin seorang koruptor hidup mewah,seangkan maling ayam dihakimi masa.Hati nurani kita dapat menilai,bagaimana seharusnya keadilan terjadi.Keadilan semu,yaitu sesuatu yang dinaungi hukum dan keadilan semu lain yaitu keadilan yang dinilai dari nurani.Di satu sisi satu sel tahanan diisi lima orang,disisi lain satu ruangan terdapta ruangan karaoke,ruang berlatih akrate,spring bed mewah.Hukum pada dasarnya baik,tetapi jika di”mafiakan” sudah bukan keadilan yang dicapai.Hukum salah satu dari bagian keadilan menghasilkan keadilan semu.hati nurani yang milik masyarakat kecil mulai menemukan secercah keadilan.
Hati nurani pun tidak selamanya dapat dibeanrkan,contoh kasus disatu waktu Susno di hina,diwaktu lain Susno dibela,jika hanya mengandalkan hati nurani.keadilan dibagi menjadi 3 seperti perkataan Komarudin Hidayat dan didefinisikan menjadi hukum,hati nurani,dan wahyu Tuhan,Yang pertama dan kedua bersifat semu,artinya berasal dari manusia,dan hanya yang bersal dar Tuhan yang mutlak.

Satgas Mafia peradilan yang dibentuk presiden semoga mampu membongkar dan mengusut tuntas segala bentuk pengkerdilan hukum ini.Namun kemungkinan lagi-lagi masyarakat kecil yang akan kena.Jika Fasilitas mewah diberikan kepada beberapa napi,bisa jadi yang menjadi korban /kambing hitam adalah petugas penjaga lapas.Sedangkan bagi napi,faislitas –fasilitas ini berlanjut sampai menghiup udara segar.Semoga pemerintah memang serius membasmi mafia-mafia peradilan.Dan juga Keadilan di tegakkan.Tuhan memang masih saying pada negeri ini,kebobrokan demi kebobrokan diperlihatkan pada negeri ini,sedikit demi sedikit bermunculan dan dapat menjadi evaluasi dan pelajaran bagi generasi kedepannya.Bisa jadi orangnya yang salah,atau memang “hukumnya” yang salah.Kalau kata Bang One,tentang UU ITE,hukumnya yang salah,ya mw bagaimana lagi.Perlu reformasi di bidang hukum entah ke konsep,dan sistem penegakan hukum.Kalo di Cina,para koruptor sudah menyiapkan peti mati sendir,memang perlu ada perbaikan dalam sistem penegakan hukum,Hukum untuk keadilan menjadi ketidak adilan.Hanya Tuhan mungkin yang benar-benar adil,suatu saat nanti para koruptor dan mafia peradilan mendapat balasan yang pantas atas perbuatannya.

    • Wiro Sableng
    • February 12th, 2010

    klo hukum sudah tidak bisa bicara pake aza hukum masa ( biar dihakimi ma masa )

    • hukum masa yah,,,,alias demokarasi semu hiihi, setiap orang bisa menghukum hmmm

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: