Peradaban Islam dan pewarisan ilmu


Potret tradisi peradaban Islam ditandai berkembangnya Ilmu dan buku. Dalam sejarah.Tak dijumpai peninggalan sebuah Candi( hidayatullah.com)

Pernah melihat bagaimana sebuah piramida.atau reruntuhan Aztec,atau colloseum.Juga candi –candi? Tentu saja dengan mengingat hal tersebut,kita membayangkan dimana ada suatu masa lalu yang membuktikan bahwa pada daerah dimana terdapat peninggalan-peninggalan diatas itu eksis. Lalu kita mulai bertanya,seperti apakah kondisi di mesir sampai dapat membuat pyramid,lalu bagaimana kondsi hindu di Indonesia,dengan candi-candinya.Hal seperti ini dapat dikatakan peradaban(civilization).Sebuah peradaban dapat maju secara bertaap,atau melesat,dan juga dapat musnah seketika.Bagaimana peradaban sebuah wilayah yang sangat maju tiba-tiba hilang,seperti peradaban suku maya,dimana hilang akibat pemusnahan penduduknya.Dalam tulisan ini,saya ingin mencoba membahas bagaimana Peradaban yang dapat dibilang masih tersisa saat ini,yaitu Peradaban Barat dan juga terntunya peradaban Islam.Banyak makalah /tulisan bagaimana pertemuan antara dua peradaban ini,saat zaman ini,dan akan menghasilkan satu peradaban yang bertahap “menang”.Ini sebagai awal agar lebih terbayang bagaimana suatu peradaban terbentuk.Jika kita ingat masa lalu tentang Islam,apakah yang kita ingat?? Tentu tidak seperti yang tertulis diatas tentang peninggalan Candia tau artefak,tetapi ada sesuat yang sangat menarik disini.Ya,kenyataanya peradaban islam merupakan peradaban yang maju,dan setidaknya sudah bertahan berabad-abad yaitu tradisi keilmuan .Dalam sejarah , Peradaban Islam adalah peradaban yang dapat dibilang peradaban tinggi. Tidak ada yang mampu menandingi ketinggian dan kesempurnaanya. Bersifat multidimensi, tidak parsial hanya pada aspek fisik saja, namun juga spiritual. Sebagaimana pada jaman Rasul dimana mencapai segala aspek kehidupan,juga khalifah Umar bin abdul aziz dimana tidak adayang namanya kelaparan,atau fakir miskin.Baitul Mal penuh,dan rakyat hidup makmur.Da  ada satu hal yang penting sekali dan diwariskan sampai saat ini yaitu tradisi Ilmu

Tradisi keilmuan dalam Islam dimasa lalu juga terbilang berkembang sangat pesat. Di Bagdad, dibuka jasa penerjemahan. Bagi penerjemah buku-buku bahasa asing, akan dibayar dengan emas seberat buku yang diterjemahkan. Selain itu, di Baitul Hikmah, terdapat 400 ribu judul buku. Dan konon, ada seorang pejabat yang tidak mau dipindahtugaskan gara-gara mempunyai banyak buku yang tidak bisa dibawa karena saking banyaknya.Lihat saja saat itu bagaimana ulama sangat menghargai apa yang namanya Ilmu.,sebut saja Ibnul Qayyim bagaimana ia mengarang buku yang jumlahnya ratusan,dan dapat kita nikmati sampai sekarang,Ibnu Hajar dengan 30 tahun membuat maha karya Syarah Kitab Bukhari dalam Fathul Baari,Ibnu Katsir dengan Tafsir Quranul Azhim,Bukhari,Muslim,dan juga para orang yang haus akan ilmu,membaca,dan juga menulis.

Potret tradisi peradaban Islam, tidak meninggalkan candi atau yang lainnya, melainkan ilmu dan buku. Hal ini pernah disampaikan dalam acara bedah buku “Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam” oleh Dr. Hamid.Peradaban bermula dari pemikiran. Asas dari peradaban adalah pemikiran. Dan pemikiran harus bersumber Al-Quran. Lebih jauh, peradaban Barat yang kini terbentuk merupakan juga salah satu potret peradaban Islam yang saat itu menyentuh abrat dan barat mengadopsinya( Bagaimana barat belajar kepada Islam).Dimana Barat memiliki masa kelam dan tidak jelasnya peradaban mereka(nanti kita bahas ini).

Banyak pemikiran, penemuan, dan buku-buku yang diplagiat atau diambil secara tidak jujur. Meski demikian,  kemajuan peradaban yang dialami Barat hanya sebatas tekhonologi, bukan spiritual.Umat Islam tentunya jangan merasa rendah diri atau malu dengan peradaban barat.Islam seharusnya bangga ,sampai saat ini diakui barat sebagai satu-satunya peradaban yang tersisa(setelah komunis runtuh),(dalam buku Clash of Civilization)

Dalam sejarahnya, ketika filsafat Romawi dan Yunani “mati” mereka tidak mampu menghidupkannya kembali. Lalu, oleh al-Kindi, filsuf Islam, pemikiran-pemikiran seperti Aristoteles dan Plato dimodifikasi dan diklasifikasikan. Dalam kajiannya, Plato mengatakan bahwa tuhan hanya “duduk manis”, kemudian dirubah oleh al-Kindi tuhan adalah tuhan al-Khalik (pencipta). Begitu juga ketika Aristoteles mengatakan tuhan the first (yang pertama), al-Kindi merubahnya menjadi tuhan al-Haq (yang benar).

“Hal lain masih banyak yang membuktikan, bahwa peradaban dan tradisi ilmu Islam jauh lebih maju ketimbang eropa dan Barat ketika ituPeradaban Islam, Islam dibangun dengan tradisi ilmu. Hal ini bisa dilacak dalam ayat yang mengatakan, “Ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah”. Tradisi ilmu itu dapat kita lihat bagaimana majelis-majelis ilmu banyak terjadi walau sudah berkurang.Hal ini yang menyebabkan kemunduran peradaban Islam,karena apda dasarnya peradaban dimulai dari pemikiran.barat mulai gencar dengan slogan-slogan dan taktik agar barat menjadi pemenang dan menciptakan kondisi aman.(lihat Buku Clash of Civilization.Samuel P.Huntington).Islam dari awal menegaskan bahwa ulama pewaris nabi.Akan ada barisan ulama yang mengestafetkan tradisi ilmu ini.Dengan kondisi dunia saat ini ya g dijejali abrat teknologi,hiburan,dll yang membuat umat islam terlena,tidak mau berpikir,dan  dibuai oleh Barat,seharusnya sadar bahwa sesungguhnya dengan berpikir,dan tradisi ilmulah Islam dapat maju.Kita harus sadar,bahwa Barat dengan trauma peradabannya(di notes lain kalau sempat kita bahas),ingin tampil menjadi pemenang dalam peperangan antara dua peradaban ini( Clash of Civilization).

Dalam Quran, gambaran sejarah peradaban Islam bisa dilihat pada (QS. Ibrahim: 24/25). Kata sejarah merupakan derivasi dari kata syajarah (pohon). Yang dimaksud pohon sebagai simbol peradaban Islam. Dalam ayat itu, menurutnya kalimat thoyyibah (kalimat yang baik) adalah tauhid yang dipakai sebagai tamsil peradaban. Sedangkan ashluha tsabitun (akarnya teguh) bersifat absolut tidak berubah-ubah, dan far’uha fissama’ (cabangnya ke langit) sebagai gambaran bahwa tidak ada yang mampu menandingi ketinggian peradaban Islam.Oleh karena itu, kalimat thoyyibah itu sebagai epistemologi Islam yang harus menjadi sumber kajian peradaban Islam. Jika ingin terbentuknya peningkatan dan kemajuan peradaban Islam saat masa kini,maka wacana tentang peradaban dan konsep membangun peradaban harus digencarkan.Hal ini dapat kita terapkan dalam kehidupan ,contoh kecilnya seperti sering membaca,atau bertanya-tanya dan tidak hanya menunggu dicekoki oleh pemikiran-pemikiran Barat.Membangun peradaban dapat dimulai dengan keahlian masing-masing,dengan tradisi keilmuan masing-masing ,dan bersatu peradaban Islam yang maju didepan mata.

Potret tradisi peradaban Islam ditandai berkembangnya Ilmu dan buku. Dalam sejarah.Tak dijumpai peninggalan sebuah artevak atau tugu

Pernah melihat bagaimana sebuah piramida.atau reruntuhan Aztec,atau colloseum.Juga candi –candi? Tentu saja dengan mengingat hal tersebut,kita membayangkan dimana ada suatu masa lalu yang membuktikan bahwa pada daerah dimana terdapat peninggalan-peninggalan diatas itu eksis. Lalu kita mulai bertanya,seperti apakah kondisi di mesir sampai dapat membuat pyramid,lalu bagaimana kondsi hindu di Indonesia,dengan candi-candinya.Hal seperti ini dapat dikatakan peradaban(civilization).Sebuah peradaban dapat maju secara bertaap,atau melesat,dan juga dapat musnah seketika.Bagaimana peradaban sebuah wilayah yang sangat maju tiba-tiba hilang,seperti peradaban suku maya,dimana hilang akibat pemusnahan penduduknya.Dalam tulisan ini,saya ingin mencoba membahas bagaimana Peradaban yang dapat dibilang masih tersisa saat ini,yaitu Peradaban Barat dan juga terntunya peradaban Islam.Banyak makalah /tulisan bagaimana pertemuan antara dua peradaban ini,saat zaman ini,dan akan menghasilkan satu peradaban yang bertahap “menang”.Ini sebagai awal agar lebih terbayang bagaimana suatu peradaban terbentuk.Jika kita ingat masa lalu tentang Islam,apakah yang kita ingat?? Tentu tidak seperti yang tertulis diatas tentang peninggalan Candia tau artefak,tetapi ada sesuat yang sangat menarik disini.Ya,kenyataanya peradaban islam merupakan peradaban yang maju,dan setidaknya sudah bertahan berabad-abad yaitu tradisi keilmuan .Dalam sejarah , Peradaban Islam adalah peradaban yang dapat dibilang peradaban tinggi. Tidak ada yang mampu menandingi ketinggian dan kesempurnaanya. Bersifat multidimensi, tidak parsial hanya pada aspek fisik saja, namun juga spiritual. Sebagaimana pada jaman Rasul dimana mencapai segala aspek kehidupan,juga khalifah Umar bin abdul aziz dimana tidak adayang namanya kelaparan,atau fakir miskin.Baitul Mal penuh,dan rakyat hidup makmur.Da  ada satu hal yang penting sekali dan diwariskan sampai saat ini yaitu tradisi Ilmu

Tradisi keilmuan dalam Islam dimasa lalu juga terbilang berkembang sangat pesat. Di Bagdad, dibuka jasa penerjemahan. Bagi penerjemah buku-buku bahasa asing, akan dibayar dengan emas seberat buku yang diterjemahkan. Selain itu, di Baitul Hikmah, terdapat 400 ribu judul buku. Dan konon, ada seorang pejabat yang tidak mau dipindahtugaskan gara-gara mempunyai banyak buku yang tidak bisa dibawa karena saking banyaknya.Lihat saja saat itu bagaimana ulama sangat menghargai apa yang namanya Ilmu.,sebut saja Ibnul Qayyim bagaimana ia mengarang buku yang jumlahnya ratusan,dan dapat kita nikmati sampai sekarang,Ibnu Hajar dengan 30 tahun membuat maha karya Syarah Kitab Bukhari dalam Fathul Baari,Ibnu Katsir dengan Tafsir Quranul Azhim,Bukhari,Muslim,dan juga para orang yang haus akan ilmu,membaca,dan juga menulis.

Potret tradisi peradaban Islam, tidak meninggalkan candi atau yang lainnya, melainkan ilmu dan buku. Hal ini pernah disampaikan dalam acara bedah buku “Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam” oleh Dr. Hamid.Peradaban bermula dari pemikiran. Asas dari peradaban adalah pemikiran. Dan pemikiran harus bersumber Al-Quran. Lebih jauh, peradaban Barat yang kini terbentuk merupakan juga salah satu potret peradaban Islam yang saat itu menyentuh abrat dan barat mengadopsinya( Bagaimana barat belajar kepada Islam).Dimana Barat memiliki masa kelam dan tidak jelasnya peradaban mereka(nanti kita bahas ini).

Banyak pemikiran, penemuan, dan buku-buku yang diplagiat atau diambil secara tidak jujur. Meski demikian,  kemajuan peradaban yang dialami Barat hanya sebatas tekhonologi, bukan spiritual.Umat Islam tentunya jangan merasa rendah diri atau malu dengan peradaban barat.Islam seharusnya bangga ,sampai saat ini diakui barat sebagai satu-satunya peradaban yang tersisa(setelah komunis runtuh),(dalam buku Clash of Civilization)

Dalam sejarahnya, ketika filsafat Romawi dan Yunani “mati” mereka tidak mampu menghidupkannya kembali. Lalu, oleh al-Kindi, filsuf Islam, pemikiran-pemikiran seperti Aristoteles dan Plato dimodifikasi dan diklasifikasikan. Dalam kajiannya, Plato mengatakan bahwa tuhan hanya “duduk manis”, kemudian dirubah oleh al-Kindi tuhan adalah tuhan al-Khalik (pencipta). Begitu juga ketika Aristoteles mengatakan tuhan the first (yang pertama), al-Kindi merubahnya menjadi tuhan al-Haq (yang benar).

“Hal lain masih banyak yang membuktikan, bahwa peradaban dan tradisi ilmu Islam jauh lebih maju ketimbang eropa dan Barat ketika ituPeradaban Islam, Islam dibangun dengan tradisi ilmu. Hal ini bisa dilacak dalam ayat yang mengatakan, “Ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah”. Tradisi ilmu itu dapat kita lihat bagaimana majelis-majelis ilmu banyak terjadi walau sudah berkurang.Hal ini yang menyebabkan kemunduran peradaban Islam,karena apda dasarnya peradaban dimulai dari pemikiran.barat mulai gencar dengan slogan-slogan dan taktik agar barat menjadi pemenang dan menciptakan kondisi aman.(lihat Buku Clash of Civilization.Samuel P.Huntington).Islam dari awal menegaskan bahwa ulama pewaris nabi.Akan ada barisan ulama yang mengestafetkan tradisi ilmu ini.Dengan kondisi dunia saat ini ya g dijejali abrat teknologi,hiburan,dll yang membuat umat islam terlena,tidak mau berpikir,dan  dibuai oleh Barat,seharusnya sadar bahwa sesungguhnya dengan berpikir,dan tradisi ilmulah Islam dapat maju.Kita harus sadar,bahwa Barat dengan trauma peradabannya(di notes lain kalau sempat kita bahas),ingin tampil menjadi pemenang dalam peperangan antara dua peradaban ini( Clash of Civilization).

Dalam Quran, gambaran sejarah peradaban Islam bisa dilihat pada (QS. Ibrahim: 24/25). Kata sejarah merupakan derivasi dari kata syajarah (pohon). Yang dimaksud pohon sebagai simbol peradaban Islam. Dalam ayat itu, menurutnya kalimat thoyyibah (kalimat yang baik) adalah tauhid yang dipakai sebagai tamsil peradaban. Sedangkan ashluha tsabitun (akarnya teguh) bersifat absolut tidak berubah-ubah, dan far’uha fissama’ (cabangnya ke langit) sebagai gambaran bahwa tidak ada yang mampu menandingi ketinggian peradaban Islam.Oleh karena itu, kalimat thoyyibah itu sebagai epistemologi Islam yang harus menjadi sumber kajian peradaban Islam. Jika ingin terbentuknya peningkatan dan kemajuan peradaban Islam saat masa kini,maka wacana tentang peradaban dan konsep membangun peradaban harus digencarkan.Hal ini dapat kita terapkan dalam kehidupan ,contoh kecilnya seperti sering membaca,atau bertanya-tanya dan tidak hanya menunggu dicekoki oleh pemikiran-pemikiran Barat.Membangun peradaban dapat dimulai dengan keahlian masing-masing,dengan tradisi keilmuan masing-masing ,dan bersatu peradaban Islam yang maju didepan mata.

  1. Sebagai contoh, Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dirasa harus selalu dikejar oleh bangsa Iran. Meskipun telah mengalami revolusi, mereka sadar bawa peradaban hanya akan terbangun dengan mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Bagaimana ya dengan kita?

    like this post, Ki…

    • barat dengan berbagai macam hiburan budaya hedon,dll menjadikan kita merasa sudah terpenuhi semua kebutuhan,jadi melemahkan ktia untuk berpikir padahal peradaban bermula dari pemikiran,dan peradaban Islam berawal dari Quran ebagai sumber ilmu,makanya pada takut tuh kalau ada yang memperlajari Islam secara bener, digalakanlah liberalisme,globalisme,plural,dll

  2. Memang benar bahwa kemajuan umat Islam bergantung pada kedekatan mereka terhadap agamanya, seberapa dalam ilmu agama yang mereka ketahui yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang tidak tercampuri oleh pemikiran yang menyesatkan. Dengan inilah umat Islam bisa membentuk peradaban yang islami. Umat Islam tidak akan pernah jaya jika mereka hanya mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mempelajari ajaran Islam. Jika mereka hanya mengembangkan kemajuan iptek yang berasal dari Barat, hal ini akan meningkatkan kejayaan peradaban Barat walaupun pelakunya adalah orang-orang Islam, karena orang-orang Islam berpikir dengan landasan pemikiran Barat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: