Archive for January, 2010

Antara Barat dan Timur,Cina sampai Amerika,FTA hingga WTO

Sebuah Negara dikatakan maju jika Negara tersebut maju

Sebuah ungkapan yang membingungkan.Dari dulu sampai sekarang ,kit serinag mendengar bahwa barat merupakan sebuah wilayah,atau kondisi masyarakat dimana disana sudah “maju”,dan disini masih tidak bergerak.Sering juga kita membicarakan saat barat sudah maju zaman revolusi Industri,namun di Timur khususnya kita(Indonesia),masih zaman kerajaan Islam,atau zaman membawa tombak dan naik kuda(pendekar-pendekar).Perbandingan-perbandingan melihat sejarah masa lalu,dan perkembangan ini terjadi pada Cina beberapa Tahun lalu.Saat itu Cina merupakan kontra dari pemikiran Barat.Cina dan Soviet yang berideologi Komunis,dan Barat yang liberal.Tentu saat itu terjadi perseturuan yang seru antara Barat dan Timur.

Barat terpecah menjadi 2(two west) yaitu Amerika dan Eropa,yang kemudian saat ini menjadi Negara adi daya yaitu Amerika(West) dan China yang mulai bangkit menjadi raksaksa Timur(East).Dan yang menarik saat ini adalah cerminan timur dan barat ini bertemu(The Meeting West and East).Cina masa lalu adalah CIna yang menutup diri,berpandangan menguntungkan diri sendiri,bermental lemah,namun sejak 3 dekade lalu,Cina mulai bangkit dan merubah mainset yang tadinya Barat merupakan midset sebuah Negara maju,maka di ambillah mindset tersbut .
Dalam 5000 tahun sejarahnya, Cina tidak pernah menjadi kekuatan adidaya dan tidak pernah mempengaruhi politik internasional. Bahkan ketika Cina mengadopsi Komunisme, ia tidak mampu mengembannya lebih jauh dari batas negerinya sendiri apalagi mempengaruhi negara lain. Selama 5000 tahun, Cina lebih sering berperang dengan dirinya sendiri dan sibuk untuk menyatukan wilayah.

Dan suatu saat pemimpin baru China berpikir.. …Kebijakan luar negeri Cina mencerminkan perubahan penting dari pendekatan Beijing yang sempit dan reaktif pada masa lalu. Cina sudah meninggalkan mentalitas yang memandang dirinya sebagai korban (victim mentality) akibat penderitaan selama 150 tahun dan mengadopsi mentalitas adidaya (great power mentality-daguo xintai). Barat yang sudah berpengalaman menderita(dark age),dan memasuki pencerahan(renaissance),dan akhirnya berpikir,menyontek peradaban lain,dan akhirnya menjadi”maju” merupakan proses panjang dan menjadikan Barat menjadikan mentalitas adidaya.

Cina dengan kebijakan-kebijakan baru,dan pengalaman seperti Barat,nampaknya akan segera melebarkan sayap,menjadi kekuatan besar.Konsekuensinya, Pemimpin yang menanggalkan victim mentality dan yang mengambil mentalitas adidaya adalah tipe pemimpin yang kini memimpin Cina dan memiliki visi sebagai negara adidaya.Dengan pemikiran seperti ini maka bertemulah Barat dan Timur.Terjadi benturan yang dahsyat saat ini.

Pertemuan AS dan China (West and East)

Dengan kebijakan-kebijakn baru Cina,yang lebih terbuka dan mental baru,semangat baru ,sudah saatnya pemikiran bahwa “barat maju,timur ketinggalan” dirubah.Timur dapat sejajar dengan Barat,bahkan memenangi benturan keras antara Barat dan Timut.Maka Cina melakukan gebarakan di Bidang Ekonomi?? Kenapa bidang Ekonomi?Karena standar “maju” sulit didefinisikan kecuali dalam hal ekonomi.Kebijakan-kebijakanpun mengacu pada hal-hal yang akan menguntungkan Cina.Barat yang sudah merasa aman selama beberapa ratus tahun,merasa riskan dengan hal ini karena ini menyangkut ekonomi negaranya dan juga kepentingannya menjadi pemenang tunggal diera modern ini

Pembuat kebijakan AS membuat strategi menghadapi Cina dalam dokumen
“Tuntunan Perencanaan Pertahanan”yang merupakan bentuk pernyataan resmi AS pada masa paska runtuhnya Uni Sovyet. Juga tertulis dalam dokumen terebut
“Kita harus sekuat mungkin mencegah kekuatan asing manapun yang bisa mendominasi suatu wilayah yang sumber alamnya, ketika terkontrol secara solid, akan mampu mendukung terbentuknya kekuatan global.”
Ketika George Bush menjadi Presiden AS, hanya Cina yang memiliki kapasitas ekonomi dan militer yang mampu mengimbangi AS sebagai negara adidaya. AS membuat kebijakan yang mengisolasi Cina supaya tetap pada perbatasannya, ketimbang menghadapinya secara langsung karena hanya akan menghabiskan energi AS.

Cina adalah kekuatan besar yang memiliki masalah yang belum selesai terutama dengan Taiwan. Cina juga tidak menyukai peran AS di wilayah regional Asia Pasifik.” Oleh karena itu, Rice mengatakan,” Cina bukanlah kekuatan ‘status quo’, tapi ia adalah kekuatan yang berkeinginan merubah keseimbangan kekuatan di Asia yang sesuai dengan kepentingannya.(Tulisan Condoolize Rise)

Namun demikian,saat ini posisi Cina dan Amerika seakan-akan terpisah dan berdiri sendiri. Ketika AS mendominasi wilayah regional di awal abad ini, perang Afghanistan, Iraq, dan krisis ekonomi global membuat AS tidak mampu mendominasi Cina. Ini terlihat dalam fakta berikut:
AS merupakan konsumen terbesar dunia dimana mayoritas barang yang ia konsumsi berasal dari dan diproduksi oleh Cina .Dan Cina mereguk keuntungan besar sekali gara-gara konsumtifnya Amerika dan menyumbangkan dolar ke negeri Tirai Bambu tersebut.WTO yang mengatur perdagangan antar negara dan aturan2,terpaksa ada yang dilanggar,seperti diam2 me”lepaskan” biaya ekspor,dukungan perbankan,kucuran dana untuk ekspor yang sebenarnya terdapat Bea yang mahal untuk barang dapat keluar dari Cina,yang ternyata

Cadangan dolar yang sangat besar yang dimiliki Cina membuat Cina memiliki kemampuan untuk membeli saham keuangan AS, yang digunakan AS untuk membiayai defisit perdagangannya
Hal ini berakibat kepada serbuan perindustrian Cina, dimana industri tersebut membutuhkan pasokan minyak dan energi yang lebih besar lagi.Berikutnya, pengangguran di sektor industri AS pun meningkat karena kalah bersaing dengan kualitas harga dan barang yang lebih mendominasi.Maka dari itu,saat krisis melanda dunia,maka Amerika paling terkena dampaknya,industry Amerika melempe,.Strategi-strategi AS agar terus mengisolasi Cina,dengan gencar tersu digencarkan seperti kerja sama dengan Jepang(sebagai penyeimbang CIna di Timur),membangun kerja sama dengan vietnam(yang pada masalalunya bermusuhan),mengembangkan India,sehingga negara-negara tersebut berkurang pengaruhnya dari Cina.

Lalu apa yang dilakukan Cina??Dengan kebijan-kebijakan yang baik,dan Bank mendukung kegiatan ber”ekonomi” disana maka juga mindset majunya maka Cinapun sama seperti AS dengan menggaet mitra kerja,salah satunya dengan mengadakan perjanjian perdagangan bebas,dan kita Indonesia akan merasakan berbagai dampak dari ekspansi Cina ini yaitu pada perjanjian ACFTA(Asean China Free Trading Area).Bagi Indonesia ini merupakan sebuah tantangan yang menarik untuk melakukan perdagangan secara global dengan Cina.Cinapun melakukan FTA denga Negara-negara lain untuk menandingi “Barat”.Indonesi dengan segala kekayaan alam yang dianugerahi Tuhan,seharusnya dapat disyukuri dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam Tersebut,mengubah cara pandang negeri konsumtif menjadi Negara penghasil. Cina saat ini sudah menguasai wilayah ASEAN dan tentu bagi Amerika ini merupakan suatu kerugian yang besar.Bagi Indonesia,peluang masuknya Industri Cina,dan pengaruh ACFTA mendapat banyak sorotan. Kalau dari kecil kita sering mendengar orang Cina itu pandai berdagang dan hidup dengan berdagang,maka saatnya orang Indonesia berpikiran menjadi bosnya pedagang.Pertemuan Barat dan Timur akan menjadikan gesekan dan menghasilkan satu pemenang.dan berpengaruh kepada negeri kita ini. Sudah saatnya negeri kita suatu saat nanti menjadi pemenang,terbebas dari pengelolaan “Barat” yang mengelola SDM-SDM kita.Sudah saatnya pengusaha-pengusaha bersatu membangun negeri.2010 merupakan tahun diberlakukannya FTA dengan China.Lalu bagaimana dengan kondisi kita sekarang,apakah siap untuk menghadapi perdagangan bebas??Siapakah pemenang dari “The North East vs South East”.Kita lah yang menentukan sebagai generasi mendatang

Dominasi Media ,penggiringan opini publik

Sudah nonton film 2012, Tim 8 Siapa sih??Jacko dikuburin dimana??
Itu adalah pertanyaan -pertanyaan yang pernah ditanyakan ke saya,dan tentu saja pertanyaan ini tidak asal keluar,tetapi melalui proses menerima sebuah informasi tentang sesuatu yang ditanyakan.
Pemberitaan dalam media tentu saja menjadi peranan penting,tentang isu-isu global,pemerintaha,ekonomimlingkungan,dll dan impact dari tersebarnya berita yaitu timbulmnya umpan balik atau opini publik

Dalam pencaturan opini public,masalahnya adalah bahwa masyarakat hui memenerima fakta bukan sebagaimana adanya,tetapi apa yang dianggap mereka sebagai fakta,atau kenyataan fatamorgana.Secara dinamis,proses komunikasi terdapat sebuah informasi yang mmenjadi fakta yang disampaikan melalui editing media,lalu ada sebauh fakta yang menjadi fakta semu,yaitu melalui olahan media masa.Fakta hanya diketahui media,sedangkan yang disebarkan adalah berupa fakta semu dan ini yang menjadi konsumsi public,fakta-fakta semu ini dapat menjadi fakta lebih semu,dan kita atau inistitusi lain sebagai penyebar fakta semu ini.Tentu saja sudah berbeda antara fakta yang ada pada media dan fakta yang dikonsumsi public.Contohnya pada reporter dimana pada proses reporting ia harus melakukan seleksi terhadap fakta ,ia melakukan pemotongan berjam-jam hasil reportingnya dan dikemas hanya untuk 10 menit,yang misalnya tadi faktanya mencari selama dua jam.Dalam hal ini, tentu saja visi atau ideology media berperan besar.Selanjutnya pada proses editing dan publishing,redaktur dan redaktur pelaksana sampai pimred berhak menyeleksi berita,sampai mengedit.

Dalam kenyataannya ,sebuah fakta semu dan kebenaran tentu kadang –kadang bersebrangan,atau memang berbeda sama sekali,dan mungkin juga sama.Opini public yang dihasilkan dari fakta semu menghasilkan sesuatu fakta semu yang lebih besar lagi,sehingga berimpact balik ke media dan media semakin menggencarkan fakta semu yang diluncurkannya.Apabila ad 30 persen yang menyatakan dengan kaut,tegas, dan 70 persen lainnya menyatakan pendapat dengan lemah,tidak terlihat antusias,maka opini pihak 30 persen yang dapat diangkat menjadi kekuatan yang lebih besar.Dan opini ini dapat muncul dengan tiba-tiba,dan jangan heran hal semacam ini dapat hilang dengan tiba-tiba pula

Pengaruh opini public dapat kita lihat sekarang pada fenomena kasus KPK vs POLRI,dan sekarangpun tidak kalah seru dengan KPK vs POLRI yang sudah berangsur2 menghilang( Tipikal fakta semu dan implikasinya terhadap opini public) nyaitu Isu Kiamat 2012. Sempat fakta-fakta semu yang diluncurkan media terjadi secara besar-besaran saat Kematian Putri Diana .Kematiannya membuat dunia berguncang,juga saat Jacko meninggal dengan hampir seluruh media didunia menyiarkan berita semacam ini.Acara Inagurasi Jacko pun disaksikan lebih dari 3 milyar pemirsa layar kaca,yang melebihi acara final Piala dunia sekitar 2 milyar.Jika ada orang terttabrak maka itu biasa, tapi jika yang terjatuh itu Jacko/Puti Diana tentu lain.Jika polisi menangkap maling ayam itu biasa,tapi jika menangkap KPK jelas berbeda dan dengan ini, fakta2 media mempengaruhi opini publik.Karena itu wajarlah jika didunia berebut control terhadap fakta dan alat-alat komunikasi.Kekuatan jaringan kantor –kantor berita yang luar biasa besarnya,dan saat ini masih didominasi Negara kesatu (Negara maju ) alur informasinya menuju Negara ke 3 (Negara-negara berkembang),yang pada negara2 maju terdapat kantor berita besar seperti BBC,CNNUPI ,AFP,AP.(prancis,inggris,Amerika) contoh saja AFP (Franch) dengan 145000 terminalnya dan fotografer di 79 negara dengan mudahnya menyebarkan berita-berita ke seluruh dunia.

Saat ini ,Isu kiamat 2012 sedang merebak didunia,tentu saja kita tahu dari media bukan,karena hanya media sumber satu-satunya yang dapat kita akses,sebenarnya tidak hanya media sebagai sumber informasi ,tetapi juga ada dari catatan intelejen,juga pemikiran-pemikiran ahli,dalam sebuah literature (buku,dll).Dengan bermulanya penyebaran fakta bahwa ramalan suku maya bahwa pada kalendernya berakhir pada 2012,maka dengan gencarnya fakta2 semu ini disebar, dan hal –hal seperti dunia berakhir pada 2012 di dominankan,sedangkan berita semacam kontra pada awalnya tidak dipentingkan.

Semakin lama hal-hal kontroversial diangkat,sehingga layak dijual kepada public,dan media mendapatkan untung yang besar dari opini ini.Awalnya NASA yang dibekingi Amerika membuat pernyataan aka nada badaimatahari setelah kalender tsb juga mengacu pada ramalan Nostradamus tentang ada benda besar mendekati bumi pada 2012.Namun ,berita bahwa NASA menyatakan bahwa puncak matahari ini terjadi pada tahun 2013 tentu ditaruh dibelakang kalau bisa, agar mencocokan antara ramalan suku maya,Nostradamus,dan rabi2 lainnya.Kenyataanya jika mengacu pada temuan NASA,seharusnya Kiamat bergeser menajdi 2013.

“Even a below-average cycle is capable of producing severe space weather,” points out Biesecker. “The great geomagnetic storm of 1859, for instance, occurred during a solar cycle of about the same size we’re predicting for 2013.”

“Go ahead and mark your calendar for May 2013,” says Pesnell. “But use a pencil.”
http://science.nasa.gov/headlines/y2009/29may_noaaprediction.htm
Tapi merasa hal ini,kurang pantas untuk dijual ,maka hal ini dikesampingkan.Fenomena Kiamat 2012 merupakan bagian dari arus informasi globa lyang membuat dunia tidak berdaya.Dengan menguasai alat-alat informasi ,negara-negara maju leluasa melakukan “rekayasa informasi global”.

Untuk itu pemerintah dari negara-negara maju tersebut bersedia membiayai kantor berita internasionalnya seperti AFP yang meluarkan miliyaran dolar untuk operasionalnya.Inipun mungkin saja terjadi di Indonesia, dalam penguasaan informasi.Kemampuan merekayasa ini dapat membuat pernyatan bertolak belakang.Lihat saja bagaimana media mnyorot perkataan bush bahwa HAMAS yang dicap teroris,namun yang dilakukan HAMAS menurut jubirnya sendiri iakah melawan penjajah yang mendudukinya,Percis seperti negeri kita,para pahlawan kita dicap ekstrimis,subversif oleh Belanda.Bagaimana opini publik dibentuk oleh pemikiran media dengan ideologinya.

Tipikal rekayasa ini, semakin lama tidak akan bertahan lama dan akan berangsur-angsur menghilang, seiring dengan adanya berita baru yang Laku dijual dan sesuai visi media tersebut.Dampaknya terlihat pada keuntungan-keuntungan suatu pihak,liaht saja saat Kasus pemilihan Ketua Golkar,terlihat pertarungan antara dua kubu dari calon yang berbeda,atau ramainya orang berbondong-bondong menonton film 2012 ,dan Ameriak menuai untung yang berlimpah,padahal jika kita bayangkan dengan film yang tidak digembar-gembor hasilnya tentu lain.Kita tentu saja selalu berada dalam bayang-bayang media,dan tidak mungkin melepaskan diri,dan selalu mebutuhkan informasi.Tetapi juga jangan terbawa arus,ingat dalam dunia Intelejen ada yang disebut Mind Control,dan ini yang terjadi bahwa media dan dunia intelejen selalu berhubungan.Tetapi jelas ,bahwa tetap mungkin media menyampaikan sebuah kebenaran seperti tentang ramalan nostradamus,atau fakta tim8,fakta kematian jacko,namu kadang tidak berimbang.Jika sudah melihat hal ini sudah saatnya kita melihat secara objektif dan tidak termakan berita-berita seperti ini

Mengambil Hikmah dari warga Palestina dan Haiti

Yang disebut kaya bukannya kekayaan harta,tetapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan hati

Ungkapan diatas mungkin sudah sering kita dengar,Dengan uang kita bisa melakukan apa saja,tetapi belum tentu merasa kaya,namun jika bersyukur ,maka kesulitan yang diberikan seperti apapuna akan terasa lebih mudah karena kita telah mensykuri apa yang telah kita dapat selama ini.Dalam perkembangan dunia Internasional,sorotan public mungkin sayup-sayup terdengar tentang sebuah negeri nan jauh disana ,dan sering mendapat sorotan dunia Internasional yaitu palestina.Kita sering mengetahui bahwa disana merek sangat kesulitan untuk bertahan hidup karena embargo sana –sini oleh Israel.Bangsa yang pernah hidup damai selama berates-ratus tahun pada zaman dahulu,dan sekarang harus hidup dengan suasana mencekam,perang berkelanjutan,dan juga kesulitan kehidupan disana.

Apakah dunia internasional hanya diam saja melihat kenyataan yang ada??

Kemarin-kemarin,dunia Internasional dikejutkan dengan gempa berkekuatan besar di negeri nan jauh disebelah barat yaitu Haiti.Bantuan terus berdatangan,ke Negara tersebut karena memang ribuan orang jadi korban dan meninggal akibat gempa tersebut.Korban jiwa yang besar ini pernah terjadi di Palestina satu tahun lalu dimana Israel melancarkan agresi ke palestina,dengan biadab membantai ribuan warga sipil.(sebelumnya sudah banyak sekali korban sejak beridirinya Israel ini).Bisa dibayangkan bagaimana sekolah PBB di hancurkan dan menewaskan anak-anak kecil yang berada disana.Atau sekolahan yang dihancurkan dengan dalih ada HAMAS disana,yang nyatanya agresi tersebut dikecam dunia Internasional dan juga PBB.Namun apa daya,Amerika Serikat sebagai sekutu saat pleno PBB waktu itu tentu saja menolak untuk kecaman PBB atas agresi Israel.Sebagai “Pahlawan Penjaga Perdamaian” Amerika muncul seolah-olah memiliki dua wajah.Yang satu sebagai wajah pahlawan dimana sering menebarkan bantuan sana –sini,disisi lain sebagai teroris yang sesungguhnya dengan menebarkan terror di Irak,Afganistan,dan juga lobi-lobi politik dengan Israel.

Saat gempa di Haiti ,bagaimana kita lihat bantuan berdatangan,dan PBB bergerak cepat,namun saat kasus Gaza, bantuan masuk ke Gaza pun sangar sulit.Kehidupan disana sangat serba kekurangan.Kekurangan pakaian,kekurangan pangan,dan kehilangan anggota keluarga yang dicintainya.Sudah ratusan resolusi PBB dikeluarkan untuk mengecam Israel ini sejak berdirinya Israel tahun 40-an.Sudah berpuluh –puluh tahun warga palestina berjuang,untuk tanah airnya sendiri,untuk kehidupan yang lebih baik,sama halnya seperti kita dahulu saat kita melawan penjajah.Pejuang kita sudah biasa mendapat gelar Subversif,Konservatif,atau pemberontak,sama dengan pejuang melawan Israel yang dengan mudah mendapat gelar “teroris” dan diberikan oleh “Penjaga Kedamaian Dunia”.
Dengan kehidupan serba kesulitan apakah mereka mengeluh?
Apakah mereka menyerah??

Ternyata saat gempa Haiti kemarin,warga Gaza yang kesulitan tersebut berusaha menyumbangkan apa yang mereka membantu korban gempa di Haiti.Memang benar ungkapan bahwa kekayaan itu sebenarnya ada dihati.Saya begitu terharu melihat bagaimana anak-anak di gaza yang kehilngan orang tua mereka,adik,kakak,tempat bermain menyumbangkan mainan mereka untuk anak-anak di Haiti.Kondisi mereka disana sama seperti kondisi di Haiti yang hancur lebur.Selain anak-anak,juga orang dewasa mengumpulkan beberapa uang.Dengan uang seadanya,mereka berharap semangat untuk menjalani hidup dapat dirasakan oleh korban gempa.

Kondisi mereka dapat dibilang sama,namun penyebabnya berbeda,namun itulah yang terjadi.Semangat untuk hidup dan bermanfaat.Saat mereka tidak memiliki apa-apalagi,dalam video yang saya tonton,terliha bahwa mereka tidak meiliki apa-apa ,kecuali Allah.Mereka meyakini ini merupakan ujian abgi mereka.Ujian yang berat…sangat berat.Namun apakah manusia setelah di uji bertambah keimanannya atau berkurang.Ujian itu pasti,namun sikap kita menghadapi ujian itu adalah pilihan
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Manusia melewati rintangan
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
Mereka meyakini akan ada kehidupan setelah ujian ini dengan kehidupan yang lebih baik

Dengan sikap warga Gaza yang sulit namun tetap membantu,dan kita yang justru yang kondisinya aman-tentram ini dapat mengambil hikmah dari masyarakat Gaza.Bagaimana mereka dengan semangat untuk tetap hidup dan mendapatkan tanah airnya ,membantu sesama manusia,tanpa membedakan suku,golongan,dll terus berjuang .Dan kita hanya berleha-leha,sibuk mengurusi Internal negeri sendiri(korupsi,mafia,dll),yang seharusnya masyarakat kita dapat bersatu menguatkan negeri dan juga membantu pihak yang lemah agar menjadi kuat dan hidup lebih baik

Filsafat Tuhan dan Tuhan Filsafat, antara Barat dan Islam

Beberapa waktu lalu,saya pernah berdiskusi ,dan meperbincangkan tentang agama yang awalnya tentang konsep agama,peradaban akhirnya menjurus pada pertanyaan-pertanyaan tentang tuhan.Terkadang pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan sangat sulit untuk menjawabnya.Sulit sekali karena tentunya saya sebagai muslim berkeyakinan bahwa Tuhan itu ada ,dan memperkenalkan dirinya dengan diutus rasul-rasul yang membawa risalahNya.Disisi lain,ada yang mempertanyakan tentang keeksisan Tuhan itu sendiri.Dan jika berdiskusi tentang Tuhan,seolah-olah filsafat bermain disini tanpa adanya batasan-batasan dari agama.Pertanyaan-pertanyaan yang “berat” seperti Apakah Tuhan mampu menciptakan Tuhan lain yang menyamai diriNya,atau Sanggupkah Tuhan menciptakan makhluk yang sama dengan dirinya

Sebenarnya saya sudah mengtahui arah pertanyaan selanjutnya dan konsekuaensi .jawabannya. Baik jawaban positif maupun negatif hasilnya sama saja.Kita simpulkan Tuhan tidak berkuasa.Jika dia tidak bisa menciptakan,maka dia Tidak Kuasa,jika dia mampu menciptakan,maka tetap dia Tidak Kuasa,karena Tuhan tidak perlu Tuhan lain alias sendiri saja sudah cukup.Pertanyaan –pertanyaan seperti ini dapat dipastikan pertanyaan seorang sekuler atau ateis, pikir saya. Dan saya juga yakin, sebenarnya ia tidak membutuhkan jawabannya..

Jawaban untuk semacam pertanyaan ini tentu saja dapat dijawab dengan keimanan masing-masing agama,ataupun pembuktian Theis ,agamama manapun bahwa Tuhan itu ada,maka dari itu sebelum menjawab pertanyaan diatas,maka saya tanyakan balik,coba ceritakan Tuhan yang kamu maksud itu seperti apa??Definisi Tuhan menurut kamu itu seperti apa??Tentu jika dia atheis aneh sekali mengurusi hal-hal ketuhanan seorang Theis,jika dia Theis,maka ini menjadi ironi sebab dalam Theis,terdapat yang namanya keimanan,selain juga berfilsafat.Maka akan terjadi benturan antar theis dengan memperbandingkan Tuhannya masing-masing.Coba kita lihat perkataan Newton

Ketuhanan dalam agama Yahudi dan Kristen, sangat problematic. Karena itu, ia ditolak sains
Pertanyaan apakah Tuhan bisa membuat lebih baik dari yang ada ini, pernah diajukan Peter Abelard. Dia sendiri juga bingung menjawab. Pertanyaan orang-orang seperti ini mungkin nyontek dari situ. Tapi yang jelas bukan dari pikirannya sendiri. Apa makna Tuhan baginya kabur. Bertanya tanpa ilmu akhirnya menjadi seperti sebuah hiburan,karena yang bertanya tidak tahu apa yang sebenarnya ia tanyakan.Dan menjadikannya sebagai guyonan semata
Di Barat, diskursus tentang Tuhan memang marak dan terkadang mirip guyonan. Presedennya karena teologi bukan bagian dari ketetapan permanen tapi dapat berubah . Layaknya wacana furu’ dalam fiqih. Ijtihad tentang Tuhan terbuka lebar untuk semua. Siapa saja boleh bertanya apa saja. Akibatnya, para teolog kewalahan.Filsafat memang berkembang disana dimulai dari zaman Yunani sampai romawi. Pertanyaan-pertanyaan rasional dan protes-protes teologis gagal dijawab. Teolog lalu digeser oleh doktrin Sola Scriptura. Kitab suci bisa difahami tanpa otoritas teolog, sosiolog, psikolog, sejarawan, filosof, saintis dan bahkan orang awam pun berhak bicara tentang Tuhan.

Hadits Nabi jika suatu perkara diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu [kehancuran] nya) terbukti. Katolik pun terpolarisasi menjadi Protestan. Protestan menjadi Liberal dan al-sa’ah itu barangkali lahirnya apa yang disebut dengan modern atheism. Dalam tulisan sebelumnya bagaimana peradaban Barat yang tersisa saat ini hidup dari masa lalu yang suram.Barat maju karena membahas hal yang seperti ini.Ada yang namanya sekulerisme dan Liberalisme.Dan maju akibat meninggalkan agamanya
Apa kata Michael Buckley dalam At The Origin of Modern Atheism meneguhkan sabda Nabi. Ateisme murni di awal era modern timbul karena otoritas teolog diambil alih oleh filosof dan saintis. Terbukti bahwa ada yang namanya modernism yang identik dengan barat dan membuang nilai-nilai Tradisonal yang Barat menganggapnyasebagai sesuatu yang tidak masuk akal.Ini karena kekelaman masa lalu Barat dan Traumatis Barat dengan agamanya dimana disaat itu terjadi era yang namanya “Dark Age” saat gereja sangat berkuasa dan setelah itu muncul yang namanya era “Rennaisance” dimana mereka sudah meninggalkan agama mereka,mempertanyakan tentang ketuhana,dll

Descrates hanya percaya Tuhan filsafat, bukan Tuhan teolog, Lalu siapa yang bermasalah? Bisa kedua-duanya. Ini membingungkan. Pernyataan eksplisit Jika barat trauma dengan agama yang dianutnya sebagai sebuah Teologi,maka pernyataan Descrates bahwa bukan Tuhan teolog yang ia percaya,bisa jadi karena memang ada permasalah tentang Teologi di Barat saat itu.
Konsep Tuhan akhirnya harus dicari dengan hermeneutik dan kritik terhadap teks Bible. Tapi malangnya kritik terhadap Bible (Biblical Criticism), bukan tanpa konsekuensi. Biblical Criticism, kata Buckley, justru melahirkan ateisme modern. “Modern Atheism”yang sekarang sedang berkembang di Barat.Sebuah pemikiran bahwa Tuhan itu Tuhan Filsafat,bukan Tuhan Teolog…
Alasan-alasan para filosof ini sebenarnya lugas dan logis. Ketika orang ragu akan teks Bible ia juga ragu akan isinya, akan kebenaran hakekat Tuhan dan kemudian tentang kebenaran eksistensi Tuhan sendiri. Hasil akhirnya adalah ateisme.
Tapi ateisme modern bukan mengkufuri Tuhan, tapi Tuhan para teolog tuhan agama-agama. Yang problematik, kata Voltaire bukan Tuhan tapi doktrin-doktrin tentang Tuhan. Tuhan Yahudi dan Kristen, kata Newton problematik karena itu ia ditolak sains. Tuhan, akhirnya harus dibunuh. Nietzche pada tahun 1882 mendeklarasikan bahwa Tuhan sudah mati.

Tapi ia tidak sendiri. Bahkan bagi Feuerbach, Karl Marx, Charles Darwin, menyatakan jika Tuhan belum mati, tugas manusia rasional untuk membunuhNya. Tapi Voltaire (1694-1778) tidak setuju Tuhan dibunuh. Tuhan harus ada, seandainya Tuhan tidak ada, kita wajib menciptakannya. Hanya saja Tuhan tidak boleh bertentangan dengan standar akal. Hal ini seperti yang saya sebutkan diawal ,menjadi sebuah hiburan dan guyonan tentang Tuhan itu sendiri.

Belakangan Sartre seorang filosof eksistensialis mencoba menetralisir, Tuhan bukan tidak hidup lagi atau tidak ada, Tuhan ada tapi tidak bersama manusia. “Tuhan telah berbicara pada kita tapi kini Ia diam”. Sartre lalu menuai kritik dari Martin Buber seorang teolog Yahudi. Anggapan Sartre itu hanyalah kilah seorang eksistensialis. Tuhan tidak diam, kata Buber, tapi di zaman ini manusia memang jarang mendengar. Manusia terlalu banyak bicara dan sangat sedikit merasa. Filsafat hanya bermain dengan imej dan metafora sehingga gagal mengenal Tuhan, katanya.
Itulah akibat memahami Tuhan tanpa pengetahuan agama, tulisnya geram.

Filosof berkomunikasi dengan Tuhan hanya dengan fikiran, tapi tanpa rasa keimanan. Martin lalu menggambarkan “nasib” Tuhan di Barat melalui bukunya berjudul Eclipse of God. Saat Blaise Pascal (1623-1662) ilmuwan muda brilian dari Perancis meninggal, dibalik jaketnya ditemukan tulisan “Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, bukan Tuhan para filosof dan ilmuwan.” Kesimpulan yang sangat cerdas. Inilah masalah bagi para filosof itu.
Begitulah, Barat akhirnya menjadi peradaban yang “maju” tanpa teks (kitab suci), tanpa otoritas teolog, dan last but not least tanpa Tuhan. Barat adalah peradaban yang meninggalkan Tuhan dari wacana keilmuan, wacana filsafat, wacana peradaban bahkan dari kehidupan publik.
Tuhan, kata Diderot, tidak bisa jadi pengalaman subyektif. Jikapun bisa bagi Kant juga tidak menjadikan Tuhan “ada”. Berfikir dan beriman pada tuhan hasilnya sama. Kant gagal menemukan Tuhan. Kant mengaku sering ke gereja, tapi tidak masuk. Ia seumur-umur hanya dua kali masuk gereja: waktu di baptis dan saat menikah. Maka dari itu Tuhan tidak bisa hadir dalam alam pikiran filsafatnya.
Muridnya, Herman Cohen pun berpikir sama. “Tuhan hanya sekedar ide”, katanya. Tuhan hanya nampak dalam bentuk mitos yang tak pernah wujud. Tapi anehnya ia mengaku mencintai Tuhan. Lebih aneh lagi ia bilang “Kalau saya mencintai Tuhan”, katanya, “maka saya tidak memikirkanNya lagi.” Hatinya kekanan fikirannya kekiri. Pikirannya tidak membimbing hatinya, dan cintanya tidak melibatkan pikirannya.
Tuhan dalam perhelatan peradaban Barat memang problematik. Sejak awal era modern menggambarkan mind-set manusia Barat begini: Theology is known by faith but philosophy should depend only upon reason. Maknanya teologi di Barat tidak masuk akal dan berfilsafat tidak bisa melibatkan keimanan pada Tuhan. Filsafat dan sains di Barat memang area non-teologis alias bebas Tuhan. Tuhan tidak lagi berkaitan dengan ilmu, dunia empiris. Tuhan menjadi seperti mitologi dalam khayalan. Akhirnya Barat kini, dalam bahasa Nietzche, sedang “menempuh ketiadaan yang tanpa batas”.
Tapi anehnya, kita tiba-tiba mendengar mahasiswa Muslim “mengusir” Tuhan dari kampusnya dan membuat plesetan tentang Allah gaya-gaya filosof Barat. Ini guyonan yang tidak lucu, dan wacana intelektual yang aneh. Jika ada muslim yang ikut-ikutan berguyon tentang Tuhan,yang dari awal sudah jelas,dan tidak membingungkan tentunya agak rancu karena ia sendiri mewacanakan yang Baratpu dibuat kebingungan setengah mati

Konsep Tuhan dalam tradisi intelektual Islam tidak begitu. Konsep itu telah sempurna sejak selesainya tanzil. Bagi seorang pluralis ini jelas supremacy claim. Tapi faktanya Kalam dan falsafah tidak pernah lepas dari Tuhan. Mutakallim dan filosof juga tidak mencari Tuhan baru, tapi sekedar menjelaskan. Penjelasan Al-Quran dan hadith cukup untuk membangun peradaban.
Ketika Islam berhadapan dengan peradaban dunia saat itu, konsep Tuhan, dan teks Al-Quran tidak bermasalah. Hermeneutika allegoris Plato maupun literal Aristotle pun tidak diperlukan. Hujatan terhadap teks dan pelucutan otoritas teolog juga tidak terjadi. Malah kekuatan konsep-konsepnya secara sistemik membentuk suatu pandangan hidup (worldview).

Islam tidak ditinggalkan oleh peradaban yang dibangunnya sendiri. Itulah sebabnya ia berkembang menjadi peradaban yang tangguh. Roger Garaudy mengatakan Islam adalah pandangan terhadap Tuhan, terhadap alam dan terhadap manusia yang membentuk sains, seni, individu dan masyarakat.
Islam membentuk dunia yang bersifat ketuhanan dan kemanusiaan sekaligus. Jika peradaban Islam dibangun dengan gaya-gaya Barat menghujat Tuhan itu berarti mencampur yang al-haq dengan yang al-batil,yang seharusnya Muslim bangga menjadi seorang muslim,bukannya malah ikut-ikutan kebingungan seperti Barat.Tentan pengantar peradaban Islam bisa di baca disini

Wallahu alam
Sumber Bacaan:
Filsafat Islam,Mizan
Hidayatullah: Dr.Hamid Fahmi Zakarsy

Aku dan Tuhan

Pernahkah kita berpikir bahwa hidup ini serasa berat
Saat itu Tuhan sedang menegur kita,dan kita terkadang menjadi sadar dan mulai mendekatkan diri padanya

Saat –saat itu aku bertanya mengapa Engkau menegurku

Engkau Selalu lupa siapakah engkau
Aku tidak pernah lupa
Kau yang membutuhkan Aku..
Bukan Aku yang membutuhkanmu

Aku sibuk…..,sekarang aku memang membutuhkanmu

Aku setiap saat dalam kesibukan,sibukmu tidak bisa menjadi alasan
Tidak ada satupun diantara kamu yang tidak aku pikirkan

Baiklah,aku ingin meminta jawaban mengapa hidup ku selama ini begitu rumit dan bermasalah

Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

Apa yang menarik dari manusia?

Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

Pertanyaan terakhir, Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Kadang-kadang jawabannya adalah TIDAK.
Hidup itu indah jika kamu tahu
Kuatkan imanmu, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu…..

Ar-Rahman ayat 29

Setiap saat Dia (Allah) berada dalam kesibukan.

QS. Al-Baqarah ayat 255

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Perubahan Iklim dan peran Arsitek untuk “Sustainable Life”

Menghadapi pengaruh iklim global dan juga iklim local di Indonesia,dengan pola pikir bahwa harus ada perubahan agar masa yang akan datang tidak lebih buruk dari masa sekarang (sustainable life) menajdikan lingkungan-lingkungan binaan seperti rumah,wilayah,kompleks,dll akan menghasilkan dampak terhadap kenyamanan penghuninya.Terjadi cara pandang dalam menyikapi perubahan iklim dalam lingkungan binaan.Contohnya pada saat suhu semakin panas ,ada lingkungan binaan (dalam ahl ini unit kecil yaitu rumah) yang beradaptasi dengan menggunakan AC dan ada yang menggunakan tanaman agar dapat mendinginkan ruangan.Terjadi dua pendekatan untuk beradaptasi,namun dampak yang dihasilkan ternyata lain.Bayangkan jika setiap rumah menghadapi pemanasan global ini ditanggapi dengan “teknologi pendingin” dan satu lagi dengan “Alamiah”.Dengan penggunaan AC , maka ruangan menjadi dingin,tetapi membutuhkan energi yang berasal dari listrik dan pda sumbernya akan menghasilkan gas-gas yang malah akan membuat bumi semakin panasa,dan AC pun menghasilkan panas diluar ruangan tersebut.

Jika seluruh rumah melakukannya dapat dibayangkan,udara diluar semakin panas,dan energi yang dihasilkan besar sekali,tapi tidak seekstrem juga harus tanpa AC karena ada beberapa bangunan dalam skala lebih besar yang memang memerlukannya.Penggunaan teknologi ini harus diimbangi juga dengan beberapa upaya yang lebih baik agar iklim dan lingkungan bersahabt dengan kita.Pada kasus ayng satunya ,jika kita menanam pohon,banyak keuntungan yang didapat yaitu pohon mendinginkan ruangan dengan bayangannya,daunnya tidak meradiasikan panas,dan kita mendapat O2 juga bayangkan jika seluruh rumah memiliki banyak pohon akan berpengaruh dan mengurangi CO2 sebagai gas pencipta pemanasan global.

Dari kasus llingkungan binaan dan kaitannya dengan manusia,sudah ada perbedaan pendekatan yang sebenarnya berdampak ke kehidupan yang akan datang.Di sini arsitek,akademisi,dan pihak-pihak lain sebagai salah satu pemangku kepentingan pengembangan kota,dan merancang lingkungan binaan adalah pihak yang berperan penting dalam memberikan jasa konsultasi untuk pembangunan dan pengembangan lingkungan binaan. Arsitek berperan penting dalam merancang bangunan untuk tempat tinggal, bekerja, rekreasi dan lain-lain. Arsitek bertanggung jawab merancang bangunan agar layak dihuni dan digunakan untuk kegiatan ekonomi dan sosial sehari-hari. Pada dasarnya, setiap pembangunan pasti akan mengubah keseimbangan lingkungan alami dan mengubahnya menjadi lingkungan binaan (built environment).

Dalam perancangan bangunan, arsitek didukung oleh beberapa disiplin lainnya. Peran arsitek dan disiplin lainnya sangat penting dalam merancang bangunan yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Pengoperasian bangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan energi yang besar untuk penerangan dan pendinginan udara, sistem penyediaan air bersih, pembuangan air dan sampah.Pengaruh perubahan iklim ini terhadap dunia arsitektur juga ternyata berkaitan juga dengan pengaruh dunia arsitektur terhadap perubahan iklim.Seperti kasus penggunaan AC dan pohon dimana dipengaruhi iklim global tetapi juga pendekatan tersebut berpengaruh balik kepada perubahan iklim global.Ada bangunan yang merespon dengan baik sehingga akan menjadikan hasil yang lebih baik.Peran –peran arsitek pada perancangan banguna-bangunan dan juga lingkungannya akan berpengaruh terhadap iklim global.Sektor-sektor konstruksi,pembangunan pun berpengaruh terhadap perusakan lingkungan ,dapat dilihat dari pengambilan material mulai dari hulu ke hilir,secara terus menerus,mengurangi tanaman,yang akan menjadikan banyak bencana dan bumi semakin panas.

Pengaruh Iklim terhadap arsitektur dan pengaruh balik arsitektur terhadap perubahan iklim harus dilihat secara bijaksana.Indonesia sebagai Negara beriklim tropis,dalam pembangunannya seharusnya dapat memanfaatkan keuntungan iklim tropis di Indonesia,seperti panas matahari yang menyinari setiap hari,adanya daerah-daerah yang sering hujan,tanah yang bagus sehingga dapat ditumbuhi tanaman.Negara lain pun yang beriklim subtropics,dll memiliki kelebihannya sendiri dan iklim-iklim ini erat kaitannya dengan pembangunan diwilayah tersebut. Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan.

Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasidiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.Usaha manusia untuk mengubah kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai seringkali tidak seluruhnya tercapai. Dalam banyak kasus, manusia di daerah tropis seringkali gagal menciptakan kondisi termis yang nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan, pengguna bangunan justru seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap mereka lebih memilih berada di luar bangunan.

Pada saat arsitek melakukan tindakan untuk menanggulangi persoalan iklim dalam bangunan yang dirancangnya, ia secara benar mengartikan bahwa bangunan adalah alat untuk memodifikasi iklim. Iklim luar yang tidak sesuai dengan tuntutan penyelenggaraan aktivitas manusia dicoba untuk diubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai.Arsitek di daerah subtropis tentu berbeda dalam pendekatan perancangan terhadap bangunan didaerahnya,dengan pendekatan dinding dua lapis,atap dapat datar,dll.Di Indonesia,sudah ada ratusan tahun yang lalu rumah-rumah “tradisional” yang terbukti sampai sekarang baik dalam hal beradaptasi terhadap iklim di Indonesia dan juga perubahan Iklim.
Arsiteknya pada dahulu menggunakan pendekatan “alamiah” dan sebenarnya pada saat sekaran pendekatan ini dapat diterapkan.Dengan aturan-aturan hanya kayu apa yang digunakan,material bambu,pengangkatan lantai dari tanah karena lembabnya tanah,pemasukan udara melalui sela-sela dindin,dll,berbeda sekali dengan konstruksi material yang menghabiskan banyak energi dan pencariannya secara besar- besaran pada zaman sekarang ini. Di sini terlihat bahwa arsitektur yang dirancang guna mengatasi masalah iklim setempat, karena pemecahan problematik iklim merupakan suatu tuntutan mendasar yang ‘wajib’ dipenuhi oleh suatu karya arsitektur di manapun dia dibangun. Dengan perbuahan iklim ini,dan juga pemanfaatan iklim di Indonesia, ada beberapa arsitek yang menggunakan pendekatan seperti yang tadi dijelaskan diatas yaitu memikirkan masa yang akan datang ( sustainable).
Arsitek dalam merancang lingkungan binaan salah satunya bangunan menyadari perubahan iklima dalah sesuatu yang berpengaruh terhadap bangunan yang akan dibuatnya,dan juga manusia mengetahui bahwa iklim sangat berpengaruh terhadap tempat yang ia tinggali. Banyak cara untuk pendekatan terhadap perubahan iklim dan juga iklim setempat di berbagai daerah.Contoh diatas dengan menggunakan Menciptakan iklim mikro (dalam dearah tertentu) dengan menanam pohon pelindung dengan tajuk lebar akan mengurangi suhu cukup signifikan dalam daerah yang terlindungi/teduh. Ruang terbuka (hijau) juga penting, selain sebagai penyerap karbon, juga merupakan ruang interaksi sosial bagi pengguna bangunan. Penghawaan dan pencahayaan alami dapat mengurangi beban pengoperasian bangunan. Selain itu, penyinaran panas yang berlebihan juga harus dihindari untuk mengurangi beban pendinginan udara.
Hal ini dapat dilakukan dengan merancang sirip-sirip atau kanopi di jendela-jendela bangunan.Air hujan yang terjadi di Indonesia dimanfaatkan secara baik untuk memenuhi kebutuhan air penghuni bangunan..Jika iklim mikro ini diterapkan disetiap rumah ,dapat dibayangkan bagaimana hasilnya. Indonesia, sebagai negara tropis, mendapatkan sinar matahari, sepanjang tahun. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perancang dengan memasang solar panel untuk menyimpan energi surya yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan energi bangunan Indonesia, dengan teknologi rendah dan harga yang terjangkau. Ada beberapa teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan seperti mikro hidro (untuk komunitas) dan tenaga angin (di daerah dengan kecepatan angin tertentu).
Teknologi tidak selamanya menyumbang terhadap pemanasan global,tetapi juga dengan penerapan teknologi yang baik dan terencana ,akan menjadi sebuah lingkungan binaan yang baik dan berkelanjutan.Lingkungan yang beradaptasi dengan pengaruh iklim local dan iklim global dapat dimanfaatkan dengan baik,selain mengurangi dampak pemanasan global juga member sumbangsih terhadap keberlanjutan lingkungan binaan tersebut
Adaptasi dan pendekatan terhadap perubahan iklim global dapat dilakukan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam perancangan.Pada zaman dahulu di Indonesia para perancang rumah –rumah yang disebut “Arsitektur Tradisiona”l sudah menerapkan rancangan yang terbukti bertahan dalam menghadapi iklim di Indonesia. Pada tahun 1980 an para arsitek Indonesia bergelut dengan topik “Arsitektur Tropis” yang bertujuan memanfaatkan sebesar mungkin keuntungan geografis Indonesia di daerah tropis guna mengurangi pemakaian energi di dalam bangunan.Sekarang yang dibicarakan menjadi “Green Architecture” ataupun “Sustainable Architecture” yang sebenarnya merupakan penyempurnaan dari prinsip-prinsip dasar yang terbahas dalam “Arsitektur Tropis” dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (yang baik) dalam pergerakan arsitektur global.Protokol Kyoto,Climate exchange,Peringatan Hari Bumi,merupakan perhatian nyata warga dunia terhadap perubahan iklim global yang semakin terasa.,dan bumi,sebgai tempat manusia tinggal dan beraktivitas sudah semakin terdesak,dengan segala kerusakan yang manusia timbulkan dimuka bumi.

Arsitek dalam hal ini memiliki peran penting ,dalam dunia rsitektur ,bangunan terbentuk umumnya menyesuaikan dengan iklim dimana bangunan itu berada,bangunan berfungsi untuk manusia beraktivitas didalamnya dan dapat menghadapi iklim global.Dalam menghadapi iklim seperti ini,tidak hanya bangunan yang kuat merespon perubahan iklim tetapi juga memanfaatnkan dan mejadikannya sebagai bangunan yang “sustainable”,member sumbangsih dengan mengurangi efek pemanasan global dan juga berperan menjadikan bumi semakin baik dan bersahabat dengan manusia