Perintah berhijab kekhususan Istri Nabi


Dari Ummu Salamah“Aku dan Maimunah berada dekat Rasulullah saw,lalu Ibnu Ummi Maktum datang.Peristiwa itu terjadi setelah Rasulullah menyuruh kami berhijab.Beliau bersabda ,”pasanglah hijab antara kalian dengannya.’Kami bertanya ,’Bukankah dia buta, Wahai Rasulullahmbukankah dia tidak melihat dan mengetahui kami?’’Beliau menjawab,’Apakah kalian buta,bukankah kalian meliahtnya?( Sunan Abu daud nomor 3122)

Dalil diatas ,sering dijadikan menjadi kewajiban beerhijab atau setidaknya anjuran berhijab,walalupun ada orang buta disekitar kita,namun kenyataanya, tentu berbeda dengan dugaan ada anjura berhijab yang berlaku secara umum bagi istri-istri kaum mukmin.Coba kita telaah bagaimana tentang makana hadits ini Kedua wanita yang disebutkan dalam hadits diatas adalah istri Nabi saw,sementara ayat Al Quran mengungkapkan,’..Maka mintalah dar belakang tabir.Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” (Al Ahzab :53)

1. Artinya,untuk lebih menyucikan hati,kaum laki-laki dilarang melihat istri-istri Nabi saw,begitu juga dengan istri-istri beliau dilarang melihat kaum laki0laki untuk lebih menyucikan hati mereka.Oleh karena itu beliau bersabda seperti diatas.Artinya,perintah nabu disini berhubungan dengan kekhususan para istri Nabi untuk berhijab.Mereka tidak dibenarkan untuk bertemu laki-laki tanpa hijab

2.Jika Rasulullah melarang istri-istrinya melihat Ibnu Ummi Maktum karena telah diwajibkan hijab atas mereka,maka beliau juga mengatakannya juga kepada Fatimah Binti Qais,”Tinggallah di rumah anak paman Ibnu Ummi Maktum karena dia cacat pengelihatan (HR Muslim)

Dari Fathimah binti Qais,dia berkata bahwa dia berada dibawah tanggungan Abu Umar bin Hafsh bin Al-Mughirah.Lalu Abu Umar menalaknya hingga talak tiga,Lalu Fathimah mendatangi Rasulullah saw untuk minta fatwa tentang keluarnya dia dari rumah. Rasulullah saw menyuruhnya pindah ke rumah (anak pamannya Umar) Ibnu Ummi Maktum yang buta ( HR Muslim ,Kitab Thalaq Jilid 4,hal 196)

Dia meliaht Ibnu Ummi Maktum dan tentu saja tanpa risih.Malah rasul menyuruhnya tinggal disana.Hal ini menunjukkan bahwa larangan yang terdapat dalam hadits Abu daud khusus bagi apra istri nabi saw yang juga didukung oleh perkataan Ummu Salamah “setelah beliau menyuruh kami berhijab”

3.Laporang Imam Ahmad juga mendukung pernyataan bahwa hadits diatas khusus bagi para Istri Nabi saw.Al-Artsam berkata ,” Aku bertanya kepada Abu Abdullah (iMam Ahmad bin Hanbal),’Apakah hadits itu seperti hadits Nabhan (perawi dari Ummu Salamah),khusus bagi istri-istri Nabi,sedangkan hadits Fatimah ditujukan bagi semua orang? Beliau menjawab .”Ya’( Al-Mughni,Ibnu Qudamah)

Setelah mencantumkan hadits tersebut dalam Sunannya,Abu daud berpendapat ,”Hal ini khusus bagi istri-istri Nabi,lain halnya dengan kepercayaan diri Fathimah untuk tinggal bersama Ibnu Ummi Maktum ketika Nabi saw bersabda kepadanya,”Tinggalah dirumah Ibnu Ummi Maktum karna dia buta dan (janganlah khawatir)atas pakaianmu didekatnya ( Sunan Abu Daud Kitab Berpakaian)

kesimpulan

Hadits diatas tidak sedang membicarakan tentang zina mata,atau berdua duaan,atau larangan melihat malah aneh jika hijab dianjurkan untuk berjaga-jaga,sebab rasul malah menyuruh Fathimah tinggal dirumah Ibnu Maktum, dan jelas hadits diatas menceritakan tentang kekhususan hijab bagi Istri-Istri Nabi

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,322 other followers

%d bloggers like this: